Terobosan Baru: Nantinya Makanan Hanya Perlu Dihirup Baunya!
Senin, 16/07/2012 17:45 WIB
(Foto: thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Segala jenis trik untuk menurunkan berat badan biasanya berputar pada pengurangan kuantitas asupan makanan dan minuman tertentu.
Namun kini sejumlah ilmuwan dari Amerika Serikat tengah menciptakan sebuah terobosan baru dan sederhana, Anda hanya cukup menghirup napas dalam-dalam untuk menikmati makanannya.
Era baru makanan ini disebut 'whaffing' atau makanan yang bisa dihirup. Ini bukan sekedar fantasi namun merupakan hasil penelitian ilmiah.
Gagasan ini muncul dari seorang profesor teknik biomedis dari Harvard University bernama David Edwards. Produk pertamanya adalah kopi hisap. Bentuknya seperti inhaler seukuran lipstik dan sudah dijual di berbagai toko di Massachussets, New York dan Prancis berupa tabung berisi 100 miligram bubuk kafein yang jumlahnya hampir sama dengan secangkir kopi plus vitamin B.
Produk semacam ini tentu saja pas untuk Anda yang memiliki jadwal aktivitas yang padat dan mobilitas tinggi namun juga seorang penggemar berat kopi.
Bayangkan juga jika Anda bisa 'menghirup' kue tart lemon tanpa perlu khawatir berat badan Anda bertambah. Para pakar pun mengemukakan bahwa makanan ini didasarkan pada premis bahwa setiap hirupan mengandung nol kalori sehingga setiap orang bisa 'makan' sebanyak apapun yang diinginkannya.
"Di masa depan, Anda takkan makan makanan tapi Anda menghirupnya. Mungkin ini merupakan gagasan yang masih terlalu jauh namun saya yakin ini pasti akan terwujud!," ujar Tom Hadfield, CEO perusahaan pembuat makanan yang bisa dihirup tersebut seperti dilansir dari timesofindia, Senin (16/7/2012).
"Gagasan ini memang terbilang baru namun mungkin takkan terlalu berpengaruh di India. Walaupun mungkin produk ini bisa menarik minat banyak orang dan mengatasi ketagihan makanan yang bisa terjadi pada seseorang, namun Anda harus mempertanyakan seberapa banyak nutrisi yang benar-benar bisa didapatkan dari produk semacam itu. Lagipula, orang India sangat terikat dengan pengalaman saat memakan sesuatu. Hal ini benar-benar merupakan masalah sosial," komentar pakar gizi Priya Karkera.
Menurut Priya, akan lebih baik jika terobosan baru ini dimanfaatkan potensinya dalam bidang yang lebih krusial, misalnya untuk penyediaan vitamin, obat-obatan dan vaksin agar lebih terjangkau dan mudah didapatkan.
Disamping kopi, perusahaan ini juga memunculkan ide untuk membuat cupcake vanilla yang bisa dihirup, dikemas dalam tabung yang mirip dengan rokok elektrik. Kabarnya produk ini akan mengandung nol kalori, tanpa obat-obatan kimiawi, perangsang, diuretik atau penghambat lemak.
Selain itu juga ada bubuk coklat yang bisa dihirup dalam tabung dengan ukuran sebesar lipstik. Tabung ini akan berisi delapan gumpalan rasa coklat sintetis yang diharapkan mampu memuaskan penyukanya.
(ir/ir)
Namun kini sejumlah ilmuwan dari Amerika Serikat tengah menciptakan sebuah terobosan baru dan sederhana, Anda hanya cukup menghirup napas dalam-dalam untuk menikmati makanannya.
Era baru makanan ini disebut 'whaffing' atau makanan yang bisa dihirup. Ini bukan sekedar fantasi namun merupakan hasil penelitian ilmiah.
Gagasan ini muncul dari seorang profesor teknik biomedis dari Harvard University bernama David Edwards. Produk pertamanya adalah kopi hisap. Bentuknya seperti inhaler seukuran lipstik dan sudah dijual di berbagai toko di Massachussets, New York dan Prancis berupa tabung berisi 100 miligram bubuk kafein yang jumlahnya hampir sama dengan secangkir kopi plus vitamin B.
Produk semacam ini tentu saja pas untuk Anda yang memiliki jadwal aktivitas yang padat dan mobilitas tinggi namun juga seorang penggemar berat kopi.
Bayangkan juga jika Anda bisa 'menghirup' kue tart lemon tanpa perlu khawatir berat badan Anda bertambah. Para pakar pun mengemukakan bahwa makanan ini didasarkan pada premis bahwa setiap hirupan mengandung nol kalori sehingga setiap orang bisa 'makan' sebanyak apapun yang diinginkannya.
"Di masa depan, Anda takkan makan makanan tapi Anda menghirupnya. Mungkin ini merupakan gagasan yang masih terlalu jauh namun saya yakin ini pasti akan terwujud!," ujar Tom Hadfield, CEO perusahaan pembuat makanan yang bisa dihirup tersebut seperti dilansir dari timesofindia, Senin (16/7/2012).
"Gagasan ini memang terbilang baru namun mungkin takkan terlalu berpengaruh di India. Walaupun mungkin produk ini bisa menarik minat banyak orang dan mengatasi ketagihan makanan yang bisa terjadi pada seseorang, namun Anda harus mempertanyakan seberapa banyak nutrisi yang benar-benar bisa didapatkan dari produk semacam itu. Lagipula, orang India sangat terikat dengan pengalaman saat memakan sesuatu. Hal ini benar-benar merupakan masalah sosial," komentar pakar gizi Priya Karkera.
Menurut Priya, akan lebih baik jika terobosan baru ini dimanfaatkan potensinya dalam bidang yang lebih krusial, misalnya untuk penyediaan vitamin, obat-obatan dan vaksin agar lebih terjangkau dan mudah didapatkan.
Disamping kopi, perusahaan ini juga memunculkan ide untuk membuat cupcake vanilla yang bisa dihirup, dikemas dalam tabung yang mirip dengan rokok elektrik. Kabarnya produk ini akan mengandung nol kalori, tanpa obat-obatan kimiawi, perangsang, diuretik atau penghambat lemak.
Selain itu juga ada bubuk coklat yang bisa dihirup dalam tabung dengan ukuran sebesar lipstik. Tabung ini akan berisi delapan gumpalan rasa coklat sintetis yang diharapkan mampu memuaskan penyukanya.
(ir/ir)
Baca Juga
- Selain Plus, Diet Juga Ada Minusnya
- 1 dari 3 Jomblo Lebih Pilih Makanan Ketimbang Seks
- Ini Alasan Orang Sulit Menghindari Minuman Manis
- Kebiasaan Makan Orang Indonesia yang Sering Bikin Sakit
- Berat Badan Sudah Turun 102 Kg Tapi Masih Tak Pede Karena Kulit Gelambir
- Siap-siap! Pil Anti Gendut akan Beredar Tahun 2013
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Jumat,24/05/2013 20:01 WIB
4 Trik untuk Pria Agar Pasangan Lebih Mudah Capai Orgasme
-
Jumat,24/05/2013 19:31 WIB
Studi: Air Mata Perempuan 'Membunuh' Gairah Seksual Pria
-
Jumat,24/05/2013 19:16 WIB
Belajar Dari Kuba, 2020 Jakarta Targetkan Bebas DBD
-
Jumat,24/05/2013 19:02 WIB
Sehatkah Vagina Anda? Ini Indikatornya
-
Jumat,24/05/2013 18:32 WIB
Berdamai dengan Maut, Profesor Ajarkan Cara Menulis Surat Bunuh Diri
-
Jumat,24/05/2013 18:17 WIB
Tolong Dok, Kelamin Saya Tak Bisa Mengeras
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Jumat, 24/05/2013 20:01 WIB
4 Trik untuk Pria Agar Pasangan Lebih Mudah Capai Orgasme
-
Jumat, 24/05/2013 19:02 WIB
Sehatkah Vagina Anda? Ini Indikatornya
-
Jumat, 24/05/2013 18:09 WIB
Tolong Dok, Kelamin Saya Tak Bisa Mengeras
-
Jumat, 24/05/2013 14:08 WIB
Remaja dan Kesehatan Reproduksi
ABG Rela Diajak Nikah Dini, Bisa Jadi Ini Alasannya
-
Jumat, 24/05/2013 11:30 WIB
Mengenal Ai Hasegawa, Wanita yang Ingin Melahirkan Hiu
-
Jumat, 24/05/2013 13:15 WIB
Bagaimana Menghilangkan Flek Hitam di Wajah?
-
Jumat, 24/05/2013 12:09 WIB
Remaja dan Kesehatan Reproduksi
Marak Nikah Dini dan Seks Pranikah, Kehamilan Usia Remaja Meningkat
-
Jumat, 24/05/2013 15:36 WIB
Remaja dan Kesehatan Reproduksi
Sejak Mimpi Basah, Remaja Pria Sudah 'Bahaya' Bagi Lawan Jenis
-
10 Komentar
-
9 Komentar
-
9 Komentar
-
7 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 24/05/2013 06:56 WIB
30 Menit Berolah Raga Secara Rutin Lebih Baik Daripada 2 Jam Sehari
-
Kamis, 23/05/2013 13:33 WIB
3 Penyebab Pria Sudah Botak di Usia 20-an Tahun
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

