detikhealth

5 Tanda Alzheimer yang Bisa Dideteksi 25 Tahun Sebelumnya

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Selasa, 17/07/2012 13:57 WIB
5 Tanda Alzheimer yang Bisa Dideteksi 25 Tahun Sebelumnyailustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Penyakit Alzheimer adalah suatu kondisi matinya sel-sel saraf di otak sehingga sinyal-sinyal otak sulit ditransmisikan dengan baik. Karena gejalanya sulit dikenali sejak dini, seringkali penanganan pada pasien terlambat. Sebenarnya, tanda-tanda utama dari penyakit ini dapat dideteksi 25 tahun sebelum adanya gangguan ingatan.

Dalam sebuah penelitian, para ilmuwan menganalisis data 128 orang yang berasal dari keluarga dengan risiko tinggi menurunkan gen penyebab penyakit Alzheimer. Para ilmuwan berharap dapat menemukan tanda-tanad tersebut pada cairan tulang belakang dan scan otak sehingga akan membantu memahami perkembangan untuk menghasilkan pengobatan baru.

Tim peneliti berasal dari Washington University School of Medicine di St Louis dan penelitiannya diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine. Tanda penyakit Alzheimer yang paling dini dapat dideteksi 25 tahun sebelum muncul gejala, yaitu penurunan kadar cairan tulang belakang yang merupakan bahan baku pembentukan plak otak.

Plak otak bisa terlihat 10 tahun kemudian atau 15 tahun sebelum munculnya gangguan daya ingat semakin nyata. Bersamaan dengan itu, terjadi peningkatan kadar protein yang disebut 'tau' dalam cairan tulang belakang dan penyusutan bagian otak yang semakin kentara. Menurunnya penggunaan glukosa oleh otak dan gangguan daya ingat ringan dapat dideteksi 10 tahun sebelum muncul gejala penyakit sepenuhnya.

"Serangkaian perubahan otak sudah dimulai dalam beberapa puluh tahun sebelum muncul gejala-gejala penyakit Alzheimer yang bisa diamati oleh pasien atau keluarga. Waktu adalah hal yang sangat berharga demi pengobatan yang berhasil," kata peneliti, Dr Randall Bateman, profesor Neurology di Washington University School of Medicine seperti dilansir Telegraph, Selasa (17/7/2012).

Dari berbagai penelitian di atas, maka deteksi penyakit Alzheimer yang bisa diketahui 25 tahun sebelumnya secara ringkas adalah sebagai berikut:

1. Penurunan kadar cairan tulang belakang bisa dideteksi 25 tahun sebelum muncul gejala
2. Munculnya plak otak bisa dideteksi 15 tahun sebelum muncul gangguan daya ingat
3. Peningkatan kadar protein 'tau' pada cairan tulang belakang bisa dideteksi 15 tahun sebelum muncul gejala
4. Penyusutan area otak bisa dideteksi 15 tahun sebelum muncul gejala
5. Menurunnya penggunaan glukosa oleh otak dan gangguan daya ingat ringan dapat dideteksi 10 tahun sebelum muncul gejala

Berbagai deteksi tersebut memang hanya bisa diketahui lewat uji laboratorium. Namun penyakit yang akrab dengan penuaan ini juga dapat dideteksi lewat pengamatan dengan mata telanjang. Menurut penelitian, penurunan kecepatan dan kemampuan berjalan pada usia 40 tahun merupakan prediktor yang kuat munculnya penyakit Alzheimer.

"Gangguan dalam pergerakan sering dikaitkan dengan demensia dan perubahan gaya berjalan muncul sebelum penurunan kognitif dapat dideteksi dengan metode tradisional. Masalah yang muncul ini dapat memberikan deteksi dini risiko dan tahap-tahap awal penurunan kognitif pada orang dewasa yang lebih tua," kata Dr Stephanie Bridenbaugh dari University Hospital Basel.

Dua penelitian lain yang dilakukan Rodolfo Savica dan Lisa Silbert dari AS juga menunjukkan bahwa penurunan kelincahan dalam berjalan berkaitan dengan penurunan kemampuan mental.





(pah/ir)


Ikuti survei online detikHealth berhadiah paket dari SOHO dan merchandise di sini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit