Ini Risikonya Perlakukan Anak Seperti Teman
Minggu, 22/07/2012 11:57 WIB
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Generasi saat ini banyak yang tumbuh dan mengasuh anak-anak layaknya sebagai seorang teman. Tujuannya memang baik, yaitu agar hubungan antara orangtua dengan anak lebih akrab dan komunikasinya lebih terbuka. Sayangnya, cara pengasuhan ini memiliki akibat buruk pada anak. Anak-anak akan lebih sulit disiplin dan makin bandel.
Menurut seorang psikolog klinis terkemuka asal Inggris, Profesor Tanya Byron, anak-anak tumbuh berperilaku buruk karena orangtuanya terlalu takut untuk mendisiplinkan. Munculnya tren yang mencoba untuk membesarkan anak sebagai seorang teman, bukan sebagai sosok yang harus dipatuhi, membuat anak yang mendekati masa remaja tidak siap menghadapi dunia nyata.
"Saya banyak merawat anak-anak di klinik dengan gangguan perilaku karena dampak langsung dari taktik pengasuhan tersebut. Anak-anak berumur 6 tahun dibawa ke klinik saya karena orangtuanya cemas setiap kali mencoba untuk mengatur, anak akan menjadi tertekan," kata Profesor Byron seperti dialnsir Daily Mail, Minggu (22/7/2012).
Anak-anak tersebut, menurut profesor Byron, begitu dilindungi oleh orangtua yang takut mengecewakan anak-anaknya. Orangtua begitu sibuk agar anak-anak tidak lepas dari jangkauannya sehingga kurang mengajarkan keterampilan hidup yang penting. Anak yang diasuh tanpa diberikan batasan-batasan dan tugas tertentu dapat terganggu perkembangannya.
Anak yang selalu dipenuhi setiap kebutuhannya akan tetap berada pada tahap kecerdasan emosional yang belum matang. Ketika menghadapi tantangan dunia nyata di masa dewasa, anak hanya akan berusaha kembali mengingat bagaimana rasanya merasa aman di rumah bersama orangtua.
Menurut seorang psikolog, Dr Aric Sigman, fenomena orangtua yang menjadi teman ini dapat disebabkan karena makin banyak perempuan yang memilih untuk mulai berkeluarga ketika usianya sudah cukup tua. Ada perasaan bahwa menolak keinginan anak-anak akan merusak hubungannya dengan orangtua. Selain itu, kedua orangtua juga cenderung bekerja di luar rumah.
"Hasilnya adalah anak-anak jarang melihat orangtuanya di rumah. Anak-anak mulai menampilkan perilaku menantang juga bisa disebabkan karena tidak mendapat perhatian yang dibutuhkan. Orangtua merasa bersalah dan membiarkannya daripada mendisiplinkan dan berisiko membuat anak menjadi marah," kata dr Sigman.
Tak hanya itu, banyak guru-guru sekolah di Inggris juga menangani anak-anak yang belum terlatih menggunakan toilet, anak-anak yang selalu ingin dipenuhi keinginannya dan tidak terbiasa mendengar kata 'tidak boleh'.
"Orangtua tidak melakukan apapun karena ingin anak-anak senang, mencoba membuat anak-anak berperilaku baik atau menebus kesalahan karena kurang memberi perhatian dengan cara membelikan mainan atau gadget," kata Dr Mary Bousted, Sekretaris Jenderal Association of Teachers and Lecturers di Inggris.
Dr Bousted menegaskan bahwa orangtua harus memiliki kepercayaan diri untuk menetapkan aturan, menugaskan anak-anak membantu membereskan rumah dan mendorongnya menjadi mandiri agar anak lebih percaya diri dan mampu berkembang menjadi orang dewasa yang tangguh.
(pah/ir)
Menurut seorang psikolog klinis terkemuka asal Inggris, Profesor Tanya Byron, anak-anak tumbuh berperilaku buruk karena orangtuanya terlalu takut untuk mendisiplinkan. Munculnya tren yang mencoba untuk membesarkan anak sebagai seorang teman, bukan sebagai sosok yang harus dipatuhi, membuat anak yang mendekati masa remaja tidak siap menghadapi dunia nyata.
"Saya banyak merawat anak-anak di klinik dengan gangguan perilaku karena dampak langsung dari taktik pengasuhan tersebut. Anak-anak berumur 6 tahun dibawa ke klinik saya karena orangtuanya cemas setiap kali mencoba untuk mengatur, anak akan menjadi tertekan," kata Profesor Byron seperti dialnsir Daily Mail, Minggu (22/7/2012).
Anak-anak tersebut, menurut profesor Byron, begitu dilindungi oleh orangtua yang takut mengecewakan anak-anaknya. Orangtua begitu sibuk agar anak-anak tidak lepas dari jangkauannya sehingga kurang mengajarkan keterampilan hidup yang penting. Anak yang diasuh tanpa diberikan batasan-batasan dan tugas tertentu dapat terganggu perkembangannya.
Anak yang selalu dipenuhi setiap kebutuhannya akan tetap berada pada tahap kecerdasan emosional yang belum matang. Ketika menghadapi tantangan dunia nyata di masa dewasa, anak hanya akan berusaha kembali mengingat bagaimana rasanya merasa aman di rumah bersama orangtua.
Menurut seorang psikolog, Dr Aric Sigman, fenomena orangtua yang menjadi teman ini dapat disebabkan karena makin banyak perempuan yang memilih untuk mulai berkeluarga ketika usianya sudah cukup tua. Ada perasaan bahwa menolak keinginan anak-anak akan merusak hubungannya dengan orangtua. Selain itu, kedua orangtua juga cenderung bekerja di luar rumah.
"Hasilnya adalah anak-anak jarang melihat orangtuanya di rumah. Anak-anak mulai menampilkan perilaku menantang juga bisa disebabkan karena tidak mendapat perhatian yang dibutuhkan. Orangtua merasa bersalah dan membiarkannya daripada mendisiplinkan dan berisiko membuat anak menjadi marah," kata dr Sigman.
Tak hanya itu, banyak guru-guru sekolah di Inggris juga menangani anak-anak yang belum terlatih menggunakan toilet, anak-anak yang selalu ingin dipenuhi keinginannya dan tidak terbiasa mendengar kata 'tidak boleh'.
"Orangtua tidak melakukan apapun karena ingin anak-anak senang, mencoba membuat anak-anak berperilaku baik atau menebus kesalahan karena kurang memberi perhatian dengan cara membelikan mainan atau gadget," kata Dr Mary Bousted, Sekretaris Jenderal Association of Teachers and Lecturers di Inggris.
Dr Bousted menegaskan bahwa orangtua harus memiliki kepercayaan diri untuk menetapkan aturan, menugaskan anak-anak membantu membereskan rumah dan mendorongnya menjadi mandiri agar anak lebih percaya diri dan mampu berkembang menjadi orang dewasa yang tangguh.
(pah/ir)
Baca Juga
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Minggu,26/05/2013 08:15 WIB
Agar Daya Ingat Makin Tajam, Jangan Lupa Sarapan Sebelum Olahraga
-
Sabtu,25/05/2013 16:15 WIB
Ssst, Ini yang Mungkin Belum Anda Tahu tentang Ms V
-
Sabtu,25/05/2013 14:07 WIB
Dikira Sombong, Brad Pitt Idap Penyakit Langka Sulit Kenali Wajah
-
Sabtu,25/05/2013 12:04 WIB
Tak Hanya Sehat, Olahraga Juga Bikin Pintar Lho
-
Sabtu,25/05/2013 11:04 WIB
Sindrom Da Costa, 'Sakit Jantung' Yang Disebabkan Kecemasan
-
Sabtu,25/05/2013 10:03 WIB
Ini Dia Terapi Baru Buatan Jepang untuk Kanker Payudara
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Minggu, 26/05/2013 08:28 WIB
Agar Daya Ingat Makin Tajam, Jangan Lupa Sarapan Sebelum Olahraga
-
Sabtu, 25/05/2013 16:03 WIB
Ssst, Ini yang Mungkin Belum Anda Tahu tentang Ms V
-
Sabtu, 25/05/2013 13:58 WIB
Dikira Sombong, Brad Pitt Idap Penyakit Langka Sulit Kenali Wajah
-
Sabtu, 25/05/2013 08:10 WIB
Percuma Olahraga Kalau Malas Bersih-bersih Sehabis Berkeringat
-
Sabtu, 25/05/2013 11:53 WIB
Tak Hanya Sehat, Olahraga Juga Bikin Pintar Lho
-
Jumat, 24/05/2013 20:01 WIB
4 Trik untuk Pria Agar Pasangan Lebih Mudah Capai Orgasme
-
Sabtu, 25/05/2013 09:54 WIB
Ini Dia Terapi Baru Buatan Jepang untuk Kanker Payudara
-
Sabtu, 25/05/2013 11:04 WIB
Sindrom Da Costa, 'Sakit Jantung' Yang Disebabkan Kecemasan
-
12 Komentar
-
12 Komentar
-
9 Komentar
-
8 Komentar
-
8 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 24/05/2013 06:56 WIB
30 Menit Berolah Raga Secara Rutin Lebih Baik Daripada 2 Jam Sehari
-
Kamis, 23/05/2013 13:33 WIB
3 Penyebab Pria Sudah Botak di Usia 20-an Tahun
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

