detikhealth

Doctor's Life

dr Achmad Hudoyo dan Harapan bagi Para Ustadz di Bulan Puasa

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 23/07/2012 10:05 WIB
dr Achmad Hudoyo dan Harapan bagi Para Ustadz di Bulan PuasaIlustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Bagi umat Muslim, bulan puasa adalah bulan penuh berkah dan juga harapan-harapan baik untuk masa yang akan datang. Tidak terkecuali bagi dr Achmad Hudoyo, SpP(K) yang punya harapan khusus bagi para ustadz. Harapan apa sajakah itu?

Sebagai ahli paru yang sangat getol mengkampanyekan anti rokok, harapan dr Hudoyo, demikian ia biasa dipanggil, memang tidak jauh-jauh dari urusan berhenti merokok. Menurutnya, kepedulian para ustadz dan alim ulama bisa sangat membantu orang yang ingin berhenti merokok.

"Untuk berhenti merokok, motivasi itu yang utama. Ditambah momen bulan puasa, akan ada poin plus yang membuat orang makin mudah berhenti. Di situ saya berharap para ustadz mau menganjurkan umatnya untuk berhenti merokok," kata dr Hudoyo saat dihubungi detikHealth, Minggu (22/7/2012).

Memang tidak semua orang berhasil menghentikan kebiasaan merokok di bulan puasa. Sebagian hanya berhenti selama bulan puasa saja, tetapi kemudian kambuh lagi dan bahkan ada yang makin parah di bulan-bulan berikutnya kalau motivasinya kurang kuat.

Karena itu dr Hudoyo menilai, peran ustadz dan para alim ulama akan sangat peting dalam menumbuhkan motivasi untuk berhenti merokok agar berlanjut di bulan-bulan berikutnya. Memang tidak harus ustadz, siapa saja termasuk para dokter juga punya kewajiban untuk menumbuhkan motivasi tersebut.

"Dokter-dokter juga saya harap mau ngomong, cukup luangkan waktu 2 menit untuk ngomong. Beri motivasi kepada pasien untuk menjadikan Ramadhan sebagai momen berhenti merokok," lanjut dr Hudoyo.

Momen tumbuhkan empati

Selain punya harapan untuk para ustadz dan dokter dalam kaitannya dengan berhenti merokok, dr Hudoyo juga punya harapan untuk dirinya sendiri. Baginya, bulan puasa merupakan momen yang tepat untuk bisa menumbuhkan empati bagi dirinya sebagai dokter maupun umat manusia.

"Mudah-mudahan dengan sebulan menahan lapar dan haus, kita bisa meningkatkan empati terhadap pasien. Juga terhadap kaum dhuafa, yang terpaksa harus puasa terus-menerus karena terbelenggu oleh kemiskinan," kata dr Hudoyo yang sehari-hari berpraktik di RS Persahabatan.

Memang tidak ada seorangpun yang berharap terlahir sebagai orang miskin. Pun tidak semua orang miskin karena malas, sebagian memang termiskinkan oleh struktur misalnya karena tidak adanya lapangan kerja. Karena itu dr Hudoyo menilai, pengentasan kemiskinan bukan tanggung jawab pihak tertentu saja melainkan semua orang harus ikut ambil bagian, apapun caranya.

BIODATA

Nama:
dr Achmad Hudoyo, SpP(K)

Tempat dan tanggal lahir:
Jakarta, 12 Agustus 1950

Status:
Sudah menikah

Almamater:
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)

Karir:
Dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan
Pengajar bidang pulmonologi di FKUI

Organisasi:
Ikatan Dokter Indonesia
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
Yayasan Asma Indonesia
Perkumpulan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia
Komite Nasional Penanggulangan Masalah Tembakau
Yayasan Kanker Indonesia


(up/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close