Orangtua Rahasiakan Kondisi Tumor Otak si Anak Agar Bisa Hidup Normal
Rabu, 25/07/2012 13:27 WIB
Adam Lewis (dok: Dailymail)
Berita Lainnya
Jakarta, Adam Lewis hidup selama 12 bulan tanpa tahu bahwa dirinya memiliki tumor otak stadium lanjut yang sudah tidak bisa diobati. Kedua orangtuanya sengaja merahasiakan hal ini agar Adam bisa hidup normal layaknya anak-anak lain dan tidak depresi.
Dokter mendiagnosis Adam dengan kondisi tumor otak stadium lanjut yang hanya bisa bertahan beberapa bulan untuk hidup. Orangtuanya pun merasa tersiksa dan bingung bagaimana memberikan kabar ini pada sang anak, hingga akhirnya memutuskan untuk tidak memberitahu sama sekali.
Keputusan ini diambil oleh orangtuanya, Kevin Lewis dan Kim Horner agar Adam yang masih berusia 12 tahun dapat menikmati hidupnya dengan bahagia dan normal, meski tumor di otaknya sudah tidak bisa dioperasi atau disembuhkan lagi.
Selama 12 bulan Adam tetap pergi ke sekolah seperti biasanya, bermain dengan teman-temannya dan menjalani kehidupan yang relatif normal tanpa tahu bahwa ia sedang sekarat. Keluarga pun mengatur perjalanan menarik dan memberinya kehidupan yang menyenangkan.
Adam tahu bahwa dirinya memiliki tumor dan harus menjalani radioterapi serta kemoterapi, tapi informasi yang diberikan padanya bahwa hal itu dilakukan hanya untuk mengontrol saja. Kondisi ini membuatnya selalu berpikir masih memiliki harapan untuk sembuh dan pulih seperti semula.
Namun setelah berjuang selama 12 bulan, Adam meninggal dunia pada Mei 2012. Meski begitu keluarga merasa lega karena Adam tidak pernah tertekan dan merasa depresi bahwa selama ini ia menghadapi kondisi sekarat.
"Dia bocah yang paling lucu, konyol dan pemberani yang pernah saya kenal dan ia selalu tersenyum saat menjalani semua pengobatannya," ujar sang kakak Cloe Netherton (21 tahun), seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (25/7/2012).
Netherton yang tinggal di Gateshead menuturkan Adam pertama kali menunjukkan tanda-tanda penyakit pada awal tahun lalu. Adam mengaku badanya sangat tidak enak dan dokter menyadari salah satu matanya tidak memberikan respons.
Dokter pun kemudian menemukan adanya tumor di otak yang menekan sangat keras sehingga membuat matanya tidak bisa memberikan respons. Ia pun melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan biopsi selama 8 jam. Sekitar 6 minggu kemudian hasil yang ada menyatakan bahwa tumor otaknya sudah stadium lanjut dan tidak bisa dioperasi.
"Awalnya saya tidak percaya, adik kecil yang selalu senang jika saya peluk, anak yang suka senyum dan nakal harus terenggut kehidupannya," ujar Netherton.
Keluarga pun berjuang untuk tetap merahasiakan hal ini dan hanya memberitahu Adam bahwa ia memiliki tumor di otak dan akan menjalani pengobatan untuk sembuh. Adam pun diberi steroid untuk menambah berat badannya serta mencegah kelelahan saat pengobatan.
"Sampai akhirnya ia berhenti berjuang pada 3 Mei 2012 di Sheffield Children’s Hospital. Kita semua mendapat kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal padanya. Saya sangat bangga dengan adik kecilku, ia membawa banyak suka cita untuk keluarga. Saya akan selalu menyanyangi dan merindukannya," ujar Netherton.
(ver/ir)
Dokter mendiagnosis Adam dengan kondisi tumor otak stadium lanjut yang hanya bisa bertahan beberapa bulan untuk hidup. Orangtuanya pun merasa tersiksa dan bingung bagaimana memberikan kabar ini pada sang anak, hingga akhirnya memutuskan untuk tidak memberitahu sama sekali.
Keputusan ini diambil oleh orangtuanya, Kevin Lewis dan Kim Horner agar Adam yang masih berusia 12 tahun dapat menikmati hidupnya dengan bahagia dan normal, meski tumor di otaknya sudah tidak bisa dioperasi atau disembuhkan lagi.
Selama 12 bulan Adam tetap pergi ke sekolah seperti biasanya, bermain dengan teman-temannya dan menjalani kehidupan yang relatif normal tanpa tahu bahwa ia sedang sekarat. Keluarga pun mengatur perjalanan menarik dan memberinya kehidupan yang menyenangkan.
Adam tahu bahwa dirinya memiliki tumor dan harus menjalani radioterapi serta kemoterapi, tapi informasi yang diberikan padanya bahwa hal itu dilakukan hanya untuk mengontrol saja. Kondisi ini membuatnya selalu berpikir masih memiliki harapan untuk sembuh dan pulih seperti semula.
Namun setelah berjuang selama 12 bulan, Adam meninggal dunia pada Mei 2012. Meski begitu keluarga merasa lega karena Adam tidak pernah tertekan dan merasa depresi bahwa selama ini ia menghadapi kondisi sekarat.
"Dia bocah yang paling lucu, konyol dan pemberani yang pernah saya kenal dan ia selalu tersenyum saat menjalani semua pengobatannya," ujar sang kakak Cloe Netherton (21 tahun), seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (25/7/2012).
Netherton yang tinggal di Gateshead menuturkan Adam pertama kali menunjukkan tanda-tanda penyakit pada awal tahun lalu. Adam mengaku badanya sangat tidak enak dan dokter menyadari salah satu matanya tidak memberikan respons.
Dokter pun kemudian menemukan adanya tumor di otak yang menekan sangat keras sehingga membuat matanya tidak bisa memberikan respons. Ia pun melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan biopsi selama 8 jam. Sekitar 6 minggu kemudian hasil yang ada menyatakan bahwa tumor otaknya sudah stadium lanjut dan tidak bisa dioperasi.
"Awalnya saya tidak percaya, adik kecil yang selalu senang jika saya peluk, anak yang suka senyum dan nakal harus terenggut kehidupannya," ujar Netherton.
Keluarga pun berjuang untuk tetap merahasiakan hal ini dan hanya memberitahu Adam bahwa ia memiliki tumor di otak dan akan menjalani pengobatan untuk sembuh. Adam pun diberi steroid untuk menambah berat badannya serta mencegah kelelahan saat pengobatan.
"Sampai akhirnya ia berhenti berjuang pada 3 Mei 2012 di Sheffield Children’s Hospital. Kita semua mendapat kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal padanya. Saya sangat bangga dengan adik kecilku, ia membawa banyak suka cita untuk keluarga. Saya akan selalu menyanyangi dan merindukannya," ujar Netherton.
(ver/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Sabtu,18/05/2013 16:08 WIB
Agar Pria Berpenis Mungil Pede, Kontes Mr P Terkecil Digelar
-
Sabtu,18/05/2013 14:04 WIB
2 Bocah Kembar Ini Lahir Prematur dengan Jarak 14 Hari
-
Sabtu,18/05/2013 13:02 WIB
Tanaman Kakao Berpotensi Jadi Obat Flu Burung
-
Sabtu,18/05/2013 12:01 WIB
Agar Tak Terinfeksi Bakteri Tinja di Kolam Renang, Lakukan Langkah Ini
-
Sabtu,18/05/2013 10:25 WIB
Inilah Alasan Mengapa Air Kelapa Murni Itu Menyehatkan
-
Sabtu,18/05/2013 09:42 WIB
Tak Hanya untuk Bikin Cokelat, Kakao Juga Bisa Jadi Obat Tifus
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Sabtu, 18/05/2013 16:08 WIB
Agar Pria Berpenis Mungil Pede, Kontes Mr P Terkecil Digelar
-
Sabtu, 18/05/2013 10:25 WIB
Inilah Alasan Mengapa Air Kelapa Murni Itu Menyehatkan
-
Sabtu, 18/05/2013 07:53 WIB
5 Kesalahan Terbesar Orang Saat Makan dan Olahraga
-
Sabtu, 18/05/2013 12:01 WIB
Agar Tak Terinfeksi Bakteri Tinja di Kolam Renang, Lakukan Langkah Ini
-
Sabtu, 18/05/2013 14:04 WIB
2 Bocah Kembar Ini Lahir Prematur dengan Jarak 14 Hari
-
Jumat, 17/05/2013 19:00 WIB
Bertengkar dengan Kekasih, Pria Ini Nekat Potong Penisnya Sendiri
-
Jumat, 17/05/2013 19:30 WIB
Baru Periksa Setelah 8 Bulan Testisnya Benjol, Pria Ini Akhirnya Tewas
-
Sabtu, 18/05/2013 09:42 WIB
Tak Hanya untuk Bikin Cokelat, Kakao Juga Bisa Jadi Obat Tifus
-
10 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 17/05/2013 08:00 WIB
Anak Bersikap Agresif? Ini Dia Faktor Pemicunya
-
Jumat, 17/05/2013 07:45 WIB
Peneliti Unair Obati Pasien HIV dengan Propolis Lebah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

