detikhealth

Yang 'Manis-manis' Kadang Justru Bikin Susah Orgasme

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Minggu, 29/07/2012 16:29 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Bagi kebanyakan laki-laki, punya pasangan berpenampilan manis tentu bisa meningkatkan kepuasan seksual. Namun tidak bagi perempuan, yang 'manis-manis' kadang justru merusak saraf dan mengurangi sensasi nikmat saat berhubungan seks.

Bukan penampilan manis dari pasangannya yang bisa mengurangi kenikmatan berhubungan seks, melainkan rasa manis dari gula dan karbohidrat sederhana yang dikonsumsi sehari-hari. Ya, diabetes atau kencing manis bisa memicu disfungsi seksual pada perempuan.

Pada laki-laki, diabetes sudah sering dikaitkan dengan risiko impotensi atau lemah syahwat. Pasalnya, kelebihan kadar gula dalam darah bisa menyebabkan kerusakan saraf dan pemuluh darah termasuk yang mengalirkan darah menuju kemaluan para laki-laki.

Meski demikian, efek serupa belum banyak dipelajari pada perempuan yang memang tidak membutuhkan ereksi dalam berhubungan seks. Dalam kondisi apapun asal pelumasannya cukup, perempuan selama ini dianggap tidak pernah memiliki masalah seksual yang serius.

Baru-baru ini, para ilmuwan dari University of California mengungkap bahwa kerusakan saraf dan pembuluh darah ke daerah intim atau area genital bisa memicu masalah pada perempuan. Memang tidak kelihatan seperti halnya impotensi pada laki-laki, tetapi efeknya sangat bisa dirasakan.

"Perempuan pengidap diabetes dalam penelitian ini punya lebih banyak masalah seksual, tetapi gairahnya sama tingginya dengan perempuan sehat," kata Dr Alison Huang yang memimpin penelitian tersebut seperti dikutip dari Dailymail, Minggu (29/7/2012).

Berdasarkan pengamatan terhadap 2.300 perempuan pengidap diabetes di California, sebanyak 30 persen lebih mengaku tidak terpuaskan secara seksual meski sering berhubungan seks sesering perempuan sehat. Ketidakpuasan ini membuat sebagian partisipan gagal mencapai orgasme.

Diabetes sendiri ada 2 macam, yakni tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 merupakan kelainan insulin yang didapat sejak lahir, sementara diabetes tipe 2 lebih disebabkan oleh gaya hidup yang kurang gerak dan terlalu banyak mengonsumsi yang manis-manis seperti gula dan karbohidrat sederhana.



(up/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit