detikhealth

Berawal dari Perut Buncit Lalu Berjuang Tiada Henti Mencari Donor Hati

Vera Farah Bararah - detikHealth
Senin, 30/07/2012 10:58 WIB
Halaman 1 dari 3
Maryanto & Ita (dok: detikHealth)
Jakarta, Maryanto tidak pernah tahu jika dirinya terkena infeksi hepatitis B, sampai akhirnya dokter mendiagnosis ia dengan sirosis dan membutuhkan transplantasi hati. Namun ternyata sangat sulit mendapatkan donor hati.

"Awalnya pada puasa tahun 2009, suami saya mengeluh perutnya buncit dan kakinya bengkak. Tapi kebanyakan bilang akibat banyak jalan atau masuk angin, jadi tidak dihiraukan," ujar sang istri Ita (47 tahun), dalam acara peringatan Hari Hepatitis Sedunia 28 Juli 2012 di Gedung Kemenkes, Jakarta seperti ditulis Senin (30/7/2012).

Namun sekitar 2 bulan kemudian ia mulai menceritakan kondisi suaminya ke kakak dan diketahui ternyata keluarga besar suaminya memiliki riwayat hepatitis. Salah satunya adalah ayah dari suaminya meninggal akibat kanker hati.

Maryanto pun akhirnya melakukan pemeriksaan, saat itu kondisinya terbilang sehat dan bugar sekali. Namun ternyata hasil pemeriksaan laboratorium sangat mengejutkan karena ia dinyatakan memiliki sirosis.

Ita menceritakan dokter penyakit dalam yang saat itu menangani suaminya mengatakan ia tidak bisa menangani kondisi ini sehingga Maryanto pun dirujuk ke dr Irsan Hasan, SpPD-KGEH di RSCM.

"Sirosis yang dialami cukup parah, saat didiagnosis kondisinya antara stadium B dan C, tapi saat akan dioperasi sudah ada di pertengahan stadium C," ungkap Ita.

Kondisi yang dialami oleh Maryanto ini sudah terdapat gelembung-gelembung darah yang besar dan siap pecah. Tapi saat itu gelembung tersebut tidak didipecahkan melainkan hanya diikat atau diligasi yang membutuhkan biaya Rp 13-15 juta.Next

Halaman 1 2 3
(ver/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit