detikhealth

Ulasan Khas Misteri Mati Suri

Mati Suri, Saat Kematian Belum Benar-benar Tiba

Irna Gustia - detikHealth
Rabu, 01/08/2012 07:47 WIB
 Mati Suri, Saat Kematian Belum Benar-benar Tiba(Foto: thinkstock)
Jakarta, Hal yang paling menakutkan manusia adalah kematian karena datangnya kematian tidak pernah dipersiapkan.

Setelah kematian, cerita hidup manusia tersebut berakhir, tapi ada beberapa orang yang masih bisa hidup setelah mengalami mati sejenak atau mati suri. Bagaimana orang-orang ini bisa bangun kembali dari mati suri semuanya masih misteri.

"Pengalaman mati suri memang tidak dapat disamakan dengan kematian yang sesungguhnya tetapi paling tidak dapat menguak sebagian misteri kematian dari orang-orang yang pernah menjelajah ke alam sana, apabila Anda mempercayai yang mereka alami," kata Psikolog Sosial Rubiana Soeboer seperti dilansir dari bukunya 'Mati Suri', Rabu (1/8/2012).

Kasus-kasus kenapa orang yang sudah secara medis dinyatakan meninggal, kemudian dalam beberapa menit bisa hidup lagi adalah sesuatu yang sulit dijelaskan secara ilmiah.

Secara medis seperti dilansir mayoclinic proses kematian terjadi dimulai ketika tubuh tidak bisa mendapatkan asupan oksigen yang diperlukan untuk bisa bertahan hidup. Lalu sel-sel di tubuh mulai mati satu per satu karena kekurangan oksigen. Jika asupan oksigen berkurang maka akan mengakibatkan kematian sel dalam waktu 3-7 menit saja.

Kematian akan semakin mendekat jika kaki dan tangan terasa dingin dan mulai sedikit membiru akibat terhentinya aliran darah ke daerah tersebut. Tapi lama-kelamaan akan semakin menyebar ke bagian tubuh atas seperti lengan, bibir dan kuku. Saat itulah orang menjadi tidak responsif, meskipun matanya terbuka tapi tatapan matanya kosong atau tidak melihat sekelilingnya.

Setelah itu pernapasan akan terhenti sama sekali dan diikuti oleh berhentinya kerja jantung, maka secara klinis orang tersebut sudah mati karena tidak ada sirkulasi dan cadangan oksigen untuk bisa mencapai sel-sel di tubuh.

Namun kematian klinis bisa dikembalikan melalui proses CPR (napas bantuan), transfusi atau ventilator. Tapi jika 4-6 menit setelah kematian klinis tidak ada perubahan, maka itu artinya jantung sudah tidak bisa bekerja lagi.

Karena jantung sudah tidak bekerja, maka otomatis aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh dan otak juga akan terhenti. Akibat tidak adanya asupan oksigen dan darah ke otak, maka dalam hitungan beberapa detik otak juga akan mati.

Banyak kasus ketika dokter mengatakan sang pasien sudah mati, rata-rata yang mengalami mati suri kembali terbangun dalam 5-20 menit. Kondisi yang sulit dijelaskan secara medis dan hanya satu kata yang cocok untuk menyebutnya sebagai sebuah 'keajaiban'.

Peneliti Amerika dan penulis buku-buku tentang pengalaman mendekati kematian (near death experience) PMH Atwater dalam kajiannya menyebutkan pengalaman mati suri tidak selamanya buruk bahkan lebih banyak yang menyenangkan.

"Fenomena ini memberikan kesempatan kepada mereka yang mengalaminya untuk meralat kesalahan yang pernah dilakukannya atau menyembuhkan kekosongan hidup yang dialaminya. Dalam beberapa hal pengalaman mati memberikan semangat untuk lebih santai, terbuka dan terus bertumbuh," kata Atwater.

Baik pengalaman yang menyenangkan maupun yang mengerikan saat mati suri, menurut Atwater adalah bagian dari berpindahnya kesadaran seseorang dari satu kesadaran menuju kesadaran yang lain.

Rata-rata orang yang mati suri mengalami perasaan bahwa jiwanya meninggalkan tubuhnya dan ia melayang-layang di atas kepala, lalu berjalan melalui ruang atau jalan kosong yang putih atau lorong yang gelap.

Dalam perjalananannya orang yang mati suri kerap bertemu dengan orang-orang yang disayangi atau keluarganya yang telah meninggal. Namun orang-orang tersebut memintanya untuk kembali dan mengatakan belum saatnya ia berada di dunia lain itu.





(ir/mer)


Ikuti survei online detikHealth berhadiah paket dari SOHO dan merchandise di sini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit