Mengapa Makan Pisang Bikin Orang Muntah?
Senin, 06/08/2012 14:00 WIB
(Foto: ThinkStock)
Berita Lainnya
Jakarta, Sekitar 15 persen orang dewasa mengalami muntah saat makan makanan yang bersifat lengket seperti pisang. Hal aneh tersebut ternyata dipangaruhi oleh saraf di belakang mulut dan dapat diredakan oleh saraf pada telapak tangan.
Peneliti mempelajari koneksi saraf yang aneh antara bagian belakang mulut dengan telapak tangan yang menjadi alasan mengapa orang dapat muntah jika makan makanan yang bersifat lengket.
Refleks muntah pada manusia tersebut memiliki tujuan yang penting ketika masih bayi, yaitu mencegah tersedak makanan dan membantu transisi makanan dari yang semula cair menuju makanan padat.
"Jika bayi usia 4 atau 5 bulan diberi makan pisang yang dihaluskan, bayi dapat tersedak dan meresponnya dengan muntah, tetapi hal ini sifatnya normal," kata Donna Scarborough, seorang profesor patologi di Miami University of Ohio.
Bayi yang diperkenalkan dengan makanan padat pada usia kurang dari 7 bulan lebih cenderung memiliki masalah dengan tersedak. Usus belum dapat menyerap nutrisi dari molekul makanan yang lebih besar, sehingga orang tua disarankan untuk tidak tergesa-gesa memberikan makanan padat pada bayinya.
Bayi belum dapat mencerna potongan pisang tersebut dengan sempurna dan menyebabkannya muntah. Pencernaan bayi akan lebih siap menerima makanan semi padat ketika mencapai usia 9 bulan.
Tetapi orang dewasa pun dapat mengalami muntah karena makan makanan dengan tekstur kental dan lengket seperti pisang dan kentang tumbuk karena refleks muntah yang hipersensitif.
"Dasar-dasar neurologis mengenai hal ini belum diketahui secara pasti, tetapi hal ini mungkin disebabkan karena ujung saraf pada tenggorokan dan lidah terlalu sensitif dalam menanggapi makanan lengket," kata Scarborough seperti dilansir foxnews, Senin (6/8/12).
Ujung saraf ini juga mengalami kesulitan untuk membersihkan makanan dari mulut sehingga orang dalam kondisi tersebut seperti kembali pada masa bayi usia 4 sampai 5 bulan dan meresponnya dengan muntah.
Meski telah dewasa, otak seseorang tetap merespon kondisi ini sama seperti ketika masih bayi karena hal ini mungkin bersifat genetis. Muntah yang ekstrim di usia muda juga dapat menyebabkan semacam trauma yang dikirim ke otak untuk mewaspadai kondisi tubuh ketika di hadapkan pada makanan bertekstur mirip dengan insiden muntah ketika bayi.
Scarborough memperhatikan bahwa refleks muntah anak-anak berkurang ketika dirinya mengepalkan tangan. Kemudian Scarborough akhirnya mengetahui bahwa titik tekanan pada tangan mempengaruhi refleks muntah.
"Ketika tekanan sebesar 2 pon diterapkan ke titik di tengah-tengah telapak kanan atau kiri, refleks muntah berkurang. Saraf pada titik di belakang telapak tangan terhubung ke titik di batang otak yang mengendalikan refleks muntah, dan hal ini bukan cuma karena kebetulan," kata Scarborough.
(ir/ir)
Peneliti mempelajari koneksi saraf yang aneh antara bagian belakang mulut dengan telapak tangan yang menjadi alasan mengapa orang dapat muntah jika makan makanan yang bersifat lengket.
Refleks muntah pada manusia tersebut memiliki tujuan yang penting ketika masih bayi, yaitu mencegah tersedak makanan dan membantu transisi makanan dari yang semula cair menuju makanan padat.
"Jika bayi usia 4 atau 5 bulan diberi makan pisang yang dihaluskan, bayi dapat tersedak dan meresponnya dengan muntah, tetapi hal ini sifatnya normal," kata Donna Scarborough, seorang profesor patologi di Miami University of Ohio.
Bayi yang diperkenalkan dengan makanan padat pada usia kurang dari 7 bulan lebih cenderung memiliki masalah dengan tersedak. Usus belum dapat menyerap nutrisi dari molekul makanan yang lebih besar, sehingga orang tua disarankan untuk tidak tergesa-gesa memberikan makanan padat pada bayinya.
Bayi belum dapat mencerna potongan pisang tersebut dengan sempurna dan menyebabkannya muntah. Pencernaan bayi akan lebih siap menerima makanan semi padat ketika mencapai usia 9 bulan.
Tetapi orang dewasa pun dapat mengalami muntah karena makan makanan dengan tekstur kental dan lengket seperti pisang dan kentang tumbuk karena refleks muntah yang hipersensitif.
"Dasar-dasar neurologis mengenai hal ini belum diketahui secara pasti, tetapi hal ini mungkin disebabkan karena ujung saraf pada tenggorokan dan lidah terlalu sensitif dalam menanggapi makanan lengket," kata Scarborough seperti dilansir foxnews, Senin (6/8/12).
Ujung saraf ini juga mengalami kesulitan untuk membersihkan makanan dari mulut sehingga orang dalam kondisi tersebut seperti kembali pada masa bayi usia 4 sampai 5 bulan dan meresponnya dengan muntah.
Meski telah dewasa, otak seseorang tetap merespon kondisi ini sama seperti ketika masih bayi karena hal ini mungkin bersifat genetis. Muntah yang ekstrim di usia muda juga dapat menyebabkan semacam trauma yang dikirim ke otak untuk mewaspadai kondisi tubuh ketika di hadapkan pada makanan bertekstur mirip dengan insiden muntah ketika bayi.
Scarborough memperhatikan bahwa refleks muntah anak-anak berkurang ketika dirinya mengepalkan tangan. Kemudian Scarborough akhirnya mengetahui bahwa titik tekanan pada tangan mempengaruhi refleks muntah.
"Ketika tekanan sebesar 2 pon diterapkan ke titik di tengah-tengah telapak kanan atau kiri, refleks muntah berkurang. Saraf pada titik di belakang telapak tangan terhubung ke titik di batang otak yang mengendalikan refleks muntah, dan hal ini bukan cuma karena kebetulan," kata Scarborough.
(ir/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Selasa,21/05/2013 20:10 WIB
Ingin Sering Bercinta? Catlah Kamar dengan Warna Karamel, Jangan Merah
-
Selasa,21/05/2013 19:00 WIB
Lakukan Ritual Ini Agar Tidur Anda Lebih Lelap
-
Selasa,21/05/2013 18:28 WIB
Ini Alasan Mengapa PAUD Penting Bagi Perkembangan Anak
-
Selasa,21/05/2013 18:11 WIB
7 Tahun Menikah, Suami Tak Lagi Seperkasa Dulu
-
Selasa,21/05/2013 18:07 WIB
Sudah Kenal WC, Kini Warga Jemaras Cirebon Tak Perlu Singli
-
Selasa,21/05/2013 18:05 WIB
9 Cara Jitu Atasi Insomnia Saat PMS
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Selasa, 21/05/2013 18:03 WIB
7 Tahun Menikah, Suami Tak Lagi Seperkasa Dulu
-
Selasa, 21/05/2013 18:28 WIB
Ini Alasan Mengapa PAUD Penting Bagi Perkembangan Anak
-
Selasa, 21/05/2013 17:28 WIB
Ada Rahasia Apa di Balik Tulisan Tangan?
-
Selasa, 21/05/2013 17:41 WIB
Telat Penuhi Gizi Anak di Usia Emas? Ini Langkah Berikutnya
-
Selasa, 21/05/2013 19:00 WIB
Lakukan Ritual Ini Agar Tidur Anda Lebih Lelap
-
Selasa, 21/05/2013 18:07 WIB
-
Selasa, 21/05/2013 17:16 WIB
Feeding Force, Penyebab Anak Susah Makan
-
Selasa, 21/05/2013 17:59 WIB
9 Cara Jitu Atasi Insomnia Saat PMS
-
9 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 16:07 WIB
7 Malapetaka Paling Horor yang Menyerang Kemaluan Pria
-
Senin, 20/05/2013 15:24 WIB
Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia Ada 1 Juta, Hanya 10% yang Berobat
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

