detikhealth

Kena Hepatitis, Petugas RS Sengaja Sebar Penyakitnya ke Pasien

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Senin, 06/08/2012 15:02 WIB
Kena Hepatitis, Petugas RS Sengaja Sebar Penyakitnya ke PasienDavid Kwiatkowski (Foto: ABC News)
Boston, AS, David Kwiatkowski, mantan teknisi laboratorium rumah sakit di New Hampshire, Amerika Serikat didakwa menginfeksi 31 orang dengan virus Hepatitis C. Bahkan, ribuan pasien lain dari 13 rumah sakit di Amerika Serikat diduga berisiko tertular penyakit berbahaya ini.

Kwiatkowski (32 tahun) sempat bekerja sebagai teknisi laboratorium di Exeter Hospital di New Hampshire. Ia dinyatakan positif mengidap Hepatitis C pada bulan Juni 2010. Dengan sengaja, Kwiatkowski menularkan penyakitnya ini kepada pasien rumah sakit ketika bertugas di Exeter Hospital. Ia bahkan pernah bekerja di sedikitnya 8 rumah sakit di 13 negara bagian.

Oleh karena itu, Exeter Hospital mengeluarkan pernyataan bahwa Departemen Kesehatan memutuskan untuk memperluas pengujian Hepatitis C kepada siapa saja yang pernah menjadi pasien operasi atau ICU tempat Kwiatkowski pernah bekerja. Pejabat kesehatan mendesak sekitar 6.000 orang pasien untuk diuji di Exeter Hospital.

"Anda pergi ke ruang operasi, bangun beberapa jam kemudian dan tidak tahu siapa yang ada di sekitar Anda. Saya takut saya tidak tahu apa yang terjadi di sekitar saya ketika tidak sadar dan sayangnya saya berada di rumah sakit pada 3 waktu yang berbeda," kata seorang mantan pasien seperti dilansir ABC News, Senin (6/8/2012).

Wabah hepatitis merebak di Exeter Hospital pada bulan Mei 2012 lalu. Penyelidikan kemudian dilakukan di beberapa daerah oleh instansi pemerintah negara bagian dan FBI. Kecurigaan menguat pada adanya seseorang yang dengan sengaja menyebarkan penyakit di rumah sakit.

Hasil investigasi menduga bahwa Kwiatkowski mengambil jarum suntik Fentanil ketika membawa celemek ke ruang prosedur sampai batas ia tidak diperkenankan masuk. Ia kemudian mengganti jarum suntik Fentanil, obat bius yang lebih kuat daripada morfin, dengan jarum suntik yang tercemar virus Hepatitis C.

Kwiatkowski ditangkap dan didakwa pada 19 Juli dengan tuduhan melakukan penipuan atas bahan-bahan yang diatur secara ketat dan merusak produk konsumen dengan melakukan tindakan sembrono yang membahayakan orang lain. Ia terancam hukuman hingga 24 tahun penjara dan diganjar denda US$ 250.000 atau sekitar Rp 2,35 miliar.

"Bukti yang dikumpulkan sampai saat ini tak terbantahkan bahwa Kwiatkowski adalah sumber wabah Hepatitis C di Exeter Hospital. Dengan penangkapan ini, kami telah menghentikan aksi 'infector serial' yang mengancam keselamatan dan kesehatan publik," kata jaksa AS, John P. Kacavas.

Pria penular hepatitis ini awalnya ditangkap oleh polisi Marlborough di sebuah penginapan di Massachusetts dalam keadaan mabuk. Ketika ditangkap, di kamarnya ditemukan banyak pil berserakan dan catatan bunuh diri yang ditandatangani oleh Kwiatkowski sendiri. Menurut petugas, Kwiatkowski ditangkap karena 'berusaha menyakiti dirinya sendiri'.

"Saya melihat dia tak bisa berdiri kokoh dan napasnya berbau alkohol yang sangat kuat," kata Chief James O'Malley yang menangkap Kwiatkowski.

Selama bekerja di rumah sakit, Kwiatkowski dikenal berperilaku aneh dan dicurigai menyalahgunakan zat. Karyawan rumah sakit lainnya mengatakan bahwa ia sering berkeringat dan pergi ke kamar mandi.

Tak hanya itu, Kwiatkowski juga memiliki kecenderungan berbohong. Ia mengatakan kepada rekan kerja bahwa dirinya pernah bermain bisbol di perguruan tinggi dan tunangannya meninggal dalam kondisi tragis. Dia juga mengaku menangis sepanjang malam karena kematian bibinya. Namun semua ceritanya itu diketahui hanya karangan belaka.

Pada tahun 2008, Kwiatkowski dipecat dari University of Pittsburgh Medical Center setelah ketahuan bekerja di daerah yang tidak ditugaskan. Dua tahun kemudian, ia dipecat lagi dari pekerjaannya sebagai teknisi radiasi di Rumah Sakit Jantung Arizona di Phoenix setelah ditemukan tak sadarkan diri di ruang ganti dengan jarum suntik menancap di tubuhnya.

Triage Staffing Inc, Omaha, lembaga yang menempatkan Kwiatkowski bekerja di rumah sakit, telah digugat oleh pengacara malpraktek dan mantan ahli bedah jantung di Boston. Sang pengacara, Domenic Paolini, mengajukan gugatan class action atas nama orang-orang yang direkomendasikan menjalani uji hepatitits oleh departemen kesehatan serta pasien yang positif terinfeksi.

Sampai saat ini, hampir 1.300 orang telah diuji termasuk karyawan rumah sakit. Sekitar 31 orang dinyatakan positif mengidap hepatitis C yang cocok dengan penyakit yang diidap Kwiatkowski. Selain itu, 14 orang lain juga dinyatakan positif, namun jenis penyakitnya tidak cocok dengan penyakit Kwiatkowski.


(pah/ir)


Ikuti survei online detikHealth berhadiah paket dari SOHO dan merchandise di sini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit