detikhealth

Dapatkan Hadiah Menarik
Program Akhir Tahun
"QUIZ on Article"

Jumat, 19/12/2014 10:47
100 Konsultasi Terpopuler 2014
Jumat, 19/12/2014 10:16
100 Konsultasi Terpopuler 2014

Kena Hepatitis, Petugas RS Sengaja Sebar Penyakitnya ke Pasien

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Senin, 06/08/2012 15:02 WIB
Halaman 1 dari 2
David Kwiatkowski (Foto: ABC News)
Boston, AS, David Kwiatkowski, mantan teknisi laboratorium rumah sakit di New Hampshire, Amerika Serikat didakwa menginfeksi 31 orang dengan virus Hepatitis C. Bahkan, ribuan pasien lain dari 13 rumah sakit di Amerika Serikat diduga berisiko tertular penyakit berbahaya ini.

Kwiatkowski (32 tahun) sempat bekerja sebagai teknisi laboratorium di Exeter Hospital di New Hampshire. Ia dinyatakan positif mengidap Hepatitis C pada bulan Juni 2010. Dengan sengaja, Kwiatkowski menularkan penyakitnya ini kepada pasien rumah sakit ketika bertugas di Exeter Hospital. Ia bahkan pernah bekerja di sedikitnya 8 rumah sakit di 13 negara bagian.

Oleh karena itu, Exeter Hospital mengeluarkan pernyataan bahwa Departemen Kesehatan memutuskan untuk memperluas pengujian Hepatitis C kepada siapa saja yang pernah menjadi pasien operasi atau ICU tempat Kwiatkowski pernah bekerja. Pejabat kesehatan mendesak sekitar 6.000 orang pasien untuk diuji di Exeter Hospital.

"Anda pergi ke ruang operasi, bangun beberapa jam kemudian dan tidak tahu siapa yang ada di sekitar Anda. Saya takut saya tidak tahu apa yang terjadi di sekitar saya ketika tidak sadar dan sayangnya saya berada di rumah sakit pada 3 waktu yang berbeda," kata seorang mantan pasien seperti dilansir ABC News, Senin (6/8/2012).

Wabah hepatitis merebak di Exeter Hospital pada bulan Mei 2012 lalu. Penyelidikan kemudian dilakukan di beberapa daerah oleh instansi pemerintah negara bagian dan FBI. Kecurigaan menguat pada adanya seseorang yang dengan sengaja menyebarkan penyakit di rumah sakit.

Hasil investigasi menduga bahwa Kwiatkowski mengambil jarum suntik Fentanil ketika membawa celemek ke ruang prosedur sampai batas ia tidak diperkenankan masuk. Ia kemudian mengganti jarum suntik Fentanil, obat bius yang lebih kuat daripada morfin, dengan jarum suntik yang tercemar virus Hepatitis C.

Kwiatkowski ditangkap dan didakwa pada 19 Juli dengan tuduhan melakukan penipuan atas bahan-bahan yang diatur secara ketat dan merusak produk konsumen dengan melakukan tindakan sembrono yang membahayakan orang lain. Ia terancam hukuman hingga 24 tahun penjara dan diganjar denda US$ 250.000 atau sekitar Rp 2,35 miliar.Next

Halaman 1 2
(pah/ir)

Cerianya si Kecil saat liburan. Yuk, Abadikan Momen liburan anda bersama si Buah Hati dan menangkan hadiahnya di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit