Tanda-tanda Orang Kecanduan Game dan Internet
Selasa, 07/08/2012 13:30 WIB
(Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Memasuki era internet, kecanduan terhadap game dan internet tampaknya merupakan masalah yang wajar terjadi karena hampir semua anak-anak dan remaja menyukai permainan model baru ini. Namun bagaimana jika kondisi ini mengganggu kehidupan seseorang dan membuatnya tak bisa melakukan aktivitas lain?
Korea Selatan mungkin satu-satunya negara yang bisa mengidentifikasi dan mengobati kondisi kecanduan terhadap game komputer dan internet. Setelah didaulat sebagai negara dengan broadband internet tercepat di dunia, pemerintah Korsel menghabiskan dana jutaan pertahunnya untuk mengidentifikasi dan mengobati salah satu jenis kecanduan baru ini.
Menurut sebuah studi yang dilakukan pemerintah, ternyata sekitar 8 persen populasi Korsel menderita kecanduan game dan internet. Usia populasi berkisar pada 9-39 tahun.
Akibatnya, Korsel menjadi semacam jendela masa depan bagi sebagian bangsa. Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat baru bisa menemukan adanya gelombang kecanduan game dan internet ini ketika infrastruktur teknologinya telah mengalami kemajuan. Negara lain mengaku terlalu cepat untuk menyadari bahwa kecanduan game merupakan gangguan mental tersendiri.
Di Amerika Serikat, kecanduan game dan internet tidak termasuk dalam daftar resmi Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. Ketika direvisi pun, American Psychiatric Association menyatakan bahwa 'Gangguan Penggunaan Internet (Internet Use Disorder) sebagai gangguan yang masih membutuhkan studi lanjutan.
Meski begitu, sejumlah kelompok di Korsel telah bergerak maju untuk mencari pengobatan yang efektif terhadap kecanduan game dan internet ini.
Salah satu pelopornya adalah Dr. Han Doug-Hyun dari Chung-Ang University Hospital di Seoul, ibukota Korsel. Laboratorium tempat Han bekerja mengobati orang-orang yang kecanduan game menggunakan teknik-teknik yang serupa dengan teknik yang dipakai untuk mengobati kecanduan alkohol, termasuk konseling dan terapi virtual-realita (virtual-reality therapy).
Han pun menunjukkan sejumlah tanda peringatan untuk melihat apakah seseorang mengalami kecanduan game dan internet atau tidak, diantaranya seperti dilansir dari CNN, Selasa (7/8/2012):
1. Pola hidup harian terganggu. Jika seseorang memainkan game atau internet sepanjang malam dan baru beristirahat di siang hari, hal itu bisa jadi peringatan agar orang yang bersangkutan segera memperolah bantuan profesional kesehatan.
2. Jika kecanduan game atau internet itu berpotensi membuat pelakunya kehilangan pekerjaan atau berhenti sekolah agar bisa terus online untuk memainkan game digital.
3. Butuh kepuasan yang lebih tinggi. Pecandu game harus bermain semakin hari semakin lama agar bisa mencapai level kepuasan tersendiri dari game tersebut.
4. Sejumlah pecandu game dan internet menjadi mudah marah atau cemas ketika harus melepaskan aktivitas 'utamanya' itu, apalagi jika dipaksa untuk melakukannya.
5. Ketagihan. Pecandu game dan internet mengalami kondisi ketagihan atau selalu butuh memainkan game atau online internet ketika sedang jauh dari dunia digitalnya itu.
(ir/ir)
Korea Selatan mungkin satu-satunya negara yang bisa mengidentifikasi dan mengobati kondisi kecanduan terhadap game komputer dan internet. Setelah didaulat sebagai negara dengan broadband internet tercepat di dunia, pemerintah Korsel menghabiskan dana jutaan pertahunnya untuk mengidentifikasi dan mengobati salah satu jenis kecanduan baru ini.
Menurut sebuah studi yang dilakukan pemerintah, ternyata sekitar 8 persen populasi Korsel menderita kecanduan game dan internet. Usia populasi berkisar pada 9-39 tahun.
Akibatnya, Korsel menjadi semacam jendela masa depan bagi sebagian bangsa. Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat baru bisa menemukan adanya gelombang kecanduan game dan internet ini ketika infrastruktur teknologinya telah mengalami kemajuan. Negara lain mengaku terlalu cepat untuk menyadari bahwa kecanduan game merupakan gangguan mental tersendiri.
Di Amerika Serikat, kecanduan game dan internet tidak termasuk dalam daftar resmi Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. Ketika direvisi pun, American Psychiatric Association menyatakan bahwa 'Gangguan Penggunaan Internet (Internet Use Disorder) sebagai gangguan yang masih membutuhkan studi lanjutan.
Meski begitu, sejumlah kelompok di Korsel telah bergerak maju untuk mencari pengobatan yang efektif terhadap kecanduan game dan internet ini.
Salah satu pelopornya adalah Dr. Han Doug-Hyun dari Chung-Ang University Hospital di Seoul, ibukota Korsel. Laboratorium tempat Han bekerja mengobati orang-orang yang kecanduan game menggunakan teknik-teknik yang serupa dengan teknik yang dipakai untuk mengobati kecanduan alkohol, termasuk konseling dan terapi virtual-realita (virtual-reality therapy).
Han pun menunjukkan sejumlah tanda peringatan untuk melihat apakah seseorang mengalami kecanduan game dan internet atau tidak, diantaranya seperti dilansir dari CNN, Selasa (7/8/2012):
1. Pola hidup harian terganggu. Jika seseorang memainkan game atau internet sepanjang malam dan baru beristirahat di siang hari, hal itu bisa jadi peringatan agar orang yang bersangkutan segera memperolah bantuan profesional kesehatan.
2. Jika kecanduan game atau internet itu berpotensi membuat pelakunya kehilangan pekerjaan atau berhenti sekolah agar bisa terus online untuk memainkan game digital.
3. Butuh kepuasan yang lebih tinggi. Pecandu game harus bermain semakin hari semakin lama agar bisa mencapai level kepuasan tersendiri dari game tersebut.
4. Sejumlah pecandu game dan internet menjadi mudah marah atau cemas ketika harus melepaskan aktivitas 'utamanya' itu, apalagi jika dipaksa untuk melakukannya.
5. Ketagihan. Pecandu game dan internet mengalami kondisi ketagihan atau selalu butuh memainkan game atau online internet ketika sedang jauh dari dunia digitalnya itu.
(ir/ir)
Baca Juga
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Sabtu,25/05/2013 16:15 WIB
Ssst, Ini yang Mungkin Belum Anda Tahu tentang Ms V
-
Sabtu,25/05/2013 14:07 WIB
Dikira Sombong, Brad Pitt Idap Penyakit Langka Sulit Kenali Wajah
-
Sabtu,25/05/2013 12:04 WIB
Tak Hanya Sehat, Olahraga Juga Bikin Pintar Lho
-
Sabtu,25/05/2013 11:04 WIB
Sindrom Da Costa, 'Sakit Jantung' Yang Disebabkan Kecemasan
-
Sabtu,25/05/2013 10:03 WIB
Ini Dia Terapi Baru Buatan Jepang untuk Kanker Payudara
-
Sabtu,25/05/2013 08:10 WIB
Percuma Olahraga Kalau Malas Bersih-bersih Sehabis Berkeringat
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Sabtu, 25/05/2013 16:03 WIB
Ssst, Ini yang Mungkin Belum Anda Tahu tentang Ms V
-
Sabtu, 25/05/2013 13:58 WIB
Dikira Sombong, Brad Pitt Idap Penyakit Langka Sulit Kenali Wajah
-
Sabtu, 25/05/2013 08:10 WIB
Percuma Olahraga Kalau Malas Bersih-bersih Sehabis Berkeringat
-
Sabtu, 25/05/2013 11:53 WIB
Tak Hanya Sehat, Olahraga Juga Bikin Pintar Lho
-
Jumat, 24/05/2013 20:01 WIB
4 Trik untuk Pria Agar Pasangan Lebih Mudah Capai Orgasme
-
Sabtu, 25/05/2013 09:54 WIB
Ini Dia Terapi Baru Buatan Jepang untuk Kanker Payudara
-
Sabtu, 25/05/2013 11:04 WIB
Sindrom Da Costa, 'Sakit Jantung' Yang Disebabkan Kecemasan
-
Jumat, 24/05/2013 19:02 WIB
Sehatkah Vagina Anda? Ini Indikatornya
-
12 Komentar
-
11 Komentar
-
9 Komentar
-
8 Komentar
-
8 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 24/05/2013 06:56 WIB
30 Menit Berolah Raga Secara Rutin Lebih Baik Daripada 2 Jam Sehari
-
Kamis, 23/05/2013 13:33 WIB
3 Penyebab Pria Sudah Botak di Usia 20-an Tahun
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

