Ini Penyebab Perempuan dengan Rambut Berlebih Sulit Hamil
Kamis, 09/08/2012 09:35 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Umumnya rambut yang tumbuh berlebih di tubuh hanya dialami oleh laki-laki, tapi kadang ada pula perempuan yang memilikinya. Ternyata rambut berlebih ini bisa membuat perempuan sulit hamil.
Kondisi ini dialami oleh Marianne Ponsonby-White yang tiap pagi harus memeriksa wajahnya di cermin, bukan mencari keriput atau bintik melainkan rambut yang tidak diinginkan.
"Setiap pagi tanpa terlewati ada setidaknya selusin rambut hitam tebal yang muncul di pipi dan juga dagu," ujar Marianne, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (9/8/2012).
Perempuan berusia 30 tahun ini diketahui memiliki sindrom ovarium polikistik (polycystic ovary syndrome/PCOS) yang mana ada ketidakseimbangan hormon dalam ovarium sehingga memiliki hormon laki-laki testosteron berlebih.
Kondisi ini menyebabkan pembentukan kista kecil yang sebagian besar tidak bermasalah, pertumbuhan rambut berlebihan (hirsutisme), kebotakan, menstruasi yang tidak menentu, jerawat dan masalah kesuburan.
Sekitar 40 persen perempuan dengan PCOS akan mengalami masalah kesuburan seperti sulit hamil. Ini karena kadar testosteron berlebih membuat ovulasi tidak teratur sehingga lebih sulit untuk hamil secara alami. Karena itu sekitar seperempat perempuan dengan PCOS memerlukan bantuan untuk pembuahan.
Pada kasus Marianne ia hanya memiliki sedikit gejala tersebut, salah satunya adalah rambut berlebihan yang membuatnya merasa benar-benar tidak feminin.
"Saya harus melakukan waxing wajah setiap 2 minggu dan menggunakan epilator di perut. Jika tidak, maka rambut di wajah dan tubuh akan tumbuh tebal dan sangat gelap, tentu akan menjadi sangat aneh," ungkapnya.
Ketidakseimbangan hormon yang dialami ini tentu bisa mempengaruhi kesuburan yang dimiliki, salah satunya adalah sulit untuk hamil. Kondisi ini dialami oleh bibi dari Marianne yang tidak bisa hamil akibat PCOS ini.
Beberapa ahli mengatakan ada dokter yang gagal menganggap kondisi ini sebagai sesuatu yang serius, padahal pasien membutuhkan bantuan termasuk konseling karena dapat berakibat serius pada kesehatan mental.
"Beberapa dokter tidak bersedia mendiagnosa karena khawatir pasien akan panik tentang infertilitas. Tapi akan lebih baik jika mereka tahu memiliki PCOS dan melakukan beberapa langkah untuk meringankan gejala," ujar Profesor Helen Mason, ahli endokrinologi dari St George' s Hospital Medical School, London.
Marianne pertama kali melihat ada rambut di wajahnya saat berusia 22 tahun, ketika itu ia tiba-tiba mulai tumbuh kumis dan rambut hitam tebal di tubuhnya. Kondisi ini sempat membuatnya takut karena terlihat mengerikan.
Ia pun melakukan konsultasi dengan dokter, setelah 2 tahun akhirnya ia dirujuk untuk melakukan USG dan diketahui ia memiliki PCOS. Marianne juga terkejut karena perempuan dengan sindrom ini memiliki masalah kehamilan.
(ver/ir)
Kondisi ini dialami oleh Marianne Ponsonby-White yang tiap pagi harus memeriksa wajahnya di cermin, bukan mencari keriput atau bintik melainkan rambut yang tidak diinginkan.
"Setiap pagi tanpa terlewati ada setidaknya selusin rambut hitam tebal yang muncul di pipi dan juga dagu," ujar Marianne, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (9/8/2012).
Perempuan berusia 30 tahun ini diketahui memiliki sindrom ovarium polikistik (polycystic ovary syndrome/PCOS) yang mana ada ketidakseimbangan hormon dalam ovarium sehingga memiliki hormon laki-laki testosteron berlebih.
Kondisi ini menyebabkan pembentukan kista kecil yang sebagian besar tidak bermasalah, pertumbuhan rambut berlebihan (hirsutisme), kebotakan, menstruasi yang tidak menentu, jerawat dan masalah kesuburan.
Sekitar 40 persen perempuan dengan PCOS akan mengalami masalah kesuburan seperti sulit hamil. Ini karena kadar testosteron berlebih membuat ovulasi tidak teratur sehingga lebih sulit untuk hamil secara alami. Karena itu sekitar seperempat perempuan dengan PCOS memerlukan bantuan untuk pembuahan.
Pada kasus Marianne ia hanya memiliki sedikit gejala tersebut, salah satunya adalah rambut berlebihan yang membuatnya merasa benar-benar tidak feminin.
"Saya harus melakukan waxing wajah setiap 2 minggu dan menggunakan epilator di perut. Jika tidak, maka rambut di wajah dan tubuh akan tumbuh tebal dan sangat gelap, tentu akan menjadi sangat aneh," ungkapnya.
Ketidakseimbangan hormon yang dialami ini tentu bisa mempengaruhi kesuburan yang dimiliki, salah satunya adalah sulit untuk hamil. Kondisi ini dialami oleh bibi dari Marianne yang tidak bisa hamil akibat PCOS ini.
Beberapa ahli mengatakan ada dokter yang gagal menganggap kondisi ini sebagai sesuatu yang serius, padahal pasien membutuhkan bantuan termasuk konseling karena dapat berakibat serius pada kesehatan mental.
"Beberapa dokter tidak bersedia mendiagnosa karena khawatir pasien akan panik tentang infertilitas. Tapi akan lebih baik jika mereka tahu memiliki PCOS dan melakukan beberapa langkah untuk meringankan gejala," ujar Profesor Helen Mason, ahli endokrinologi dari St George' s Hospital Medical School, London.
Marianne pertama kali melihat ada rambut di wajahnya saat berusia 22 tahun, ketika itu ia tiba-tiba mulai tumbuh kumis dan rambut hitam tebal di tubuhnya. Kondisi ini sempat membuatnya takut karena terlihat mengerikan.
Ia pun melakukan konsultasi dengan dokter, setelah 2 tahun akhirnya ia dirujuk untuk melakukan USG dan diketahui ia memiliki PCOS. Marianne juga terkejut karena perempuan dengan sindrom ini memiliki masalah kehamilan.
(ver/ir)
Baca Juga
- Gemuk Sewaktu Hamil Bisa Hambat Perkembangan Fisik Anak
- Makan Telur Saat Hamil Bisa Kurangi Stres si Jabang Bayi
- 17 Kali Melahirkan Bayi Meninggal, Akhirnya Berhasil di Kehamilan ke-18
- Makanan yang Tidak Aman Dikonsumsi Selama Hamil
- Operasi Caesar Lebih Tinggi Risiko Infeksinya Ketimbang Angkat Rahim
- Janin yang Kena Sindrom Down Bisa Terdeteksi dengan Pengujian Ini
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Rabu,22/05/2013 19:20 WIB
Hati-hati, Cemas Juga Bisa Buat Pria Sulit Ereksi
-
Rabu,22/05/2013 19:07 WIB
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Rabu,22/05/2013 18:47 WIB
'Tak Boleh Nikah Kalau Belum Vaksin Tetanus'
-
Rabu,22/05/2013 18:33 WIB
Selain Perokok, Lansia Juga Rentan Pneumonia
-
Rabu,22/05/2013 18:16 WIB
Hobi Anal Seks, Adakah Alat Pembersih Lubang Anus?
-
Rabu,22/05/2013 18:01 WIB
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Rabu, 22/05/2013 17:52 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Rabu, 22/05/2013 18:09 WIB
Hobi Anal Seks, Adakah Alat Pembersih Lubang Anus?
-
Rabu, 22/05/2013 17:21 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Rabu, 22/05/2013 18:41 WIB
'Tak Boleh Nikah Kalau Belum Vaksin Tetanus'
-
Rabu, 22/05/2013 17:39 WIB
Serunya "Nyodok" di Ruang Bedah RSUD Waled Cirebon
-
Rabu, 22/05/2013 19:00 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Rabu, 22/05/2013 16:16 WIB
Ini Dia Imunisasi yang Penting Untuk Orang Dewasa
-
Rabu, 22/05/2013 14:16 WIB
'Ini Susuku, Matikan Rokokmu!'
-
7 Komentar
-
7 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Selasa, 21/05/2013 20:10 WIB
Ingin Sering Bercinta? Catlah Kamar dengan Warna Karamel, Jangan Merah
-
Selasa, 21/05/2013 17:41 WIB
Telat Penuhi Gizi Anak di Usia Emas? Ini Langkah Berikutnya
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

