Sama-sama Kena Diabetes, Orang Kurus Lebih Gampang Mati
Kamis, 09/08/2012 14:50 WIB
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Diabetes biasanya berkaitan dengan obesitas dan kegemukan. Namun penyakit ini juga dapat menyerang orang kurus ataupun yang berat badannya normal. Sayangnya, pada orang dengan berat badan normal maupun yang kurus, penyakit ini lebih berbahaya.
Menurut peneliti, orang yang mengalami obesitas dianggap lebih berisiko mengidap penyakit kronis. Namun di sisi lain, orang obesitas juga lebih terlindungi dari kematian akibat penyakit tertentu, misalnya penyakit jantung. Temuan yang dimuat Journal of American Medical Association ini merupakan hal yang paradoks.
"Kegemukan dan obesitas menganugerahkan efek perlindungan tertentu dalam stadium akhir penyakit ginjal dan gagal jantung. Ini disebut paradoks obesitas," kata peneliti, Mercedes Carnethon seperti dilansir Counsel and Heal, Kamis (9/8/2012).
Para peneliti memeriksa penelitian sebelumnya terhadap lebih dari 2.600 orang yang didiagnosis mengidap diabetes pada tahun 1990 - 2006. Semua peserta adalah orang kulit putih berusia sekitar 40 tahun. Sebanyak 50 persen di antaranya adalah laki-laki.
Para peneliti kemudian mengelompokkan peserta berdasarkan indeks massa tubuhnya. Indeks massa tubuh 18,5 - 24,99 dianggap memiliki berat badan normal, sedangkan indeks massa tubuh lebih dari 25 dianggap mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Secara keseluruhan, sebanyak 12 persen peserta memiliki berat badan normal pada saat didiagnosis. Selama penelitian, hampir 450 orang meninggal dunia akibat penyakit jantung dan penyebab lain yang tidak diketahui. Peneliti kemudian memperhitungkan faktor-faktor seperti lingkar pinggang, kebiasaan merokok, demografi, tekanan darah dan kadar kolesterol peserta.
Peneliti menemukan bahwa orang-orang dengan berat badan normal yang mengidap diabetes melitus tipe 2 berisiko meninggal dunia 2 kali lebih besar dibanding orang yang mengalami kelebihan berat badan. Orang dengan berat badan normal juga memiliki risiko 2,32 kali lebih besar meninggal akibat penyebab lain dibandingkan penderita diabetes yang memiliki kelebihan berat badan.
"Saat ini, sekitar 5 - 15 persen pengidap diabetes melitus tipe 2 adalah orang dengan berat badan normal. Persentasenya ini secara keseluruhan akan mengalami kenaikan. Dokter perlu memperhatikan kelompok ini dan memperlakukannya sebagai pengidap penyakit agresif," kata Carnethon.
Menurut National Library of Medicine AS, olahraga amat penting bagi penderita diabetes. Jantung yang berdetak lebih cepat dan napas yang lebih cepat membantu menurunkan tingkat gula darah tanpa menggunakan obat.
Olahraga dapat membantu menjaga kesehatan dengan cara meningkatkan aliran dan tekanan darah. Olahraga juga meningkatkan tingkat energi dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menangani stres.
(pah/ir)
Menurut peneliti, orang yang mengalami obesitas dianggap lebih berisiko mengidap penyakit kronis. Namun di sisi lain, orang obesitas juga lebih terlindungi dari kematian akibat penyakit tertentu, misalnya penyakit jantung. Temuan yang dimuat Journal of American Medical Association ini merupakan hal yang paradoks.
"Kegemukan dan obesitas menganugerahkan efek perlindungan tertentu dalam stadium akhir penyakit ginjal dan gagal jantung. Ini disebut paradoks obesitas," kata peneliti, Mercedes Carnethon seperti dilansir Counsel and Heal, Kamis (9/8/2012).
Para peneliti memeriksa penelitian sebelumnya terhadap lebih dari 2.600 orang yang didiagnosis mengidap diabetes pada tahun 1990 - 2006. Semua peserta adalah orang kulit putih berusia sekitar 40 tahun. Sebanyak 50 persen di antaranya adalah laki-laki.
Para peneliti kemudian mengelompokkan peserta berdasarkan indeks massa tubuhnya. Indeks massa tubuh 18,5 - 24,99 dianggap memiliki berat badan normal, sedangkan indeks massa tubuh lebih dari 25 dianggap mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Secara keseluruhan, sebanyak 12 persen peserta memiliki berat badan normal pada saat didiagnosis. Selama penelitian, hampir 450 orang meninggal dunia akibat penyakit jantung dan penyebab lain yang tidak diketahui. Peneliti kemudian memperhitungkan faktor-faktor seperti lingkar pinggang, kebiasaan merokok, demografi, tekanan darah dan kadar kolesterol peserta.
Peneliti menemukan bahwa orang-orang dengan berat badan normal yang mengidap diabetes melitus tipe 2 berisiko meninggal dunia 2 kali lebih besar dibanding orang yang mengalami kelebihan berat badan. Orang dengan berat badan normal juga memiliki risiko 2,32 kali lebih besar meninggal akibat penyebab lain dibandingkan penderita diabetes yang memiliki kelebihan berat badan.
"Saat ini, sekitar 5 - 15 persen pengidap diabetes melitus tipe 2 adalah orang dengan berat badan normal. Persentasenya ini secara keseluruhan akan mengalami kenaikan. Dokter perlu memperhatikan kelompok ini dan memperlakukannya sebagai pengidap penyakit agresif," kata Carnethon.
Menurut National Library of Medicine AS, olahraga amat penting bagi penderita diabetes. Jantung yang berdetak lebih cepat dan napas yang lebih cepat membantu menurunkan tingkat gula darah tanpa menggunakan obat.
Olahraga dapat membantu menjaga kesehatan dengan cara meningkatkan aliran dan tekanan darah. Olahraga juga meningkatkan tingkat energi dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menangani stres.
(pah/ir)
Baca Juga
- Ini Sebabnya Orang Terkejut Bisa Langsung Mati
- Orang Gemuk Tak Laku Jadi Donor Organ
- Pasien Diabetes Lebih Baik Periksa Gula Darah Sendiri
- Diabetes Penyakit Mahal yang Tak Cukup Pengobatan Sekali
- Mati Mendadak Bisa Terjadi Saat Asyik Melakukan Ini
- Porsi Makan Atlet Olimpiade Sungguh Luar Biasa Tapi Tak Bikin Gemuk
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Minggu,26/05/2013 10:01 WIB
Keren, Pria Ini Jalani Operasi Otak Sambil Menggenjreng Gitar
-
Sabtu,25/05/2013 16:15 WIB
Ssst, Ini yang Mungkin Belum Anda Tahu tentang Ms V
-
Sabtu,25/05/2013 14:07 WIB
Dikira Sombong, Brad Pitt Idap Penyakit Langka Sulit Kenali Wajah
-
Sabtu,25/05/2013 12:04 WIB
Tak Hanya Sehat, Olahraga Juga Bikin Pintar Lho
-
Sabtu,25/05/2013 11:04 WIB
Sindrom Da Costa, 'Sakit Jantung' Yang Disebabkan Kecemasan
-
Sabtu,25/05/2013 10:03 WIB
Ini Dia Terapi Baru Buatan Jepang untuk Kanker Payudara
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Minggu, 26/05/2013 08:28 WIB
Agar Daya Ingat Makin Tajam, Jangan Lupa Sarapan Sebelum Olahraga
-
Sabtu, 25/05/2013 16:03 WIB
Ssst, Ini yang Mungkin Belum Anda Tahu tentang Ms V
-
Sabtu, 25/05/2013 13:58 WIB
Dikira Sombong, Brad Pitt Idap Penyakit Langka Sulit Kenali Wajah
-
Sabtu, 25/05/2013 08:10 WIB
Percuma Olahraga Kalau Malas Bersih-bersih Sehabis Berkeringat
-
Sabtu, 25/05/2013 11:53 WIB
Tak Hanya Sehat, Olahraga Juga Bikin Pintar Lho
-
Jumat, 24/05/2013 20:01 WIB
4 Trik untuk Pria Agar Pasangan Lebih Mudah Capai Orgasme
-
Sabtu, 25/05/2013 09:54 WIB
Ini Dia Terapi Baru Buatan Jepang untuk Kanker Payudara
-
Sabtu, 25/05/2013 11:04 WIB
Sindrom Da Costa, 'Sakit Jantung' Yang Disebabkan Kecemasan
-
12 Komentar
-
12 Komentar
-
9 Komentar
-
8 Komentar
-
8 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 24/05/2013 06:56 WIB
30 Menit Berolah Raga Secara Rutin Lebih Baik Daripada 2 Jam Sehari
-
Kamis, 23/05/2013 13:33 WIB
3 Penyebab Pria Sudah Botak di Usia 20-an Tahun
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

