detikhealth

Ikut Terapi Kesuburan Bikin Wanita Tambah Stres

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 09/08/2012 16:38 WIB
Ikut Terapi Kesuburan Bikin Wanita Tambah Stres(Foto: thinkstock)
Jakarta, Istri yang tak kunjung hamil tentu membuat sang suami dan keluarganya khawatir. Karena kekhawatiran itulah terkadang sejumlah pasangan berupaya untuk mengikuti terapi kesuburan agar segera mendapatkan keturunan. Masalahnya, sebuah studi baru mengemukakan bahwa wanita yang tengah menjalani terapi kesuburan berisiko terserang post-traumatic stress disorder (PTSD).

Dalam studi ini, hampir 50 persen partisipan menunjukkan gejala-gejala PTSD sehingga partisipan dapat didiagnosis dengan kondisi tersebut. Bahkan presentase itu jauh lebih tinggi daripada jumlah orang dalam populasi umum yang menderita PTSD (8 persen).

"Temuan ini menunjukkan bahwa definisi PTSD itu sendiri perlu diubah sehingga memasukkan pengalaman yang berpotensi menimbulkan trauma seperti kemandulan sebagai salah satu penyebabnya," ujar peneliti Allyson Bradow, direktur layanan psikologi di Home of the Innocents, organisasi nirlaba yang membantu sejumlah keluarga yang membutuhkan di Louisville, Ky.

Padahal selama ini PTSD hanya menyebutkan definisi bahwa penderitanya harus memiliki pengalaman atau menjadi saksi kejadian yang mengancam nyawanya atau bisa menimbulkan cedera serius.

"Seharusnya definisi traumanya diperluas. Memiliki anak, menambah anggota keluarga Anda dan meneruskan kode genetik Anda merupakan dorongan insting manusia. Ketika dorongan itu terancam mungkin bukan berarti hidup Anda ikut terancam namun lebih kepada penurunan harapan hidup," tambah Bradow yang juga pernah menjalani terapi kesuburan dan melakukan studi ini sebagai mahasiswa program doktoral di Spalding University, Louisville.

Bradow tak mengalami masalah apapun saat melahirkan anak pertamanya di usia 26. Namun ketika Bradow dan suaminya berupaya untuk memiliki anak kedua beberapa tahun kemudian, ternyata dokter mendiagnosisnya dengan kondisi yang disebut kemandulan sekunder. Kondisi ini biasanya terjadi setelah pasangan memiliki seorang anak.

"Didiagnosis mengalami kemandulan atau tak bisa memiliki anak lagi rasanya seperti gempa hebat yang mengguncang dunia Anda. Lalu seperti ada gempa susulan akibat penggunaan terapi tersebut," kata Bradow.

Gejala yang dialami selama terapi melebihi orang-orang yang mengalami depresi dan kesedihan mendalam, kondisi yang sebelumnya dikaitkan dengan terapi kesuburan.

Untuk mencari tahu separah apa kondisi ini, Bradow dan koleganya mensurvei 142 orang yang pernah menjalani terapi kesuburan dan mengunjungi sejumlah komunitas pendukung orang-orang yang mengalami kemandulan yang tersebar lewat jaringan internet. 97 persen partisipan adalah wanita dan mereka diminta untuk menyelesaikan sebuah survei online untuk menilai gejala-gejala PTSD yang terlihat pada dirinya.

Hasilnya, sepertiga partisipan mengaku berusaha untuk hamil selama 1-2 tahun dan 60 persen diantaranya telah menjalani terapi kesuburan selama lebih dari 1 tahun.

Secara keseluruhan 46 persen partisipan menunjukkan gejala-gejala yang sesuai dengan kriteria PTSD. Diantara kelompok ini, 75-80 persen mengaku kecewa saat diingatkan tentang kemandulannya seperti ketika melihat iklan popok bayi di TV. Gejala lain yang muncul pada partisipan adalah merasa terpisah dari lingkungannya atau mudah tersinggung. Banyak juga partisipan yang merasa putus asa dan perlu melakukan perubahan pada kepribadiannya.

Selama menjalani terapi, Bradow sendiri tak pernah mendengar dokter menyebutkan apapun tentang bagaimana terapi itu dapat mempengaruhi psikologi pasien.

"Mereka hanya terfokus pada berbagai upaya untuk membuat Anda hamil dan itulah pekerjaan mereka. Namun kita juga harus mempertimbangkan dampak psikologis tentang apa yang terjadi ketika Anda mendapatkan intervensi medis untuk kondisi seperti kemandulan," kata Bradow seperti dilansir myhealthnewsdaily, Kamis (9/8/2012).

Hal ini mendorong Bradow untuk menyarankan agar konseling kesehatan mental perlu dimasukkan ke dalam serangkaian program terapi kesuburan.

(ir/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit