Mau Anak Pintar? Jauhkan dari Junk Food
Kamis, 09/08/2012 17:26 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Berita Lainnya
Dokter yang Keluar dari Rumah Sakit Demi Obati Penyakit Kemiskinan
Inilah Cara Cerdik Agar Konsumsi Gula, Lemak, dan Garam Tak Berlebihan
Tes Darah Ini Bisa Deteksi Kanker Mulut dan Tenggorokan Akibat Seks Oral
Sering Ketiduran Saat Nonton TV, Apakah Itu Tanda Penuaan?
Meski Tak Bisa Melihat, Ini 7 Tunanetra Paling Mengagumkan di Dunia
Jakarta, Orangtua masa kini cenderung malas memperhatikan gizi untuk anak-anaknya yang sedang dalam masa pertumbuhan. Orangtua cenderung memberi makan anak-anaknya dengan makanan olahan praktis namun tak mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan anak seperti halnya junk food.
Padahal sebuah studi di Australia mengungkapkan bahwa bayi dan anak-anak yang diberi makan dengan junk food akan menunjukkan IQ yang lebih rendah dibandingkan bayi dan anak-anak yang diberi pola makan yang sehat.
Studi yang dipimpin oleh Lisa Smithers dari University of Adelaide Public Health mengamati kaitan antara kebiasaan makan pada anak-anak saat berusia 6 bulan, 15 bulan dan 2 tahun serta IQ mereka saat berusia 8 tahun.
Studi yang melibatkan lebih dari 8.000 anak itu mendapati berbagai variasi pola makan anak, mulai dari pola makan tradisional dengan menyediakan makanan yang diolah di rumah, makanan bayi siap saji, ASI dan junk food.
"Pola makan itu nantinya menentukan suplai nutrisi yang dibutuhkan bagi perkembangan jaringan otak dalam dua tahun pertama kehidupannya dan tujuan studi ini adalah untuk melihat apa dampak pola makan tersebut dengan IQ anak-anak," terang Smithers seperti dilansir dari zeenews, Kamis (9/8/2012).
"Dari studi ini kami menemukan bahwa anak-anak yang diberi ASI saat berusia 6 bulan dan memiliki pola makan rutin yang sehat dengan makanan seperti kacang-kacangan, keju, buah dan sayuran pada usia 15 dan 24 bulan terbukti mempunyai IQ 2 poin lebih tinggi daripada anak-anak yang rutin diberi makan dengan biskuit, cokelat, permen, minuman ringan dan keripik dalam dua tahun pertama hidupnya saat keduanya sama-sama berusia 8 tahun," tandas Smithers.
"Kami juga menemukan bahwa makanan bayi siap saji yang diberikan saat anak-anak berusia 6 bulan memberikan dampak negatif terhadap IQ anak yang bersangkutan, namun anehnya ketika menginjak usia 24 bulan, ada beberapa pengaruh positif yang didapatkan dari makanan tersebut," pungkasnya.
(ir/ir)
Padahal sebuah studi di Australia mengungkapkan bahwa bayi dan anak-anak yang diberi makan dengan junk food akan menunjukkan IQ yang lebih rendah dibandingkan bayi dan anak-anak yang diberi pola makan yang sehat.
Studi yang dipimpin oleh Lisa Smithers dari University of Adelaide Public Health mengamati kaitan antara kebiasaan makan pada anak-anak saat berusia 6 bulan, 15 bulan dan 2 tahun serta IQ mereka saat berusia 8 tahun.
Studi yang melibatkan lebih dari 8.000 anak itu mendapati berbagai variasi pola makan anak, mulai dari pola makan tradisional dengan menyediakan makanan yang diolah di rumah, makanan bayi siap saji, ASI dan junk food.
"Pola makan itu nantinya menentukan suplai nutrisi yang dibutuhkan bagi perkembangan jaringan otak dalam dua tahun pertama kehidupannya dan tujuan studi ini adalah untuk melihat apa dampak pola makan tersebut dengan IQ anak-anak," terang Smithers seperti dilansir dari zeenews, Kamis (9/8/2012).
"Dari studi ini kami menemukan bahwa anak-anak yang diberi ASI saat berusia 6 bulan dan memiliki pola makan rutin yang sehat dengan makanan seperti kacang-kacangan, keju, buah dan sayuran pada usia 15 dan 24 bulan terbukti mempunyai IQ 2 poin lebih tinggi daripada anak-anak yang rutin diberi makan dengan biskuit, cokelat, permen, minuman ringan dan keripik dalam dua tahun pertama hidupnya saat keduanya sama-sama berusia 8 tahun," tandas Smithers.
"Kami juga menemukan bahwa makanan bayi siap saji yang diberikan saat anak-anak berusia 6 bulan memberikan dampak negatif terhadap IQ anak yang bersangkutan, namun anehnya ketika menginjak usia 24 bulan, ada beberapa pengaruh positif yang didapatkan dari makanan tersebut," pungkasnya.
(ir/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Rabu,19/06/2013 20:08 WIB
Jepang Kembangkan Organ Vital Manusia dari Rahim Hewan
-
Rabu,19/06/2013 19:33 WIB
Mastectomy Bra, Bra Seksi untuk Wanita 'Tak Berpayudara'
-
Rabu,19/06/2013 19:06 WIB
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Rabu,19/06/2013 18:36 WIB
Yuk Jadi Konsumen Cerdas dengan Rajin Baca Keterangan di Label Makanan
-
Rabu,19/06/2013 18:13 WIB
Takut Kena Kanker karena Kemaluan Terasa Sakit Setelah Ejakulasi
-
Rabu,19/06/2013 18:00 WIB
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Kenali Risiko yang Mungkin Terjadi Jika Ibu Hamil Tidur Ngorok
-
Ini Dia Ciri-ciri Orang yang Kalau Tidur Ngorok
-
Mengapa Suara Mengorok Bisa Berbeda-beda?
-
Terus-terusan Tidur Ngorok? Ini Dampaknya
-
Rabu, 19/06/2013 19:59 WIB
Jepang Kembangkan Organ Vital Manusia dari Rahim Hewan
-
Rabu, 19/06/2013 19:24 WIB
Mastectomy Bra, Bra Seksi untuk Wanita 'Tak Berpayudara'
-
Rabu, 19/06/2013 18:55 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Rabu, 19/06/2013 17:59 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Rabu, 19/06/2013 17:25 WIB
Bra Ini Diciptakan karena Tak Semua Orang Mau Telanjang di Ruang Operasi
-
Rabu, 19/06/2013 18:13 WIB
Takut Kena Kanker karena Kemaluan Terasa Sakit Setelah Ejakulasi
-
Rabu, 19/06/2013 18:27 WIB
Yuk Jadi Konsumen Cerdas dengan Rajin Baca Keterangan di Label Makanan
-
Rabu, 19/06/2013 16:03 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Ini Dia Ciri-ciri Orang yang Kalau Tidur Ngorok
-
35 Komentar
-
18 Komentar
-
16 Komentar
-
16 Komentar
-
15 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Rabu, 19/06/2013 11:08 WIB
Pasangan Anda Tidur Mengorok? Lakukan Langkah Ini Agar Tak Terganggu
-
Rabu, 19/06/2013 10:33 WIB
Meski Tak Bisa Melihat, Ini 7 Tunanetra Paling Mengagumkan di Dunia
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_5.gif)



