Nilai Diri Sendiri Gemuk Bisa Benar-benar Bikin Gemuk
Jumat, 10/08/2012 12:01 WIB
(Foto: thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Berat badan di atas normal alias gemuk merupakan kondisi yang biasanya disebabkan oleh pola makan yang salah atau jarang melakukan aktivitas fisik. Namun menurut sebuah studi baru, sebenarnya hal ini bisa terjadi karena persepsi Anda sendiri.
Kondisi semacam ini sering terjadi pada remaja yang memiliki berat badan normal. Masalahnya baru kelihatan ketika si remaja menganggap dirinya gemuk, padahal hal ini akan cenderung mendorongnya menjadi benar-benar gemuk atau bahkan mengalami obesitas saat dewasa nanti.
Tim peneliti dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU) menemukan satu penjelasan terkait kondisi ini yaitu tekanan psikososial.
Dalam skenario ini, tekanan psikososial yang berhubungan dengan tipe tubuh ideal dan persepsi diri sebagai orang yang mengalami kelebihan berat badan dapat mengakibatkan penambahan berat badan.
"Penjelasan lainnya adalah generasi muda yang menganggap dirinya gemuk seringkali mengubah kebiasaan makannya, misalnya dengan melewatkan jam makan. Padahal penelitian telah menunjukkan bahwa mengabaikan sarapan dapat menyebabkan obesitas," ungkap peneliti Koenraad Cuypers seperti dilansir dari zeenews, Jumat (10/8/2012).
Selain itu, jika seseorang tidak konsisten mengikuti sebuah pola diet maka bisa dipastikan orang itu akan menjadi kontraproduktif, karena tubuhnya berupaya mempertahankan berat badan sebelum dia memulai diet tersebut.
Peneliti pun mencari tahu apakah aktivitas fisik yang membedakan hubungan antara obesitas yang dipersepsikan dengan kondisi obesitas yang sebenarnya.
Namun ternyata peneliti menemukan bahwa olahraga tak bisa mengganti kerugian dampak negatif dari persepsi obesitas pada usia muda.
Kesimpulan ini didapatkan peneliti setelah mengamati 1.196 remaja pria dan wanita yang berat badannya normal pada tahun 1995-1997. Kemudian studi dilanjutkan kembali pada tahun 2006-2008, saat partisipan telah mencapai usia 24-30.
Hasilnya, separuh partisipan masih memiliki berat badan yang normal. Namun 59 persen partisipan yang menganggap dirinya gemuk saat remaja menjadi obesitas saat dewasa.
Jika lingkar pinggang digunakan sebagai ukuran obesitas, peneliti menemukan bahwa persentase partisipan yang menganggap dirinya gemuk saat remaja kemudian menjadi kelebihan berat badan saat dewasa adalah sebesar 78 persen dengan rata-rata lingkar pinggang 3,46 cm.
(ir/ir)
Kondisi semacam ini sering terjadi pada remaja yang memiliki berat badan normal. Masalahnya baru kelihatan ketika si remaja menganggap dirinya gemuk, padahal hal ini akan cenderung mendorongnya menjadi benar-benar gemuk atau bahkan mengalami obesitas saat dewasa nanti.
Tim peneliti dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU) menemukan satu penjelasan terkait kondisi ini yaitu tekanan psikososial.
Dalam skenario ini, tekanan psikososial yang berhubungan dengan tipe tubuh ideal dan persepsi diri sebagai orang yang mengalami kelebihan berat badan dapat mengakibatkan penambahan berat badan.
"Penjelasan lainnya adalah generasi muda yang menganggap dirinya gemuk seringkali mengubah kebiasaan makannya, misalnya dengan melewatkan jam makan. Padahal penelitian telah menunjukkan bahwa mengabaikan sarapan dapat menyebabkan obesitas," ungkap peneliti Koenraad Cuypers seperti dilansir dari zeenews, Jumat (10/8/2012).
Selain itu, jika seseorang tidak konsisten mengikuti sebuah pola diet maka bisa dipastikan orang itu akan menjadi kontraproduktif, karena tubuhnya berupaya mempertahankan berat badan sebelum dia memulai diet tersebut.
Peneliti pun mencari tahu apakah aktivitas fisik yang membedakan hubungan antara obesitas yang dipersepsikan dengan kondisi obesitas yang sebenarnya.
Namun ternyata peneliti menemukan bahwa olahraga tak bisa mengganti kerugian dampak negatif dari persepsi obesitas pada usia muda.
Kesimpulan ini didapatkan peneliti setelah mengamati 1.196 remaja pria dan wanita yang berat badannya normal pada tahun 1995-1997. Kemudian studi dilanjutkan kembali pada tahun 2006-2008, saat partisipan telah mencapai usia 24-30.
Hasilnya, separuh partisipan masih memiliki berat badan yang normal. Namun 59 persen partisipan yang menganggap dirinya gemuk saat remaja menjadi obesitas saat dewasa.
Jika lingkar pinggang digunakan sebagai ukuran obesitas, peneliti menemukan bahwa persentase partisipan yang menganggap dirinya gemuk saat remaja kemudian menjadi kelebihan berat badan saat dewasa adalah sebesar 78 persen dengan rata-rata lingkar pinggang 3,46 cm.
(ir/ir)
Anda punya pengalaman diet yang menginspirasi? Silakan berbagi pengalaman Anda, dan jangan lupa sertakan foto sebelum dan sesudah diet di Sini
Baca Juga
- Turunkan Berat Badan dengan Cara Mengontrol Porsi Makan
- Tinggal Semprot Parfum Diet, Keinginan untuk Makan Bisa Berkurang
- 8 Petunjuk Detoksifikasi Melalui Diet Makanan
- Diet Soda Tidak akan Menyebabkan Anda Kurus
- Rumput Laut Cepat Turunkan Berat Badan, Tapi Orang Tak Tahan Rasanya
- Cara Menurunkan Berat Badan Sambil Tidur
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Rabu,22/05/2013 16:20 WIB
Ini Dia Imunisasi yang Penting Untuk Orang Dewasa
-
Rabu,22/05/2013 15:47 WIB
Tangan Sering Dingin dan Basah Saat Kuliah, Apa Tanda-tanda Stres?
-
Rabu,22/05/2013 15:30 WIB
Jaga Kesehatan Otak, Adaptasi Kebiasaan Makan ala Orang Spanyol Ini
-
Rabu,22/05/2013 15:20 WIB
Kisah Ibu Muda Penderita 8 Tumor yang Bisa Diwarisi pada Anaknya
-
Rabu,22/05/2013 15:03 WIB
Tak Hanya Anak-Anak, Orang Dewasa Juga Butuh Imunisasi
-
Rabu,22/05/2013 14:35 WIB
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Terlalu Lama 'Pelototi' Komputer Bikin Mata Rusak, Benarkah?
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Minus dan Silinder Tak Bisa Sembuh, Mitos Atau Fakta?
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Dia Syaratnya Jika Anda Ingin Jadi Pendonor Mata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kacamata Tebal pada Orang Tua Besar Kemungkinan Menurun pada Anak
-
Rabu, 22/05/2013 14:16 WIB
'Ini Susuku, Matikan Rokokmu!'
-
Rabu, 22/05/2013 14:27 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Rabu, 22/05/2013 13:23 WIB
Sambil Senyum, Peluru AK-47 Dicabut dari Dahi 'Terminator' Pakai Tang
-
Rabu, 22/05/2013 15:14 WIB
Kisah Ibu Muda Penderita 8 Tumor yang Bisa Diwarisi pada Anaknya
-
Rabu, 22/05/2013 13:55 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Rabu, 22/05/2013 15:30 WIB
Jaga Kesehatan Otak, Adaptasi Kebiasaan Makan ala Orang Spanyol Ini
-
Rabu, 22/05/2013 14:56 WIB
Tak Hanya Anak-Anak, Orang Dewasa Juga Butuh Imunisasi
-
Rabu, 22/05/2013 13:00 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
7 Komentar
-
7 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Selasa, 21/05/2013 20:10 WIB
Ingin Sering Bercinta? Catlah Kamar dengan Warna Karamel, Jangan Merah
-
Selasa, 21/05/2013 17:41 WIB
Telat Penuhi Gizi Anak di Usia Emas? Ini Langkah Berikutnya
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

