detikhealth

Bikin Video Cara Beri ASI, Ee.. Malah Dipakai Situs Porno

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jumat, 10/08/2012 13:57 WIB
Bikin Video Cara Beri ASI, Ee.. Malah Dipakai Situs PornoMaryAnn Sahoury (dok. CBS New York)
Fair Lawn, New Jersey, Seorang ibu muda mengira ia beramal ketika memfilmkan tata cara menyusui. Video tersebut diharapkan bisa jadi panduan bagi ibu-ibu baru yang kesulitan memberikan ASI pada buah hatinya. Tapi betapa berangnya ia ketika mengetahui bahwa video tersebut beredar di puluhan situs porno.

MaryAnn Sahoury merasa memiliki keraguan untuk menyusui setelah kelahiran putrinya tiga tahun lalu. Ia lantas menemui konsultan laktasi untuk meminta bantuan.

Sang konsultan kemudian memberitahunya akan ada video instruksional laktasi yang akan ditayangkan pada Parents.com. Wanita asal Fair Lawn, New Jersey, ini kemudian diundang untuk menjadi salah satu bintang video pendidikan tersebut.

Berbulan-bulan setelah video itu direkam, Sahoury tak mendapatkan kabar apa-apa tentang video tersebut, termasuk kapan situs Parent.com akan tayang.

Tapi suatu hari ia melakukan pencarian namanya di Google, betapa terkejutnya ia ketika menemukan puluhan link ke situs porno.

Ketika mengklik link, ia menemukan bahwa rekaman dari video menyusui telah diedit dengan gambar seorang wanita yang tampak mirip dengannya.

"Dimulai dari adegan saya berbicara hingga wanita yang mirip saya melakukan hubungan seksual. Itu merupakan video porno full, mungkin 6 atau 7 menit," ujar MaryAnn Sahoury pada CBS New York, seperti dilansir Dailymail, Jumat (10/8/2012).

Tak hanya itu, Sahoury juga menemukan bahwa video tersebut menggunakan namanya dan putrinya, meskipun dalam perjanjian dengan konsultan laktasi namanya tidak akan dicantumkan.

Kini ia mengajukan gugatan terhadap Parents TV dan perusahaan induknya, Meredith corporation, dengan tuduhan penghinaan dan meminta perusahaan tersebut membersihkan nama baiknya dan nama putrinya.

Meredith corporation juga merasa terkejut dengan beredarnya video pendidikan yang dimaksudkan untuk membantu ibu-ibu baru malah disalahgunakan oleh situs porno.

"Kami akan mengambil tindakan segera. Mempekerjakan spesialis untuk mengajukan tuntutan," ujar juru bicara Meredith pada CBS New York.

Tapi bagi Sahoury upaya tersebut tidaklah cukup. Dia takut ada hal buruk yang kelak terjadi pada putrinya.

"Dia hampir 3 tahun dan saya berpikir bagaimana nanti jika di sekolah menengah temannya mengetik namanya (di Google) dan berkata 'Oh saya melihatmu di situs porno. Bagaimana kamu ada disana?' Itu tidak akan pernah hilang, karena tidak ada tombol delete di internet," tutupnya.



(mer/ir)


Ikuti survei online detikHealth berhadiah paket dari SOHO dan merchandise di sini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit