Pasien yang Punya Asuransi Kesehatan Lebih Cepat Sembuh
Jumat, 10/08/2012 14:57 WIB
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Gosokkan Pepperoni ke Kemaluan di Toko Kelontong, Pria Ini Diamankan
Pasien Kena Masalah Pencernaan, Dokter Resepkan Oral Seks
Banyak Berkorban untuk Pasangan Justru Tak Baik bagi Hubungan
Gizi Kurang dan Kematian Ibu-Balita Masih Jadi Masalah di Indramayu
Ini Pria Pertama di Dunia yang Rela Prostat Diangkat Demi Cegah Kanker
Jakarta, Bagi pasien yang menjalani pengobatan atau rawat inap, asuransi atau jaminan kesehatan sangat bermanfaat untuk meringankan beban biaya. Tak hanya itu, asuransi juga dapat mempercepat proses penyembuhan. Pasien yang memiliki asuransi atau jaminan kesehatan nyatanya lebih cepat sembuh dibanding yang tidak punya.
Awalnya, para peneliti mengira bahwa peluang kesembuhan pasien lebih dipengaruhi oleh ras. Orang Afrika-Amerika yang tinggal di lingkungan perkotaan dengan penghasilan yang rendah dianggap lebih terbebani oleh biaya rumah sakit dan sehingga tingkat kematian saat rawat inapnya lebih tinggi. Namun agaknya ada faktor lain yang lebih berperan dalam kecenderungan ini.
Derek Ng dari Johns Hopkins University Bloomberg School of Public Health dan timnya kemudian berusaha untuk mencari tahu. Ng dan rekan-rekannya melihat catatan medis dari 3 rumah sakit di Maryland dari tahun 1997 hingga 2003. Ketiga rumah sakit tersebut memiliki letak demografis yang berbeda.
Penelitian ini membagi pasien menjadi 3 kelompok, yaitu pasien yang punya asuransi kesehatan swasta, pasien yang punya asuransi kesehatan negara dan pasien yang tidak memiliki asuransi kesehatan. Hasil catatan kesehatan menunjukkan bahwa sebanyak 4.908 orang pasien didiagnosis dengan serangan jantung, 6.759 orang mengalami penyumbatan atau pengerasan arteri dan 1.293 orang terserang stroke.
Pendapatan pasien diketahui dari catatan sensus penduduk, sedangkan pengeluaran pasien untuk pengobatan diketahui lewat berkas kematian. Setelah menganalisis faktor ras, usia, tingkat keparahan penyakit dan rata-rata pendapatan, peneliti menemukan bahwa asuransi kesehatan merupakan indikator terbesar untuk menentukan apakah pasien dapat sembuh setelah masuk rumah sakit atau tidak.
Pasien yang tidak memiliki asuransi kesehatan atau asuransi kesehatannya tidak cukup menanggung biaya perawatan memiliki kemungkinan 31 persen lebih rendah untuk dapat bertahan hidup setelah mengalami serangan jantung. Pasien ini juga kemungkinan hidupnya 50 persen lebih rendah setelah didiagnosis mengalami penyumbatan atau pengerasan arteri.
"Hasil penelitian juga menemukan bahwa tingkat ketahanan hidup pada semua etnis setelah menderita serangan jantung atau stroke hampir sama. Bahkan orang kulit hitam sebenarnya sedikit lebih mungkin untuk pulih setelah mengalami penyumbatan dan pengerasan arteri," kata Derek Ng seperti dilansir Medical Daily, Jumat (10/8/2012).
Di Amerika Serikat, presiden Obama tengah berupaya mereformasi program perawatan kesehatan agar warga AS bisa mendapat pengobatan yang terjangkau. Namun upaya ini masih alot karena harus melewati perdebatan panjang dengan banyak kepala negara bagian. Di Indonesia, asuransi kesehatan untuk masyarakat tak mampu sudah ditanggung oleh Jamkesmas.
(pah/ir)
Awalnya, para peneliti mengira bahwa peluang kesembuhan pasien lebih dipengaruhi oleh ras. Orang Afrika-Amerika yang tinggal di lingkungan perkotaan dengan penghasilan yang rendah dianggap lebih terbebani oleh biaya rumah sakit dan sehingga tingkat kematian saat rawat inapnya lebih tinggi. Namun agaknya ada faktor lain yang lebih berperan dalam kecenderungan ini.
Derek Ng dari Johns Hopkins University Bloomberg School of Public Health dan timnya kemudian berusaha untuk mencari tahu. Ng dan rekan-rekannya melihat catatan medis dari 3 rumah sakit di Maryland dari tahun 1997 hingga 2003. Ketiga rumah sakit tersebut memiliki letak demografis yang berbeda.
Penelitian ini membagi pasien menjadi 3 kelompok, yaitu pasien yang punya asuransi kesehatan swasta, pasien yang punya asuransi kesehatan negara dan pasien yang tidak memiliki asuransi kesehatan. Hasil catatan kesehatan menunjukkan bahwa sebanyak 4.908 orang pasien didiagnosis dengan serangan jantung, 6.759 orang mengalami penyumbatan atau pengerasan arteri dan 1.293 orang terserang stroke.
Pendapatan pasien diketahui dari catatan sensus penduduk, sedangkan pengeluaran pasien untuk pengobatan diketahui lewat berkas kematian. Setelah menganalisis faktor ras, usia, tingkat keparahan penyakit dan rata-rata pendapatan, peneliti menemukan bahwa asuransi kesehatan merupakan indikator terbesar untuk menentukan apakah pasien dapat sembuh setelah masuk rumah sakit atau tidak.
Pasien yang tidak memiliki asuransi kesehatan atau asuransi kesehatannya tidak cukup menanggung biaya perawatan memiliki kemungkinan 31 persen lebih rendah untuk dapat bertahan hidup setelah mengalami serangan jantung. Pasien ini juga kemungkinan hidupnya 50 persen lebih rendah setelah didiagnosis mengalami penyumbatan atau pengerasan arteri.
"Hasil penelitian juga menemukan bahwa tingkat ketahanan hidup pada semua etnis setelah menderita serangan jantung atau stroke hampir sama. Bahkan orang kulit hitam sebenarnya sedikit lebih mungkin untuk pulih setelah mengalami penyumbatan dan pengerasan arteri," kata Derek Ng seperti dilansir Medical Daily, Jumat (10/8/2012).
Di Amerika Serikat, presiden Obama tengah berupaya mereformasi program perawatan kesehatan agar warga AS bisa mendapat pengobatan yang terjangkau. Namun upaya ini masih alot karena harus melewati perdebatan panjang dengan banyak kepala negara bagian. Di Indonesia, asuransi kesehatan untuk masyarakat tak mampu sudah ditanggung oleh Jamkesmas.
(pah/ir)
Baca Juga
- Sembuhkan Polio dan Kanker dengan Tendang Muka Pasien
- Kena Hepatitis, Petugas RS Sengaja Sebar Penyakitnya ke Pasien
- Berkat Cuap-cuap di Twitter, Berhasil Desak Asuransi Bayar Terapi Kanker
- Negara-negara yang Gratiskan Biaya Berobat Warganya
- Cara Mati yang Diinginkan Pasien Kronis
- Banyak yang Tak Rela Asuransi Kesehatan Orang Miskin Dibayar Negara
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Selasa,21/05/2013 15:59 WIB
Hati-hati, Orang Berkulit Gelap Juga Rentan Kanker Kulit
-
Selasa,21/05/2013 15:30 WIB
Ibu Ini Keguguran Tiga Kali Lalu Lahirkan Kembar Tiga dalam Dua Tahun
-
Selasa,21/05/2013 15:02 WIB
Bayi Berisiko Meninggal di Atas Ranjang Jika Tidur Bareng Orang Tua
-
Selasa,21/05/2013 14:31 WIB
Inilah Daftar Perilaku Buruk Balita yang Harus Dihentikan
-
Selasa,21/05/2013 14:04 WIB
Tulang Kena Kanker, Rahang Wanita Ini Diganti Pakai 'Rantai Sepeda'
-
Selasa,21/05/2013 13:29 WIB
Musik Lembut Beri Pengaruh Positif Bagi Kesehatan Bayi Prematur
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Selasa, 21/05/2013 14:31 WIB
Inilah Daftar Perilaku Buruk Balita yang Harus Dihentikan
-
Selasa, 21/05/2013 14:53 WIB
Bayi Berisiko Meninggal di Atas Ranjang Jika Tidur Bareng Orang Tua
-
Selasa, 21/05/2013 13:56 WIB
Tulang Kena Kanker, Rahang Wanita Ini Diganti Pakai 'Rantai Sepeda'
-
Selasa, 21/05/2013 12:24 WIB
8 Posisi Tidur dan Efeknya Pada Kesehatan Tubuh
-
Selasa, 21/05/2013 15:30 WIB
Ibu Ini Keguguran Tiga Kali Lalu Lahirkan Kembar Tiga dalam Dua Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 13:09 WIB
Terkena Penyakit Kelamin Sejak Usia 14 Tahun, Apakah Berbahaya?
-
Selasa, 21/05/2013 12:54 WIB
Bumbu Daging Dijual Sebagai Obat Kanker, Dokter Dipenjara 14 Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 10:24 WIB
Pasien Kena Masalah Pencernaan, Dokter Resepkan Oral Seks
-
9 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 16:07 WIB
7 Malapetaka Paling Horor yang Menyerang Kemaluan Pria
-
Senin, 20/05/2013 15:24 WIB
Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia Ada 1 Juta, Hanya 10% yang Berobat
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

