detikhealth

Stres Karena Pekerjaan? Bersantailah di Sofa

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 10/08/2012 17:27 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Sudah bukan rahasia umum jika pekerjaan adalah salah satu sumber atau penyebab stres dan depresi yang dialami seseorang, selain karena urusan keluarga dan asmara. Sebuah studi pun berupaya menemukan cara untuk mengatasinya.

Sebuah studi mengklaim bahwa menumpahkan segala kekhawatiran (curhat) atau bersantai di sofa bisa membantu meringankan tingkatan stres.

"Dengan adanya tekanan pekerjaan dan finansial yang tinggi pada hampir semua keluarga, maka ruang tamu dan sofa khususnya menjadi bagian yang sangat vital untuk menghilangkan tekanan itu," ujar peneliti Christine Stoddart.

"Apapun pekerjaan Anda, mulai dari penata rambut hingga pengacara, pentingnya momen untuk menumpahkan kekesalan atau segala perasaan negatif sepulang bekerja itu sama sekali tak bisa diremehkan," terangnya seperti dilansir dari medindia, Jumat (10/8/2012).

Polling terhadap 2.000 pekerja di Inggris ini juga mengungkapkan bahwa pekerja wanita dan pekerja berusia muda merupakan orang-orang yang dianggap paling kesulitan untuk memejamkan matanya sepulang bekerja.

Namun yang lebih mengejutkan adalah penata rambut dianggap sebagai profesi yang mengalami kesulitan tinggi untuk beristirahat, diikuti oleh koki dan perawat.

Studi ini menemukan bahwa bersantai di sofa ruang tamu merupakan cara yang paling populer untuk menurunkan stres setelah bekerja seharian (56 persen), diikuti dengan mandi air panas (16 persen).

Peneliti juga menemukan bahwa setiap orang rata-rata membutuhkan sebanyak 45 menit untuk bisa beristirahat setelah pulang bekerja.

(ir/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit