Tanaman Hijau Bisa Kurangi Polusi Hingga 8 Kali Lipat
Senin, 13/08/2012 14:17 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Taman yang asri dan hijau diketahui bisa membantu menyejukkan mata. Tapi ada manfaat lain yang bisa didapatkan dari taman yang dipenuhi pepohonan ini, yaitu bisa menurunkan polusi udara hingga 8 kali lipat.
Sebuah studi baru mengungkapkan tanaman hijau seperti pepohonan dan semak-semak rumput hijau diketahui bisa membantu mengurangi tingkat polusi udara bahkan hingga 8 kali lipat.
Dalam penelitian sebelumnya sudah diketahui bahwa pohon dan tanaman hijau dapat meningkatkan kualitas udara di perkotaan dengan cara menghapus dua jenis polutan yaitu nitrogen dioksida (NO2) dan partikel mikroskopis.
Thomas Pugh dan rekan menjelaskan bahwa konsentrasi dari kedua jenis polutan udara ini bisa berbahaya bagi kesehatan manusia, dan tingkat keduanya sudah melebihi batas aman di jalan-jalan ibu kota.
Beberapa tindakan yang selama ini dilakukan umumnya hanya memberikan sedikit perbaikan yaitu mengurangi polusi kurang dari 5 persen. Untuk itu peneliti berusaha mencari cara baru dalam mengurangi polusi udara ini.
Dalam studi baru ini diketahui menempatkan rumput hijau dan pepohonan di daerah perkotaan bisa mengurangi konsentrasi NO2 di jalan sebanyak 40 persen dan partikel mikroskopis sebanyak 60 persen, seperti dikutip dari MedIndia, Senin (13/8/2012).
Jumlah yang didapatkan ini diketahui jauh lebih besar dibanding dengan perkiraan sebelumnya. Hasil studi ini telah dilaporkan dalam ACS journal Environmental Science and Technology.
Para peneliti menyarankan untuk menanam banyak pohon dan lembah hijau lainnya di sekeliling bangunan pabrik, ini karena pohon-pohon tersebut terbukti efektif menangkap polutan udara yang ada.
(ver/ir)
Sebuah studi baru mengungkapkan tanaman hijau seperti pepohonan dan semak-semak rumput hijau diketahui bisa membantu mengurangi tingkat polusi udara bahkan hingga 8 kali lipat.
Dalam penelitian sebelumnya sudah diketahui bahwa pohon dan tanaman hijau dapat meningkatkan kualitas udara di perkotaan dengan cara menghapus dua jenis polutan yaitu nitrogen dioksida (NO2) dan partikel mikroskopis.
Thomas Pugh dan rekan menjelaskan bahwa konsentrasi dari kedua jenis polutan udara ini bisa berbahaya bagi kesehatan manusia, dan tingkat keduanya sudah melebihi batas aman di jalan-jalan ibu kota.
Beberapa tindakan yang selama ini dilakukan umumnya hanya memberikan sedikit perbaikan yaitu mengurangi polusi kurang dari 5 persen. Untuk itu peneliti berusaha mencari cara baru dalam mengurangi polusi udara ini.
Dalam studi baru ini diketahui menempatkan rumput hijau dan pepohonan di daerah perkotaan bisa mengurangi konsentrasi NO2 di jalan sebanyak 40 persen dan partikel mikroskopis sebanyak 60 persen, seperti dikutip dari MedIndia, Senin (13/8/2012).
Jumlah yang didapatkan ini diketahui jauh lebih besar dibanding dengan perkiraan sebelumnya. Hasil studi ini telah dilaporkan dalam ACS journal Environmental Science and Technology.
Para peneliti menyarankan untuk menanam banyak pohon dan lembah hijau lainnya di sekeliling bangunan pabrik, ini karena pohon-pohon tersebut terbukti efektif menangkap polutan udara yang ada.
(ver/ir)
Baca Juga
- Dalam Jumlah Kecil, Asap Kendaraan Bisa Atasi Penyakit Jantung
- Kelebihan dan Kekurangan Memakamkan Jenazah dengan Cara Ini
- Polusi Udara London bisa Bahayakan Atlet Olimpiade 2012
- Kena Asap Rokok Jauh Lebih Bahaya daripada Kena Udara Kotor
- Suara Bising Kendaraan Bikin Orang Gampang Jantungan
- Sedekah Sampah Yuk!
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Minggu,19/05/2013 14:03 WIB
Sebelum Anak Leukimia Diobati dengan Stem Cell, Pikirlah Sekali Lagi
-
Minggu,19/05/2013 13:02 WIB
Bayi yang Baru Dilahirkan Ini Keracunan Alkohol Gara-gara Ibunya Mabuk
-
Minggu,19/05/2013 12:05 WIB
Obati Leukimia dengan Stem Cell, Berapa Besar Tingkat Keberhasilannya?
-
Minggu,19/05/2013 11:06 WIB
Pesan IDI di Hari Bakti: Batasi Konsumsi Gula untuk Hidup yang Lebih Manis
-
Minggu,19/05/2013 10:01 WIB
Wanita dan Pria, Mana Lebih Baik Fisiknya Sebelum Serangan Jantung?
-
Minggu,19/05/2013 09:03 WIB
Mau Angkat Telepon Pakai Tangan yang Mana? Otaklah Penentunya
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Minggu, 19/05/2013 13:02 WIB
Bayi yang Baru Dilahirkan Ini Keracunan Alkohol Gara-gara Ibunya Mabuk
-
Minggu, 19/05/2013 14:03 WIB
Laporan dari Singapura
Sebelum Anak Leukimia Diobati dengan Stem Cell, Pikirlah Sekali Lagi
-
Minggu, 19/05/2013 12:05 WIB
Laporan dari Singapura
Obati Leukimia dengan Stem Cell, Berapa Besar Tingkat Keberhasilannya?
-
Minggu, 19/05/2013 11:06 WIB
Pesan IDI di Hari Bakti: Batasi Konsumsi Gula untuk Hidup yang Lebih Manis
-
Minggu, 19/05/2013 09:03 WIB
Mau Angkat Telepon Pakai Tangan yang Mana? Otaklah Penentunya
-
Minggu, 19/05/2013 10:01 WIB
Wanita dan Pria, Mana Lebih Baik Fisiknya Sebelum Serangan Jantung?
-
Minggu, 19/05/2013 08:01 WIB
Banyak Minum Minuman Berpemanis Buatan Picu Risiko Batu Ginjal
-
Sabtu, 18/05/2013 16:08 WIB
Agar Pria Berpenis Mungil Pede, Kontes Mr P Terkecil Digelar
-
10 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 17/05/2013 12:27 WIB
Cerebral Palsy Tak Menghambat Gadis Ini Menjadi 'Ratu'
-
Jumat, 17/05/2013 10:00 WIB
Peneliti Indonesia Temukan Alat Diagnosis Cepat untuk Malaria
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

