detikhealth

Kampanye Stop Sunat Perempuan Makin Digencarkan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 17/08/2012 12:12 WIB
Halaman 1 dari 4
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Sunat perempuan atau female genital cutting (FGC) atau female genital mutilation (FGM) masih dipraktikkan secara luas di benua Afrika. Namun kini makin banyak yang menyuarakan sunat perempuan dihentikan.

Praktik ini dianggap ilegal karena sering dilakukan pada gadis berusia 4-8 tahun, usia sebelum mendapatkan siklus menstruasi pertamanya.

Sunat perempuan terdiri atas 4 tipe namun yang paling utama ada 3 yaitu:
1. Clitoridectomy atau penghilangan tudung klitoris (Tipe I)
2. Penghilangan klitoris dan labia minora (Tipe II)
3. Infibulasi atau penghilangan seluruh bagian kelamin, termasuk klitoris, labia minora dan labia majora (Tipe III) hingga hanya tertinggal lubang sebesar pensil di bagian inferior vulva sebagai jalan keluar urin dan darah menstruasi.

Meski tujuan dari prosedur ini adalah mengurangi libido wanita. Pada akhirnya, ketika si wanita yang menjalani infibulasi (penghilangan ekstrem) itu dewasa, ada yang harus melakukan reinfibulasi (RI) atau menjalani pemulihan infibulasi untuk bisa melancarkan persalinan.

Ini karena lubang vagina pasien infibulasi terlalu kecil untuk menjalani proses persalinan lewat vagina sehingga harus dilakukan reinfibulasi untuk memperbesar lubang vaginanya.

Setelah itu, para ibu akan bersikeras untuk menutup vulvanya kembali agar suaminya bersedia berhubungan seksual dengannya.

Seperti dilansir dari healthcanal, Jumat (17/8/2012), salah satu motif yang mendasari dilakukannya sunat perempuan adalah penurunan risiko penyakit akibat berhubungan seksual secara sembarangan karena praktik ini bisa menurunkan dan menghilangkan kepuasan seksual pada wanita. Next

Halaman 1 2 3 4
(ir/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit