Karena Sering Stres, Tentara AS Dibuatkan Obat Anti Bunuh Diri
Kamis, 23/08/2012 08:59 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Pengalaman traumatis di medan perang sering membuat para tentara mengalami stres, bahkan tak jarang sampai ada yang bunuh diri karenanya. Tak ingin tentaranya mati konyol, pemerintah Amerika Serikat membuatkan obat anti bunuh diri.
Proyek pembuatan obat anti bunuh diri dipercayakan kepada para ilmuwan di Indiana University School of Medicine. Tidak tanggung-tanggung, pihak militer Amerika Serikat menggelontorkan dana US$ 3 juta atau sekitar Rp 28,5 triliun untuk keperluan riset tersebut.
Ilmuwan yang akan memimpin proyek riset dan pengembangan tersebut adalah Prof Michael Kubek, yang merupakan pakar di bidang anatomi dan neurobiologi. Sesuai bidangnya, ia akan menciptakan obat yang akan bekerja pada sistem saraf pusat yang berada di otak.
Obat yang akan dikembangkan oleh Prof Kubek berbentuk semprotan atau spray agar mudah digunakan di medan perang. Bahan aktifnya adalah thyrotropin-releasing hormone (TRH), sebuah senyawa yang memiliki efek anti depresi sekaligus anti bunuh diri.
Mewakili Indiana University, Prof Kubek mengatakan bahwa TRH sudah lama diketahui sebagai anti derpesi, namun belum banyak digunakan karena sulit disuntikkan maupun ditelan. Dengan alasan itulah, ia dan rekan-rekannya di Purdue dan di Hebrew University memilih bentuk sediaan semprot.
"Kita sudah mengetahuinya sejak 1970-an bahwa TRH memiliki efek anti depresi dan bekerja dengan sangat cepat. Persoalan utamanya cuma bagaimana cara memasukkannya ke dalam otak," kata Prof Kubek seperti dikutip dari RT.com, Kamis (23/8/2012).
Tujuan dari proyek ini tidak lain adalah untuk mengurangi risiko bunuh diri yang selama ini banyak menghantui para tentara yang sedang maupun pernah diterjunkan ke daerah konflik. Risiko tersebut merupakan dampak dari gangguan stres pasca trauma atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).
(up/ir)
Proyek pembuatan obat anti bunuh diri dipercayakan kepada para ilmuwan di Indiana University School of Medicine. Tidak tanggung-tanggung, pihak militer Amerika Serikat menggelontorkan dana US$ 3 juta atau sekitar Rp 28,5 triliun untuk keperluan riset tersebut.
Ilmuwan yang akan memimpin proyek riset dan pengembangan tersebut adalah Prof Michael Kubek, yang merupakan pakar di bidang anatomi dan neurobiologi. Sesuai bidangnya, ia akan menciptakan obat yang akan bekerja pada sistem saraf pusat yang berada di otak.
Obat yang akan dikembangkan oleh Prof Kubek berbentuk semprotan atau spray agar mudah digunakan di medan perang. Bahan aktifnya adalah thyrotropin-releasing hormone (TRH), sebuah senyawa yang memiliki efek anti depresi sekaligus anti bunuh diri.
Mewakili Indiana University, Prof Kubek mengatakan bahwa TRH sudah lama diketahui sebagai anti derpesi, namun belum banyak digunakan karena sulit disuntikkan maupun ditelan. Dengan alasan itulah, ia dan rekan-rekannya di Purdue dan di Hebrew University memilih bentuk sediaan semprot.
"Kita sudah mengetahuinya sejak 1970-an bahwa TRH memiliki efek anti depresi dan bekerja dengan sangat cepat. Persoalan utamanya cuma bagaimana cara memasukkannya ke dalam otak," kata Prof Kubek seperti dikutip dari RT.com, Kamis (23/8/2012).
Tujuan dari proyek ini tidak lain adalah untuk mengurangi risiko bunuh diri yang selama ini banyak menghantui para tentara yang sedang maupun pernah diterjunkan ke daerah konflik. Risiko tersebut merupakan dampak dari gangguan stres pasca trauma atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).
(up/ir)
Baca Juga
- Gagal Bunuh Diri: Sudah Mati Hidup Lagi, Malah Protes
- Parasit dari Kucing yang Bikin Orang Jadi Ingin Bunuh Diri
- Waspadai! 10 Kejadian yang Bikin Orang Bunuh Diri
- Saat Didiagnosis Kanker, Banyak Pasien yang Ingin Bunuh Diri
- Tak Sedikit Orang Ingin Bunuh Diri Cuma Karena Sakit Kepala
- Gangguan Kesehatan Serius Banyak Dialami Bankir
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Minggu,19/05/2013 11:06 WIB
Pesan IDI di Hari Bakti: Batasi Konsumsi Gula untuk Hidup yang Lebih Manis
-
Minggu,19/05/2013 10:01 WIB
Wanita dan Pria, Mana Lebih Baik Fisiknya Sebelum Serangan Jantung?
-
Minggu,19/05/2013 09:03 WIB
Mau Angkat Telepon Pakai Tangan yang Mana? Otaklah Penentunya
-
Minggu,19/05/2013 08:01 WIB
Banyak Minum Minuman Berpemanis Buatan Picu Risiko Batu Ginjal
-
Sabtu,18/05/2013 16:08 WIB
Agar Pria Berpenis Mungil Pede, Kontes Mr P Terkecil Digelar
-
Sabtu,18/05/2013 14:04 WIB
2 Bocah Kembar Ini Lahir Prematur dengan Jarak 14 Hari
-
Minggu, 19/05/2013 09:03 WIB
Mau Angkat Telepon Pakai Tangan yang Mana? Otaklah Penentunya
-
Minggu, 19/05/2013 10:01 WIB
Wanita dan Pria, Mana Lebih Baik Fisiknya Sebelum Serangan Jantung?
-
Minggu, 19/05/2013 08:01 WIB
Banyak Minum Minuman Berpemanis Buatan Picu Risiko Batu Ginjal
-
Sabtu, 18/05/2013 16:08 WIB
Agar Pria Berpenis Mungil Pede, Kontes Mr P Terkecil Digelar
-
Sabtu, 18/05/2013 10:25 WIB
Inilah Alasan Mengapa Air Kelapa Murni Itu Menyehatkan
-
Sabtu, 18/05/2013 07:53 WIB
5 Kesalahan Terbesar Orang Saat Makan dan Olahraga
-
Sabtu, 18/05/2013 12:01 WIB
Agar Tak Terinfeksi Bakteri Tinja di Kolam Renang, Lakukan Langkah Ini
-
Sabtu, 18/05/2013 14:04 WIB
2 Bocah Kembar Ini Lahir Prematur dengan Jarak 14 Hari
-
10 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 17/05/2013 08:00 WIB
Anak Bersikap Agresif? Ini Dia Faktor Pemicunya
-
Jumat, 17/05/2013 07:45 WIB
Peneliti Unair Obati Pasien HIV dengan Propolis Lebah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

