detikhealth

7 Efek Traumatis yang Dialami Remaja Hamil

Linda Mayasari - detikHealth
Kamis, 23/08/2012 13:54 WIB
7 Efek Traumatis yang Dialami Remaja Hamililustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Seorang remaja yang tidak berhati-hati dalam bergaul cenderung berisiko terhadap kehamilan di usia muda. Seorang remaja di usia dini belum siap secara fisik maupun mental untuk menerima kehamilan sehingga akan menyebabkan efek traumatis.

Efek traumatis tersebut tidak hanya mengganggu remaja ketika hamil dan setelah melahirkan saja, tetapi akan terus menghantuinya seumur hidup. Oleh karena itu diperlukan pengawasan oleh orang tua terhadap anak remajanya agar tetap berada dalam pergaulan yang sehat.

Berikut adalah 7 efek traumatis kehamilan di usia remaja, seperti dilansir onlymyhealth, Kamis (23/8/12) yaitu:

1. Kehilangan kesempatan belajar

Seorang remaja yang telah hamil di usia sekolah akan kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah atau perguruan tinggi. Karena biasanya gadis remaja yang ketahuan hamil akan dikeluarkan dari sekolah.

Menurut data yang ada, gadis remaja yang telah melahirkan anaknya sebelum usia 18 tahun, hanya sebanyak 41 persen saja yang berhasil lulus SMA. Orang-orang yang lulus dari sekolah setelah melahirkan sebagian besar adalah orang-orang yang sudah menikah.

2. Dikucilkan dari lingkungan sosial

Seorang remaja yang hamil di usia yang sangat dini tentu akan menjadi bahan omongan masyarakat di sekitarnya. Hal ini akan menyebabkan masalah psikologis dan membuat remaja menutup diri dari pergaulan karena rasa tidak percaya diri.

3. Kekacauan emosional

Remaja yang harus mengurus bayinya sendiri di usia yang masih terlalu muda, akan mengalami gejolak fisik dan perubahan suasana hati. Tidak stabilnya susana hati karena beban dan tekanan yang dirasakan akan mengacaukan tingkat emosional seseorang dan menyebabkan mudah marah.

4. Kekacauan psikologis

Efek psikologis sering terjadi sebagai akibat dari peningkatan hormon setelah kehamilan, dalam beberapa kasus, hal ini dapat berkembang menjadi depresi postpartum. Depresi ini dapat berlangsung selama beberapa hari atau minggu setelah kelahiran anak.

Hal ini seringkali menjadi alasan mengapa ibu yang masih remaja mengabaikan bayinya. Efek buruk dari kekacauan psikologis ibu adalah terhambatnya perkembangan pendidikan anak. Dalam beberapa kasus, depresi juga bisa bertahan selama bertahun-tahun.

5. Tekanan setelah melahirkan

Setelah melahirkan, ibu yang masih remaja tersebut akan mengalami tekanan yang lebih besar karena besarnya keinginan untuk memperlakukan bayinya seperti kebanyakan ibu-ibu lainnya yang lebih tua.

Tetapi hal ini sangat sulit dilakukan oleh wanita di usia yang masih sangat muda karena kurangnya pengalaman dan kematangan cara berpikir.

6. Gangguan psikologi pada anak

Kondisi remaja yang telah memiliki anak diketahui memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap psikologis anaknya serta kurangnya keterampilan sosial. Hal ini biasanya terjadi pada anak yang mendapatkan perawatan yang buruk oleh orang tua muda yang belum siap membesarkan anak.

7. Kecenderungan perilaku

Efek negatif dari hamil di usia remaja bukan hanya selesai sampai anak lahir dan berkembang seperti anak-anak lainnya saja. Tetapi ibu yang telah melahirkan di usia yang masih dini dapat memiliki kecenderungan perilaku ketika dewasa yang dianggap tidak dapat diterima oleh lingkungan sosial.

Ini mungkin merupakan efek terburuk dari kehamilan ketika remaja, karena anak juga cenderung memiliki perilaku yang sama dengan ibunya. Anak mungkin akan terlibat dalam tindak kriminal atau akan mengalami kehamilan di usia remaja seperti ibunya.

(ir/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit