detikhealth

Cara Mudah Menyapih ASI untuk Anak

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Senin, 27/08/2012 12:51 WIB
Cara Mudah Menyapih ASI untuk Anak(Foto: thinkstock)
Jakarta, Setelah memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan, bayi masih memerlukan ASI untuk tumbuh kembangnya. Tapi bukan berarti ASI harus diberikan terus-menerus sampai anak tumbuh besar. Lalu kapan waktu terbaik dan bagaimana caranya menyapih anak?

Penyapihan bukanlah suatu hal yang negatif, karena penyapihan tidak berarti melepaskan kedekatan emosional antara ibu dan anaknya. Tapi berusaha untuk menuju hubungan yang lebih tinggi lagi dan tetap mempertahankan kedekatan yang sudah ada antara ibu dan anaknya.

Anak yang disapih sebelum waktunya akan memasuki tahap perkembangan berikutnya dengan cemas dan perasaan tidak siap. Waktu penyapihan setiap anak tidak sama, tergantung dari bagaimana kesiapan anak tersebut.

Seperti dikutip dari The Baby Book karangan William dan Martha Sears, penyapihan yang tepat saat kebutuhan anak untuk mengisap sudah berkurang atau semakin menghilang biasanya antara usia 9 bulan hingga 1,5 tahun.

Namun para dokter dan ahli gizi menyarankan untuk melakukannya saat anak sudah berusia di atas 1 tahun. Karena pada saat itu sebagian besar bayi sudah bisa mengatasi alergi berbagai makanan dan dapat tumbuh dengan makanan penggantinya.

Dr Aditya Suryansyah, Sp.A, dari RSAB Harapan Kita dalam konsultasi detikHealth bahkan mengatakan ASI masih dapat dilakukan atau diberikan hingga 2 tahun.

Bagaimana cara menyapih anak?

Menyapih sebagai tindakan tidak memberikan ASI dan secara bertahap menggantinya dengan makanan lain seperti makanan padat atau susu pengganti.

Ada beberapa tahapan yang bisa membantu memudahkan Anda menyapih anak, seperti dilansir Babycentre, Senin (27/8/2012):

Tahap satu
Biarkan bayi menyusu secara penuh, kemudian tawarkan makanan pendamping ASI dengan porsi kecil. Pada tahap ini, biarkan si anak mencoba rasa dan tekstur baru dari makanan, tapi ia masih mendapatkan sebagian besar nutrisinya dari makanan.

Tahap dua
Setelah anak makan dengan baik, Anda bisa mencoba menyapihnya perlahan-lahan. Mulailah dengan menawarkan makanan dulu sebelum ASI atau mengubah jadwal pemberian ASI.

Proses penyapihan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan secara sengaja tidak memberikan ASI pada jam-jam yang tidak terlalu disukai bayi seperti saat bayi asik bermain. Lalu semakin dikurangi dengan hanya sekali atau dua kali saja menyusui, lama-kelamaan waktu menyusuinya semakin berkurang hingga nantinya bayi mulai terbiasa dengan tidak mengonsumsi ASI.

"Cara yang sering dilakukan untuk menyapih lakukan secara perlahan. Misalnya alihkan perhatian anak saat beberapa menit menetek, secara bertarap-tahap. Jangan memberikan penjelasan yang berlebihan kepada anak karena anak tidak mengerti, dan dapat membuat anak menjadi stres," jelas Dr Aditya Suryansyah, Sp.A.

Tahap tiga
Menawarkan susu pengganti lain selain ASI saat bayi sudah benar-benar bisa lepas dari ASI.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah bersiap untuk menghadapi tingkah negatif si kecil seperti marah atau sedih, misalnya dengan mencoba memberinya perhatian lebih dan pengertian secara mudah. Sehingga nantinya anak menjadi mengerti bahwa dirinya harus lepas dari ASI dan mulai mencoba makanan lain.

Dalam proses penyapihan si bayilah yang mencoba untuk melepaskan diri dari ibunya, karena itu waktu penyapihan setiap anak berbeda-beda. Hal ini bisa dilihat dari berkurangnya minat anak untuk mengisap atau menyusui. Usahakan untuk tidak menyapih anak sebelum waktunya.

Jika anak berhasil disapih tepat waktu, maka ada beberapa keuntungan yang didapat seperti lebih mandiri, lebih tertarik pada orang daripada benda-benda, mudah disiplin, jarang marah serta percaya pada orang lain.



(mer/ir)


Punya pengalaman menarik seputar diet ? Kirimkan disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit