Cara Makan Protein yang Benar Biar Tidak Kegemukan
Senin, 03/09/2012 15:26 WIB
(Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Makan protein dengan jumlah melebihi yang direkomendasikan takkan terlalu berbahaya bagi kesehatan. Namun kelebihan protein dapat berkontribusi terhadap jumlah kalori yang berlebihan di dalam tubuh sehingga ujung-ujungnya berat badan Anda pun akan bertambah.
Protein merupakan salah satu jenis nutrisi yang harus ada dalam pola makan setiap orang. Hal ini dipaparkan dengan jelas oleh Institute of Medicine agar orang dewasa memenuhi sedikitnya 0,8 gram protein untuk setiap kilogram tubuhnya dalam sehari.
"Masalahnya, masyarakat kita adalah masyarakat yang hanya terfokus pada daging, produk ternak atau ikan. Jadi ketika membayangkan seporsi makanan, isinya tak jauh-jauh dari daging yang dikelilingi sayuran atau makanan berkarbohidrat di sekitarnya," terang pakar diet dari University of Utah, Julie Metos.
Jumlah Protein yang disarankan
Jumlah protein yang direkomendasikan dalam setiap makanan hanyalah 2-3 ons yang didapatkan dari daging, produk ternak atau ikan, bisa juga dengan setengah cangkir buncis matang.
"3 ons protein itu cuma sebesar kepalan tangan orang dewasa. Namun pada hamburger (fast food) jumlahnya 4 ons jadi jika Anda membeli dua burger jumlahnya sudah 8 ons dan itu berlebihan," ungkapnya.
Jika Anda memang ingin mencoba makan protein yang benar tanpa terancam kegemukan, ada 3 fakta penting tentang protein yang perlu Anda ketahui seperti dikutip dari myhealthnewsdaily, Sabtu (1/9/2012):
1. Diet tinggi protein bisa bantu turunkan berat badan tapi cuma sebentar
Meski ada sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa diet rendah karbo dan tinggi protein dapat membantu menurunkan berat badan lebih cepat daripada diet tinggi karbo dan rendah lemak tapi belum diketahui alasan mengapa diet tinggi protein tak dapat bertahan lama.
"Sejumlah orang juga mengaku merasa lebih kenyang jika melakukan diet protein, lagipula diet ini membantu menurunkan asupan kalori mereka tapi dari waktu ke waktu hasilnya tak lebih baik," ungkap Metos.
2. Makan lebih banyak protein takkan menumbuhkan otot
"Orang-orang yang mencoba membentuk tubuhnya mengira mereka butuh protein lebih banyak sehingga menyiasatinya dengan minum protein shake tapi sebenarnya mereka tidak butuh itu sama sekali," kata Metos.
3. Makan terlalu banyak protein bisa berakibat buruk bagi kesehatan
Risiko makan terlalu banyak protein sangat bergantung pada jenis protein apa yang Anda makan. Tapi beberapa jenis makanan berprotein tinggi memang kaya akan lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
"Protein juga mengandung kalori jadi jika Anda makan protein terlalu banyak dan tidak mengimbanginya dengan olahraga maka protein itu akan tersimpan dalam bentuk lemak," tandas Metos.
Makan protein dalam jumlah tinggi dapat berkontribusi terhadap penambahan kadar kolesterol dan asam urat, bahkan dapat menambah beban pada ginjal, terutama bagi orang-orang yang menderita penyakit ginjal.
(ir/ir)
Protein merupakan salah satu jenis nutrisi yang harus ada dalam pola makan setiap orang. Hal ini dipaparkan dengan jelas oleh Institute of Medicine agar orang dewasa memenuhi sedikitnya 0,8 gram protein untuk setiap kilogram tubuhnya dalam sehari.
"Masalahnya, masyarakat kita adalah masyarakat yang hanya terfokus pada daging, produk ternak atau ikan. Jadi ketika membayangkan seporsi makanan, isinya tak jauh-jauh dari daging yang dikelilingi sayuran atau makanan berkarbohidrat di sekitarnya," terang pakar diet dari University of Utah, Julie Metos.
Jumlah Protein yang disarankan
Jumlah protein yang direkomendasikan dalam setiap makanan hanyalah 2-3 ons yang didapatkan dari daging, produk ternak atau ikan, bisa juga dengan setengah cangkir buncis matang.
"3 ons protein itu cuma sebesar kepalan tangan orang dewasa. Namun pada hamburger (fast food) jumlahnya 4 ons jadi jika Anda membeli dua burger jumlahnya sudah 8 ons dan itu berlebihan," ungkapnya.
Jika Anda memang ingin mencoba makan protein yang benar tanpa terancam kegemukan, ada 3 fakta penting tentang protein yang perlu Anda ketahui seperti dikutip dari myhealthnewsdaily, Sabtu (1/9/2012):
1. Diet tinggi protein bisa bantu turunkan berat badan tapi cuma sebentar
Meski ada sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa diet rendah karbo dan tinggi protein dapat membantu menurunkan berat badan lebih cepat daripada diet tinggi karbo dan rendah lemak tapi belum diketahui alasan mengapa diet tinggi protein tak dapat bertahan lama.
"Sejumlah orang juga mengaku merasa lebih kenyang jika melakukan diet protein, lagipula diet ini membantu menurunkan asupan kalori mereka tapi dari waktu ke waktu hasilnya tak lebih baik," ungkap Metos.
2. Makan lebih banyak protein takkan menumbuhkan otot
"Orang-orang yang mencoba membentuk tubuhnya mengira mereka butuh protein lebih banyak sehingga menyiasatinya dengan minum protein shake tapi sebenarnya mereka tidak butuh itu sama sekali," kata Metos.
3. Makan terlalu banyak protein bisa berakibat buruk bagi kesehatan
Risiko makan terlalu banyak protein sangat bergantung pada jenis protein apa yang Anda makan. Tapi beberapa jenis makanan berprotein tinggi memang kaya akan lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
"Protein juga mengandung kalori jadi jika Anda makan protein terlalu banyak dan tidak mengimbanginya dengan olahraga maka protein itu akan tersimpan dalam bentuk lemak," tandas Metos.
Makan protein dalam jumlah tinggi dapat berkontribusi terhadap penambahan kadar kolesterol dan asam urat, bahkan dapat menambah beban pada ginjal, terutama bagi orang-orang yang menderita penyakit ginjal.
(ir/ir)
Anda punya pengalaman diet yang menginspirasi? Silakan berbagi pengalaman Anda, dan jangan lupa sertakan foto sebelum dan sesudah diet di Sini
Baca Juga
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Minggu,19/05/2013 16:04 WIB
Ini Dia 12 Cara Mudah Tingkatkan Orgasme Saat Bercinta
-
Minggu,19/05/2013 14:03 WIB
Sebelum Anak Leukimia Diobati dengan Stem Cell, Pikirlah Sekali Lagi
-
Minggu,19/05/2013 13:02 WIB
Bayi yang Baru Dilahirkan Ini Keracunan Alkohol Gara-gara Ibunya Mabuk
-
Minggu,19/05/2013 12:05 WIB
Obati Leukimia dengan Stem Cell, Berapa Besar Tingkat Keberhasilannya?
-
Minggu,19/05/2013 11:06 WIB
Pesan IDI di Hari Bakti: Batasi Konsumsi Gula untuk Hidup yang Lebih Manis
-
Minggu,19/05/2013 10:01 WIB
Wanita dan Pria, Mana Lebih Baik Fisiknya Sebelum Serangan Jantung?
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Minggu, 19/05/2013 16:04 WIB
Ini Dia 12 Cara Mudah Tingkatkan Orgasme Saat Bercinta
-
Minggu, 19/05/2013 14:03 WIB
Laporan dari Singapura
Sebelum Anak Leukimia Diobati dengan Stem Cell, Pikirlah Sekali Lagi
-
Minggu, 19/05/2013 13:02 WIB
Bayi yang Baru Dilahirkan Ini Keracunan Alkohol Gara-gara Ibunya Mabuk
-
Minggu, 19/05/2013 09:03 WIB
Mau Angkat Telepon Pakai Tangan yang Mana? Otaklah Penentunya
-
Sabtu, 18/05/2013 16:08 WIB
Agar Pria Berpenis Mungil Pede, Kontes Mr P Terkecil Digelar
-
Minggu, 19/05/2013 08:01 WIB
Banyak Minum Minuman Berpemanis Buatan Picu Risiko Batu Ginjal
-
Sabtu, 18/05/2013 10:25 WIB
Inilah Alasan Mengapa Air Kelapa Murni Itu Menyehatkan
-
Minggu, 19/05/2013 10:01 WIB
Wanita dan Pria, Mana Lebih Baik Fisiknya Sebelum Serangan Jantung?
-
10 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Sabtu, 18/05/2013 10:25 WIB
Inilah Alasan Mengapa Air Kelapa Murni Itu Menyehatkan
-
Sabtu, 18/05/2013 09:42 WIB
Tak Hanya untuk Bikin Cokelat, Kakao Juga Bisa Jadi Obat Tifus
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

