detikhealth

Obat Andalan TBC Adalah Sinar Matahari

Vera Farah Bararah - detikHealth
Selasa, 04/09/2012 11:01 WIB
(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Sinar matahari diketahui mengandung vitamin D yang baik untuk kesehatan. Kini peneliti mendapatkan manfaat lain dari sinar matahari ini yaitu membantu percepatan pemulihan tuberculosis (TB).

Para ilmuwan telah menunjukkan bagaimana dan mengapa vitamin D dari sinar matahari dapat mempercepat pemulihan dari pasien dengan tuberculosis. Hal ini turut membantu menjelaskan pengobatan heliotherapy pada zaman dulu sebelum ada antibiotik.

Pada akhir 1800-an yang mana pengembangan antibiotik belum ada, pasien tuberculosis sering dikirim ke tempat yang mana pasien didorong untuk menyerap sinar matahari atau biasa dikenal dengan heliotherapy atau phototherapy.

Sebuah studi yang dipimpin oleh peneliti Inggris telah menemukan bahwa dosis tinggi dari vitamin D yang dibuat dalam tubuh saat terkena sinar matahari bersama dengan pengobatan antibiotik mampu membantu pasien pulih lebih cepat dari penyakit paru-paru yang menular ini.

"Temuan menunjukkan dosis dari vitamin ini mampu meredam respons inflamasi tubuh terhadap infeksi, mengurangi kerusakan pada paru-paru," ujar Adrian Martineu yang memimpin penelitian sekaligus dosen senior untuk infeksi pernapasan dan kekebalan di Queen Mary University of London, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (4/9/2012).

Martineu menuturkan terkadang respons inflamasi bisa menyebabkan kerusakan jaringan yang mengarah ke rongga di paru-paru. Untuk itu jika bisa membantu rongga paru menyembuhkan lebih cepat, maka kerusakan paru-paru jadi lebih sedikit.

Peneliti menemukan sejumlah besar penanda inflamasi turun lebih cepat pada pasien yang menerima vitamin D, serta Mycobacterium tuberculosis yang merupakan bakteri penyebab TB dibersihkan lebih cepat dari dahak batuk di dalam paru-paru.

Para peneliti juga mengatakan kemampuan vitamin D untuk meredam respons inflamasi ini tanpa mengganggu aksi antibiotik di dalam tubuh.

Tuberculosis merupakan infeksi yang bisa menghancurkan jaringan paru-paru dan menyebabkan pasien batuk sambil mengeluarkan bakteri dan menyebar melalui udara sehingga terhirup oleh orang lain.

Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat resistensi terhadap obat TB telah menyebar dengan cepat di seluruh dunia sehingga menimbulkan kekhawatiran tersendiri dan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan pengobatan baru yang lebih efektif.

(ver/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit