Awas, Serangan Jantung Bisa Terjadi Kapanpun!
Senin, 10/09/2012 13:25 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Dokter yang Keluar dari Rumah Sakit Demi Obati Penyakit Kemiskinan
Inilah Cara Cerdik Agar Konsumsi Gula, Lemak, dan Garam Tak Berlebihan
Tes Darah Ini Bisa Deteksi Kanker Mulut dan Tenggorokan Akibat Seks Oral
Sering Ketiduran Saat Nonton TV, Apakah Itu Tanda Penuaan?
Meski Tak Bisa Melihat, Ini 7 Tunanetra Paling Mengagumkan di Dunia
Jakarta, Ernie Bender berperawakan kurus dan atletis, dia juga suka main ski dan banyak berjalan kaki. Bender pun rajin snowshoeing (berjalan di atas salju) setiap Rabu bersama teman-temannya. Pengawas tempat kursus golf itu hidup bahagia di Vail, Colorado bersama istri dan ketiga anak laki-lakinya.
Tapi suatu malam di tahun 2000, saat Bender dan teman-temannya memutuskan untuk snowshoeing di Gunung Vail dengan menaiki gondola, tiba-tiba Bender mengeluhkan ada masalah pada pencernaannya padahal ia sudah makan siang.
Sesaat sebelum naik ke gondola, Bender mengatakan kepada teman-temannya bahwa ia perlu duduk terlebih dulu. Tapi setelah mereka mendapatkan gondola, tahu-tahu Bender sudah kehilangan kesadarannya.
Anehnya, Bender bukanlah perokok dan jarang minum-minum. Tekanan darahnya pun baik-baik saja. Dokter mengatakan bahwa kadar kolesterolnya juga baik tapi seingat istrinya, mungkin itulah yang selama ini tak diperhatikan Bender.
Meski terlihat sehat, nyatanya Bender meninggal dunia akibat serangan jantung di usia yang masih terbilang muda, 47 tahun. "Kami tak mengira itu akan terjadi. Kematiannya terasa berat bagi kami, tepat di saat Bender mulai menjadi contoh ayah yang baik untuk anak-anaknya," kata Kim Tofferi, istri Bender.
Menurut data dari American Heart Association, serangan jantung lebih banyak terjadi pada lansia atau 82 persen orang yang meninggal akibat penyakit jantung koroner berada pada usia minimal 65 tahun.
Meski begitu risiko serangan jantung pada pria bisa terjadi pada usia 45 ke atas dan wanita 55 tahun ke atas, bahkan di usia yang jauh lebih muda. Perubahan gaya hidup seperti pola makan sehat, mempertahankan kadar tekanan darah dan berat badan normal dan tak merokok ternyata tak cukup untuk mengatasi hal itu.
Satu-satunya faktor yang tak dapat diubah adalah riwayat keluarga. Kebetulan ayah Bender pernah menjalani operasi bypass jantung sebanyak tiga kali setahun sebelum kematian Bender, ungkap Tofferi. Lagipula pria cenderung lebih sering terkena serangan jantung daripada wanita.
Serangan jantung seringkali diakibatkan oleh penyakit arteri koroner yang terjadi ketika plak terbentuk di dalam arteri koroner. Dalam otopsi pun terungkap bahwa Bender mengalami pemblokiran arteri akut, tutur Tofferi.
Meski serangan jantung di usia muda tidaklah umum, tapi jumlahnya akan terus bertambah karena obesitas sendiri tengah menghantui banyak orang, ungkap Dr. Lee Goldman, seorang profesor dan dekan fakultas ilmu kedokteran dan kesehatan di Columbia University Medical Center.
Menurutnya, kelebihan berat badan mendorong munculnya penyakit diabetes tipe II dan peningkatan tekanan darah serta kadar kolesterol jahat dalam darah yang dapat berujung pada serangan jantung.
Oleh karena itu, berhenti merokok dan memiliki berat badan normal merupakan kunci untuk menghindari serangan jantung, katanya. Kalaupun Anda mengalami obesitas, pastikan kadar kolesterol dan tekanan darah Anda selalu terkontrol.
"Tak ada metode pencegahan yang lebih baik daripada mengatasi faktor risiko penyakit itu sendiri," ujar Goldman seperti dilansir dari CNN, Senin (10/9/2012).
Ketika ada seseorang berusia muda seperti 30-an ke bawah tapi meninggal karena masalah jantung berarti mungkin ada penyebab lain, ujar Alan Ackermann, seorang dokter ahli kardiologi dari Miami. Bisa jadi jantungnya membesar, menyempit atau cacat bawaan yang dapat menyebabkan penderitanya mati mendadak.
Masalahnya karena orang-orang berusia muda tak percaya jika mereka juga berisiko terkena serangan jantung maka biasanya mereka takkan segera pergi ke rumah sakit ketika mengalami gejala-gejala peringatan.
Padahal sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa tes yang diberi nama coronary calcium scan dapat memprediksi risiko penyakit kardiovaskular secara efektif. Scan ini bekerja dengan mengidentifikasi munculnya bintik-bintik kalsium di dinding arteri yang menunjukkan gejala awal pembentukan plak.
Biayanya pun relatif murah yaitu USD 200 tapi pasien harus memperoleh sejumlah radiasi. Ackermann merekomendasikan tes ini bagi wanita berusia 50 tahun dan pria berusia 45 tahun ke atas. Tapi jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan serangan jantung prematur maka lebih baik jika Anda mulai memeriksakannya pada usia 40-an.
(ir/ir)
Tapi suatu malam di tahun 2000, saat Bender dan teman-temannya memutuskan untuk snowshoeing di Gunung Vail dengan menaiki gondola, tiba-tiba Bender mengeluhkan ada masalah pada pencernaannya padahal ia sudah makan siang.
Sesaat sebelum naik ke gondola, Bender mengatakan kepada teman-temannya bahwa ia perlu duduk terlebih dulu. Tapi setelah mereka mendapatkan gondola, tahu-tahu Bender sudah kehilangan kesadarannya.
Anehnya, Bender bukanlah perokok dan jarang minum-minum. Tekanan darahnya pun baik-baik saja. Dokter mengatakan bahwa kadar kolesterolnya juga baik tapi seingat istrinya, mungkin itulah yang selama ini tak diperhatikan Bender.
Meski terlihat sehat, nyatanya Bender meninggal dunia akibat serangan jantung di usia yang masih terbilang muda, 47 tahun. "Kami tak mengira itu akan terjadi. Kematiannya terasa berat bagi kami, tepat di saat Bender mulai menjadi contoh ayah yang baik untuk anak-anaknya," kata Kim Tofferi, istri Bender.
Menurut data dari American Heart Association, serangan jantung lebih banyak terjadi pada lansia atau 82 persen orang yang meninggal akibat penyakit jantung koroner berada pada usia minimal 65 tahun.
Meski begitu risiko serangan jantung pada pria bisa terjadi pada usia 45 ke atas dan wanita 55 tahun ke atas, bahkan di usia yang jauh lebih muda. Perubahan gaya hidup seperti pola makan sehat, mempertahankan kadar tekanan darah dan berat badan normal dan tak merokok ternyata tak cukup untuk mengatasi hal itu.
Satu-satunya faktor yang tak dapat diubah adalah riwayat keluarga. Kebetulan ayah Bender pernah menjalani operasi bypass jantung sebanyak tiga kali setahun sebelum kematian Bender, ungkap Tofferi. Lagipula pria cenderung lebih sering terkena serangan jantung daripada wanita.
Serangan jantung seringkali diakibatkan oleh penyakit arteri koroner yang terjadi ketika plak terbentuk di dalam arteri koroner. Dalam otopsi pun terungkap bahwa Bender mengalami pemblokiran arteri akut, tutur Tofferi.
Meski serangan jantung di usia muda tidaklah umum, tapi jumlahnya akan terus bertambah karena obesitas sendiri tengah menghantui banyak orang, ungkap Dr. Lee Goldman, seorang profesor dan dekan fakultas ilmu kedokteran dan kesehatan di Columbia University Medical Center.
Menurutnya, kelebihan berat badan mendorong munculnya penyakit diabetes tipe II dan peningkatan tekanan darah serta kadar kolesterol jahat dalam darah yang dapat berujung pada serangan jantung.
Oleh karena itu, berhenti merokok dan memiliki berat badan normal merupakan kunci untuk menghindari serangan jantung, katanya. Kalaupun Anda mengalami obesitas, pastikan kadar kolesterol dan tekanan darah Anda selalu terkontrol.
"Tak ada metode pencegahan yang lebih baik daripada mengatasi faktor risiko penyakit itu sendiri," ujar Goldman seperti dilansir dari CNN, Senin (10/9/2012).
Ketika ada seseorang berusia muda seperti 30-an ke bawah tapi meninggal karena masalah jantung berarti mungkin ada penyebab lain, ujar Alan Ackermann, seorang dokter ahli kardiologi dari Miami. Bisa jadi jantungnya membesar, menyempit atau cacat bawaan yang dapat menyebabkan penderitanya mati mendadak.
Masalahnya karena orang-orang berusia muda tak percaya jika mereka juga berisiko terkena serangan jantung maka biasanya mereka takkan segera pergi ke rumah sakit ketika mengalami gejala-gejala peringatan.
Padahal sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa tes yang diberi nama coronary calcium scan dapat memprediksi risiko penyakit kardiovaskular secara efektif. Scan ini bekerja dengan mengidentifikasi munculnya bintik-bintik kalsium di dinding arteri yang menunjukkan gejala awal pembentukan plak.
Biayanya pun relatif murah yaitu USD 200 tapi pasien harus memperoleh sejumlah radiasi. Ackermann merekomendasikan tes ini bagi wanita berusia 50 tahun dan pria berusia 45 tahun ke atas. Tapi jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan serangan jantung prematur maka lebih baik jika Anda mulai memeriksakannya pada usia 40-an.
(ir/ir)
Baca Juga
- Penyebab Kematian Terbesar di Asia Tenggara adalah Penyakit Tidak Menular
- Kuning Telur Sama Buruknya dengan Rokok Bagi Kesehatan Jantung
- 5 Pemicu Serangan Jantung yang Tak Terduga
- Jantung si Gemuk Bisa Lebih Sehat dari si Kurus, Asal..
- Serangan Jantung Tak Terdiagnosis Lebih Sering Terjadi
- Lembur 11 Jam Itu Bisa 'Membunuhmu'
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Rabu,19/06/2013 20:08 WIB
Jepang Kembangkan Organ Vital Manusia dari Rahim Hewan
-
Rabu,19/06/2013 19:33 WIB
Mastectomy Bra, Bra Seksi untuk Wanita 'Tak Berpayudara'
-
Rabu,19/06/2013 19:06 WIB
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Rabu,19/06/2013 18:36 WIB
Yuk Jadi Konsumen Cerdas dengan Rajin Baca Keterangan di Label Makanan
-
Rabu,19/06/2013 18:13 WIB
Takut Kena Kanker karena Kemaluan Terasa Sakit Setelah Ejakulasi
-
Rabu,19/06/2013 18:00 WIB
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Kenali Risiko yang Mungkin Terjadi Jika Ibu Hamil Tidur Ngorok
-
Ini Dia Ciri-ciri Orang yang Kalau Tidur Ngorok
-
Mengapa Suara Mengorok Bisa Berbeda-beda?
-
Terus-terusan Tidur Ngorok? Ini Dampaknya
-
Rabu, 19/06/2013 18:55 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Rabu, 19/06/2013 17:59 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Rabu, 19/06/2013 19:24 WIB
Mastectomy Bra, Bra Seksi untuk Wanita 'Tak Berpayudara'
-
Rabu, 19/06/2013 17:25 WIB
Bra Ini Diciptakan karena Tak Semua Orang Mau Telanjang di Ruang Operasi
-
Rabu, 19/06/2013 18:13 WIB
Takut Kena Kanker karena Kemaluan Terasa Sakit Setelah Ejakulasi
-
Rabu, 19/06/2013 16:03 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Ini Dia Ciri-ciri Orang yang Kalau Tidur Ngorok
-
Rabu, 19/06/2013 18:27 WIB
Yuk Jadi Konsumen Cerdas dengan Rajin Baca Keterangan di Label Makanan
-
Rabu, 19/06/2013 17:09 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Kenali Risiko yang Mungkin Terjadi Jika Ibu Hamil Tidur Ngorok
-
35 Komentar
-
18 Komentar
-
16 Komentar
-
16 Komentar
-
15 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Rabu, 19/06/2013 11:08 WIB
Pasangan Anda Tidur Mengorok? Lakukan Langkah Ini Agar Tak Terganggu
-
Rabu, 19/06/2013 10:33 WIB
Meski Tak Bisa Melihat, Ini 7 Tunanetra Paling Mengagumkan di Dunia
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_5.gif)



