detikhealth

Kontrasepsi Koyo dan Cincin Vagina Bikin Risiko Trombosis Wanita Melesat

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rabu, 12/09/2012 08:29 WIB
Halaman 1 dari 2
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Alat kontrasepsi atau pengatur kehamilan sangat diperlukan untuk mengendalikan tingkat kelahiran, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Namun sebuah studi mengungkap ada beberapa jenis alat kontrasepsi yang tidak dianjurkan untuk digunakan lagi karena berisiko memunculkan gangguan kesehatan tertentu.

Kedua jenis alat kontrasepsi yang berisiko meningkatkan penyakit trombosis vena (pembekuan darah di pembuluh darah) pada wanita itu adalah kontrasepsi berbentuk koyo transdermal dan cincin vagina.

Sebuah studi dari Denmark mengungkap bahwa alat kontrasepsi berbentuk koyo transdermal dapat menggandakan risiko penyakit trombosis vena pada wanita hingga 8 kali lipat lebih besar dibandingkan wanita yang tidak menggunakannya.

Begitu pula dengan wanita yang memakai cincin vagina berisiko mengalami VTE (venous thrombolic events) 6,5 kali lebih besar daripada wanita yang tidak memakai cincin vagina sebagai alat kontrasepsi.

Namun beruntung para pakar juga merekomendasikan bahan yang paling banyak digunakan sebagai alat kontrasepsi darurat (kondar) berbentuk oral yaitu levonorgestrel atau norgestimate karena dapat mengurangi risiko trombosis vena tersebut.

Untuk memperoleh kesimpulan ini, sejumlah peneliti asal Denmark mengamati 1.626.000 wanita berusia 15-49 tahun yang pada dasarnya tak berisiko terkena trombosis sama sekali.Next

Halaman 1 2
(ir/ir)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
Must Read close