detikhealth

Ulasan Khas Awas Mati Karena Racun

Racun Sudah Ratusan Abad Digunakan untuk Berbagai Kepentingan

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Rabu, 12/09/2012 08:59 WIB
Halaman 1 dari 2
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Racun sebenarnya sudah ditemukan sejak 4500 tahun sebelum Masehi. Ketika itu nenek moyang manusia mencoba mencari cara paling mudah untuk membunuh binatang buruan. Maka racun kemudian dioleskan pada anak panah yang digunakan untuk berburu.

Dalam bahasa Inggris, racun disebut dengan toxin. Kata ini berasal dari istilah Yunani 'toxicon' yang mengacu pada racun panah. Namun sekarang, segala zat atau bahan yang dapat mencelakai atau menyebabkan kematian lewat mekanisme kimia atau molekuler bisa disebut sebagai racun.

"Racun adalah suatu bahan yang apabila berada dalam tubuh dalam jumlah yang cukup dapat menimbulkan kerusakan fungsi tubuh. Cara masuknya bisa lewat pencernaan atau cara lain sehingga mencemari darah dan menimbulkan gejala klinis," kata Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc. Ph.D, Guru Besar Farmakologi dan Terapi Universitas Gadjah Mada ketika dihubungi detikHealth, Rabu (12/9/2012).

Dalam masyarakat kuno di Indonesia, Prof Iwan menuturkan bahwa racun mulai digunakan untuk memenangkan peperangan. Salah satu contohnya adalah senjata keris yang dulu biasanya dilumuri racun. Jadi lawan dalam pertempuran bukan meninggal karena luka sabetan keris, melainkan karena terkena racun.

Tak hanya di nusantara saja, penggunaan racun telah banyak diterapkan berabad-abad yang lalu untuk berbagai keperluan. Beberapa motif atau tujuan penggunaan racun pada masa lampau antara lain adalah:

1. Menyingkirkan Lawan
Di masa Kekaisaran Romawi, racun sering digunakan untuk membunuh lawan politik, saingan bisnis, atau orang-orang yang dianggap berbahaya. Saking maraknya praktik kotor ini, racun menjadi momok di Kekaisaran Romawi. Akhirnya seorang diktator dan pembaharu Lucius Cornelius merasa perlu mengeluarkan hukum pertama di dunia mengenai racun yang disebut Cornelia Lex.

2. Hukuman Mati
Penggunaan suntik racun untuk eksekusi hukuman mati sempat diterapkan di beberapa negara. Bangsa Yunani adalah yang kali pertama memperkenalkan racun sebagai bentuk hukuman mati. Ironisnya, filsuf besar Socrates adalah orang yang menjalani eksekusi ini. Berbeda dengan hukuman mati di era modern, Socrates ‘diminta’ meminum racun untuk mengakhiri hidupnya.Next

Halaman 1 2
(pah/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit