detikhealth

Doctor's Life

dr Sofyanto, SpBS dan 'Drama Hidup' si Trigeminal Neuralgia

Vera Farah Bararah - detikHealth
Senin, 17/09/2012 10:02 WIB
dr Sofyanto, SpBS dan Drama Hidup si Trigeminal Neuralgiadr Sofyanto, SpBS (dok: detikHealth)
Jakarta, Jangankan orang umum yang tak tahu apa-apa soal penyakit saraf Trigeminal Neuralgia, karena dokter yang mampu menangani masalah ini saja sangat sedikit. dr Sofyanto, SpBS salah satunya yang piawai tentang ini.

Berkutat di penyembuhan penyakit langka ini membuat dr Sofyanto sering melihat drama kehidupan yang memilukan.

"Ada keluarga pasien yang bilang 'Untung dokter operasi jam 3 sore karena kalau nggak operasi dia mau bunuh diri dengan loncat dari lantai 9 rumah sakit jam 9 malam'. Ini terungkap setelah dia sembuh," ujar dokter yang lahir di Malang 46 tahun silam.

dr Sofyanto memang banyak menangani kasus saraf trigeminal neuralgia, yang mana bisa membuat pasien mengalami gangguan psikis akibat rasa sakit yang luar biasa dan terkadang memicu rasa ingin bunuh diri dari pasien.

Di sisi lain pengetahuan para dokter mengenai trigeminal neuralgia belumlah banyak, sehingga tak jarang banyak dokter yang tidak tahu bagaimana mengangani pasien yang terdiagnosis kondisi ini.

"Banyak cerita menarik yang semuanya hampir dramatis karena rata-rata sembuhnya memang dramatis sekali. Dengan penderitaan sakit yang lama dan tidak tahu jalan keluarnya kemana, karena nggak semua dokter memberikan informasi yang clear tentang kondisi ini," ungkapnya.

Sementara itu ada pula pasien yang gembiranya luar biasa setelah ia sembuh dan terbebas dari rasa sakit tersebut, karena dia sudah menghabiskan banyak uang untuk berobat disini maupun di luar negeri.

Kini dr Sofyanto sudah memiliki tim yang akan mengedukasi dokter-dokter di tempat lain. Satu tim ini ada 8 orang dan ia pun akan membantu operasi di tempat lain secara gratis. Ia akan berangkat dengan tim beserta alat dan dokter disana juga menyiapkan hal yang sama, lalu operasi bersama-sama.

Kondisi ini memungkinkan terjadinya pertukaran informasi atau transfer knowledge bersama-sama karena langsung praktik. Hal ini diharapkan bisa mengembangkan metode tersebut sehingga dokter-dokter lain bisa melakukan operasi karena kasus gangguan saraf ini jumlahnya makin banyak.

"Saya punya prinsip selama tujuannya baik pasti akan ditolong. Jadi sesulit apapun kondisinya, selama saya selalu meminta petunjuk minta arahan dan berdoa, InsyaAllah akan ditolong," ujar dr Sofyanto yang murah senyum ini.

dr Sofyanto berharap makin banyak dokter yang bisa memberikan informasi secara total kepada pasien. Serta makin banyak pusat kesehatan yang mengembangkan bedah mikro terutama bagi penderita trigeminal neuralgia sehingga dapat tertangani dengan tepat.

Utak atik otak

Otak bisa jadi termasuk salah satu bagian tubuh yang rumit karena terdiri dari berbagai saraf. Tapi bagi dr Sofyanto, SpBS yang hobi otak atik otak hal tersebut justru menjadi tantangan tersendiri.

"Memang otak ini sangat detail dan perlu mental yang jago, tenang dan stabil, nggak boleh grasak grusuk," ujar dr Sofyanto, SpBS saat ditemui detikHealth beberapa waktu silam dan ditulis, Senin (17/9/2012).

dr Sofyanto semakin tertarik dengan bedah saraf terutama otak ketika ia pulang dari sekolah di Jepang, ia baru tahu kalau banyak kasus saraf di Indonesia tidak tertangani dengan baik.

Selain itu ia juga baru tahu bahwa ketika ia selesai operasi dan pasien sembuh dari penyakitnya, maka reaksi yang muncul itu luar biasa senang. Ini karena pasien umumnya sudah memiliki penyakit tersebut lama dan tidak sembuh.

"Saya pun harus siap dengan segala kondisi terjelek, misalnya pasien belum sembuh atau harus melakukan operasi ulang. Tapi hal itu memang wajar-wajar saja dan itulah tantangan kita," ujar dr Sofyanto yang kini praktek di RS Bedah Saraf Surabaya.

dr Sofyanto mengungkapkan sebagai dokter tidak boleh melepas komunikasi dengan mantan pasien, baik pasien yang sudah sembuh maupun yang belum sembuh, semuanya harus 'dikawal' terus.

Biodata

Nama:
dr M Sofyanto, SpBS

Tempat Tanggal Lahir:
Malang, Jawa Timur, 29 November 1965

Status:
Menikah dengan Nunuk Yulia Arsiyanti dan memiliki 4 anak

Riwayat Pendidikan:
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya
Pendidikan spesialis bedah saraf di Universitas Airlangga, Surabaya
Pascasarjana Bedah Saraf di Medical Institute-Singapore General ospital
Pendidikan bedah mikro di Nagoya University Hospital, Jepang

Pengalaman Kerja:
Kepala Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur
Departemen Bedah Saraf RS Dr Soebandi, Jember, Jawa Timur
Departemen Bedah Saraf RS Prof Johanes, Kupang NTT
Departemen Bedah Saraf RSAL Dr Ramelan, Surabaya
Dokter Bedah Saraf di RS Husada Utama, Surabaya
Dokter Bedah Saraf di RS Bedah Surabaya

(ver/ir)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit