Suka Menyakiti Diri Sendiri? Awas Mati Muda!
Kamis, 20/09/2012 09:01 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Berita Lainnya
Ini Kriteria Obat yang Masuk Formularium Nasional
Menkominfo Diminta Beri Tanggapan Jelas Soal Petisi Stop Iklan Rokok
Daftar Obat Formularium Nasional akan Rampung Juli 2013
Ketua IBI: Bidan Tak Punya Kompetensi dan Wewenang untuk Sunat Perempuan
Seminggu Raih 5.000 Suara, Target Petisi Stop Iklan Rokok Ditambah
Jakarta, Habis putus cinta, banyak muda-mudi yang merasa putus asa dan nekat menyakiti dirinya sendiri. Padahal menurut sebuah studi, selain berisiko tinggi melakukan bunuh diri, orang yang sengaja menyakiti dirinya sendiri juga akan cenderung mati muda secara alami.
Peneliti memperoleh kesimpulan ini setelah menganalisis kondisi 30.000 orang Inggris yang sempat dilarikan ke rumah sakit akibat sengaja minum racun atau mencederai dirinya sendiri antara tahun 2000-2007.
Setelah partisipan diikuti selama enam tahun, diketahui bahwa angka kematian orang yang nekat menyakiti dirinya sendiri tiga kali lebih tinggi dari angka kematian rata-rata populasi secara umum.
Bahkan angka kematian alaminya antara dua hingga 7,5 kali lebih tinggi daripada keseluruhan populasi, tergantung pada penyebab kematiannya. Misalnya, kematian akibat penyakit saluran pernafasan 2,3 kali lebih tinggi sedangkan kematian akibat gangguan sistem pencernaan 7,5 kali lebih tinggi.
"Temuan ini senada dengan studi sebelumnya yang menemukan bahwa disamping adanya masalah pada kesehatan mentalnya, orang yang nekat menyakiti dirinya sendiri memiliki kondisi fisik yang lebih buruk," kata peneliti seperti dilansir dari Myhealthnewsdaily, Kamis (20/9/2012).
Selama studi juga tercatat 6 persen pasien meninggal dalam kurun waktu 30 tahun lebih cepat dari yang diperkirakan peneliti.
Peneliti menduga alasan di balik meningkatnya kematian dini pada pasien dengan masalah psikiatri ini adalah kondisi fisiknya seringkali tidak diperhatikan.
"Tampaknya dokter hanya terfokus pada salah satu aspek, kesehatan mental atau gangguan fisik pasien saja dan fokus terhadap seluruh kebutuhan perawatan kesehatan bagi pasien sepertinya agak diabaikan," ungkap peneliti Keith Hawton, direktur Centre for Suicide Research di Warneford Hospital, Inggris.
Hal ini bisa jadi didasari oleh spesialisasi atau kepentingan si dokter sendiri, tambahnya.
"Temuan baru ini pun menekankan perlunya perhatian yang seksama terhadap gangguan kesehatan fisik pada orang-orang yang berupaya menyakiti dirinya sendiri atau bunuh diri. Hal ini karena hubungan antara kesehatan mental dan fisik itu sangat kompleks dan keduanya tak bisa diobati secara terpisah," tutur peneliti.
(ir/ir)
Peneliti memperoleh kesimpulan ini setelah menganalisis kondisi 30.000 orang Inggris yang sempat dilarikan ke rumah sakit akibat sengaja minum racun atau mencederai dirinya sendiri antara tahun 2000-2007.
Setelah partisipan diikuti selama enam tahun, diketahui bahwa angka kematian orang yang nekat menyakiti dirinya sendiri tiga kali lebih tinggi dari angka kematian rata-rata populasi secara umum.
Bahkan angka kematian alaminya antara dua hingga 7,5 kali lebih tinggi daripada keseluruhan populasi, tergantung pada penyebab kematiannya. Misalnya, kematian akibat penyakit saluran pernafasan 2,3 kali lebih tinggi sedangkan kematian akibat gangguan sistem pencernaan 7,5 kali lebih tinggi.
"Temuan ini senada dengan studi sebelumnya yang menemukan bahwa disamping adanya masalah pada kesehatan mentalnya, orang yang nekat menyakiti dirinya sendiri memiliki kondisi fisik yang lebih buruk," kata peneliti seperti dilansir dari Myhealthnewsdaily, Kamis (20/9/2012).
Selama studi juga tercatat 6 persen pasien meninggal dalam kurun waktu 30 tahun lebih cepat dari yang diperkirakan peneliti.
Peneliti menduga alasan di balik meningkatnya kematian dini pada pasien dengan masalah psikiatri ini adalah kondisi fisiknya seringkali tidak diperhatikan.
"Tampaknya dokter hanya terfokus pada salah satu aspek, kesehatan mental atau gangguan fisik pasien saja dan fokus terhadap seluruh kebutuhan perawatan kesehatan bagi pasien sepertinya agak diabaikan," ungkap peneliti Keith Hawton, direktur Centre for Suicide Research di Warneford Hospital, Inggris.
Hal ini bisa jadi didasari oleh spesialisasi atau kepentingan si dokter sendiri, tambahnya.
"Temuan baru ini pun menekankan perlunya perhatian yang seksama terhadap gangguan kesehatan fisik pada orang-orang yang berupaya menyakiti dirinya sendiri atau bunuh diri. Hal ini karena hubungan antara kesehatan mental dan fisik itu sangat kompleks dan keduanya tak bisa diobati secara terpisah," tutur peneliti.
(ir/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Selasa,18/06/2013 12:05 WIB
Kena Penyakit Sangat Langka, Pria Ini Tak Bisa Gemuk Meski Banyak Makan
-
Selasa,18/06/2013 11:42 WIB
Dada Kiri Nyeri Saat Jantung Berdenyut, Apa Ada Masalah Jantung?
-
Selasa,18/06/2013 11:24 WIB
Beda Iklim, Ini Risiko Gangguan Kesehatan Jemaah Haji di Tanah Suci
-
Selasa,18/06/2013 11:03 WIB
Berat Badan Naik Saat Umur Sebulan, Tanda Bayi Bakal Jadi Pintar
-
Selasa,18/06/2013 10:31 WIB
Bila Sembarangan, Liburan dan Makan Siang Pun Bisa Picu Migrain
-
Selasa,18/06/2013 10:00 WIB
Teknik 'Las' Ini Diklaim Mampu Sembuhkan Luka Caesar Lebih Cepat
-
Punya Otot Kuat, Stamina Saat Bercinta Makin Dahsyat
-
Ingin Punya Perut Sixpack ? Ini Caranya
-
Ini Dia Pria dengan Otot Tubuh Paling Seksi di Mata Wanita
-
Laki-laki Berotot, Seksi atau Menyeramkan?
-
Ini Cara Mengencangkan Betis Agar Tak Kebablasan Jadi 'Berkonde'
-
Bodybuilding Bikin Payudara Mengecil? Sebaliknya, Justru Makin Kencang
-
Selasa, 18/06/2013 10:55 WIB
Berat Badan Naik Saat Umur Sebulan, Tanda Bayi Bakal Jadi Pintar
-
Selasa, 18/06/2013 11:42 WIB
Dada Kiri Nyeri Saat Jantung Berdenyut, Apa Ada Masalah Jantung?
-
Selasa, 18/06/2013 10:00 WIB
Teknik 'Las' Ini Diklaim Mampu Sembuhkan Luka Caesar Lebih Cepat
-
Selasa, 18/06/2013 12:01 WIB
Kena Penyakit Sangat Langka, Pria Ini Tak Bisa Gemuk Meski Banyak Makan
-
Selasa, 18/06/2013 09:39 WIB
Awas, Berebut Mainan dengan Saudara Picu Gangguan Mental pada Anak
-
Selasa, 18/06/2013 10:31 WIB
Bila Sembarangan, Liburan dan Makan Siang Pun Bisa Picu Migrain
-
Selasa, 18/06/2013 08:08 WIB
Kisah April, Bayi 6 Bulan yang Melawan Penyakit Langka Emanuel Syndrome
-
Selasa, 18/06/2013 09:01 WIB
Persahabatan Jadi Kunci Sukses Diet Kedua Gadis Ini
-
34 Komentar
-
18 Komentar
-
16 Komentar
-
16 Komentar
-
15 Komentar
-
9 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 17/06/2013 19:59 WIB
Sayatan Kelamin pada Sunat Perempuan = Memotong Sepertiga Penis Pria
-
Senin, 17/06/2013 19:30 WIB
Komnas Anak: RUU Pertembakauan Bukti Negara Kalah dari Industri Rokok
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_3.gif)


