detikhealth

Suka Menyakiti Diri Sendiri? Awas Mati Muda!

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 20/09/2012 09:01 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Habis putus cinta, banyak muda-mudi yang merasa putus asa dan nekat menyakiti dirinya sendiri. Padahal menurut sebuah studi, selain berisiko tinggi melakukan bunuh diri, orang yang sengaja menyakiti dirinya sendiri juga akan cenderung mati muda secara alami.

Peneliti memperoleh kesimpulan ini setelah menganalisis kondisi 30.000 orang Inggris yang sempat dilarikan ke rumah sakit akibat sengaja minum racun atau mencederai dirinya sendiri antara tahun 2000-2007.

Setelah partisipan diikuti selama enam tahun, diketahui bahwa angka kematian orang yang nekat menyakiti dirinya sendiri tiga kali lebih tinggi dari angka kematian rata-rata populasi secara umum.

Bahkan angka kematian alaminya antara dua hingga 7,5 kali lebih tinggi daripada keseluruhan populasi, tergantung pada penyebab kematiannya. Misalnya, kematian akibat penyakit saluran pernafasan 2,3 kali lebih tinggi sedangkan kematian akibat gangguan sistem pencernaan 7,5 kali lebih tinggi.

"Temuan ini senada dengan studi sebelumnya yang menemukan bahwa disamping adanya masalah pada kesehatan mentalnya, orang yang nekat menyakiti dirinya sendiri memiliki kondisi fisik yang lebih buruk," kata peneliti seperti dilansir dari Myhealthnewsdaily, Kamis (20/9/2012).

Selama studi juga tercatat 6 persen pasien meninggal dalam kurun waktu 30 tahun lebih cepat dari yang diperkirakan peneliti.

Peneliti menduga alasan di balik meningkatnya kematian dini pada pasien dengan masalah psikiatri ini adalah kondisi fisiknya seringkali tidak diperhatikan.

"Tampaknya dokter hanya terfokus pada salah satu aspek, kesehatan mental atau gangguan fisik pasien saja dan fokus terhadap seluruh kebutuhan perawatan kesehatan bagi pasien sepertinya agak diabaikan," ungkap peneliti Keith Hawton, direktur Centre for Suicide Research di Warneford Hospital, Inggris.

Hal ini bisa jadi didasari oleh spesialisasi atau kepentingan si dokter sendiri, tambahnya.

"Temuan baru ini pun menekankan perlunya perhatian yang seksama terhadap gangguan kesehatan fisik pada orang-orang yang berupaya menyakiti dirinya sendiri atau bunuh diri. Hal ini karena hubungan antara kesehatan mental dan fisik itu sangat kompleks dan keduanya tak bisa diobati secara terpisah," tutur peneliti.

(ir/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Cerianya si Kecil saat liburan. Yuk, Abadikan Momen liburan anda bersama si Buah Hati dan menangkan hadiahnya di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit