Gairah Seks Orang Jepang Cepat Pudar Akibat Gila Kerja
Jumat, 21/09/2012 15:55 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Berita Lainnya
Lakukan Langkah Ini untuk Dapatkan Seks Oral yang Aman
Survei: Ukuran Penis Lebih Penting untuk Pamer, Bukan Buat Bercinta
Sperma Pria Stres Bisa Jadi Cikal Bakal Anak dengan Gangguan Mental
Ini yang Perlu Diketahui Tentang Disfungsi Seksual pada Perempuan
Birthday Sex, Hadiah Ulang Tahun 'Hot' untuk Suami
Jakarta, Semangat kerja keras orang Jepang memang mengagumkan sehingga pantas kalau negaranya relatif paling maju di Asia. Namun ada harga yang harus dibayar dari semangat gila kerja tersebut, yakni gairah seksnya cepat pudar di usia dini.
Sebuah penelitian yang dilakukan 2 universitas di Osaka dan Okayama menunjukkan, makin serius orang bekerja makin rendah pula kadar testosteronnya. Kadar hormon seks laki-laki tersebut antara lain berfungsi untuk membangkitkan libido atau gairah seksual.
Untuk membuktikannya, para ilmuwan melakukan pemeriksaan terhadap 183 laki-laki di Jepang yang memiliki rentang usia antara 34 hingga 67 tahun. Kalau diambil rata-rata, usia responden yang dilibatkan dalam penelitian tersebut adalah 52 tahun.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi tes darah, yang tujuannya adalah mengamati kadar testosteron. Hasil pemeriksaan ini lalu dibandingkan dengan intensitas kerja keras para partisipan serta tingkat stres yang dialaminya di tempat kerja masing-masing.
Hasilnya menunjukkan bahwa makin tinggi tingkat stres dan beban kerja di kantor maka diyakini gairah seksnya makin berkurang karena testosteronnya teramati makin rendah. Penurunan itu umumnya bersifat permanen sehingga memicu andropause, atau semacam menopause pada laki-laki.
"Gejala lesu karena andropause bisa dijelaskan tidak hanya dari perubahan hormon saja, tetapi juga dari stres," tulis para ilmuwan dalam publikasinya di jurnal Maturitas, seperti dikutip dari TheSun, Jumat (21/9/2012).
Para ilmuwan mengatakan, dampak psikososial yang begitu besar dari pekerjaan yang terlalu membutuhkan kerja keras harus dikurangi jika tidak ingin para laki-laki di Jepang mengalami andropause di usia dini. Mengingat orang Jepang terkenal pekerja keras, diperkirakan andropause dan gangguan kesehatan mental mulai banyak diderita laki-laki di usia paruh baya.
(up/ir)
Sebuah penelitian yang dilakukan 2 universitas di Osaka dan Okayama menunjukkan, makin serius orang bekerja makin rendah pula kadar testosteronnya. Kadar hormon seks laki-laki tersebut antara lain berfungsi untuk membangkitkan libido atau gairah seksual.
Untuk membuktikannya, para ilmuwan melakukan pemeriksaan terhadap 183 laki-laki di Jepang yang memiliki rentang usia antara 34 hingga 67 tahun. Kalau diambil rata-rata, usia responden yang dilibatkan dalam penelitian tersebut adalah 52 tahun.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi tes darah, yang tujuannya adalah mengamati kadar testosteron. Hasil pemeriksaan ini lalu dibandingkan dengan intensitas kerja keras para partisipan serta tingkat stres yang dialaminya di tempat kerja masing-masing.
Hasilnya menunjukkan bahwa makin tinggi tingkat stres dan beban kerja di kantor maka diyakini gairah seksnya makin berkurang karena testosteronnya teramati makin rendah. Penurunan itu umumnya bersifat permanen sehingga memicu andropause, atau semacam menopause pada laki-laki.
"Gejala lesu karena andropause bisa dijelaskan tidak hanya dari perubahan hormon saja, tetapi juga dari stres," tulis para ilmuwan dalam publikasinya di jurnal Maturitas, seperti dikutip dari TheSun, Jumat (21/9/2012).
Para ilmuwan mengatakan, dampak psikososial yang begitu besar dari pekerjaan yang terlalu membutuhkan kerja keras harus dikurangi jika tidak ingin para laki-laki di Jepang mengalami andropause di usia dini. Mengingat orang Jepang terkenal pekerja keras, diperkirakan andropause dan gangguan kesehatan mental mulai banyak diderita laki-laki di usia paruh baya.
(up/ir)
Baca Juga
- Wah! Bercinta Saat Datang Bulan Bisa Mengurangi Nyeri Menstruasi
- Biar Tak Bosan Bercinta Meski Usia Makin Tua
- Kulit Mulus dan Bersinar Karena Dahsyatnya Efek Seks
- Menyalakan Lagi Daya Tarik Pria pada Seks
- Daftar Kesalahan yang Paling Sering Terjadi dalam Penggunaan Kondom
- Tertawa Saja Sudah Cukup untuk Gantikan Viagra
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Rabu,19/06/2013 14:01 WIB
Terus-terusan Tidur Ngorok? Ini Dampaknya
-
Rabu,19/06/2013 13:36 WIB
Anak Lelaki Belajar Pipis Sendiri? Ajarkan Juga Cara Mengamankan Mr P
-
Rabu,19/06/2013 13:08 WIB
Ini Dampaknya Jika Anak Sering Tidur Mendengkur
-
Rabu,19/06/2013 12:47 WIB
Tips Diet Sehat untuk Wanita Aktif
-
Rabu,19/06/2013 12:25 WIB
Sering Ketiduran Saat Nonton TV, Apakah Itu Tanda Penuaan?
-
Rabu,19/06/2013 12:02 WIB
Jangan Anggap Enteng, Mengorok Bisa Picu Sakit Jantung
-
Terus-terusan Tidur Ngorok? Ini Dampaknya
-
Ini Dampaknya Jika Anak Sering Tidur Mendengkur
-
Jangan Anggap Enteng, Mengorok Bisa Picu Sakit Jantung
-
Pasangan Anda Tidur Mengorok? Lakukan Langkah Ini Agar Tak Terganggu
-
Rokok dan Alkohol, Biang Keladi Mengorok
-
Orang Gemuk Cenderung Tidur Ngorok, Ini Sebabnya
-
Rabu, 19/06/2013 11:40 WIB
Tangan Selalu Basah, Gejala Penyakit Apa?
-
Rabu, 19/06/2013 11:36 WIB
Gara-gara Toilet Duduk, Tiap Tahun Terjadi 1.000 Kasus Cedera Penis di AS
-
Rabu, 19/06/2013 11:08 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Pasangan Anda Tidur Mengorok? Lakukan Langkah Ini Agar Tak Terganggu
-
Rabu, 19/06/2013 13:36 WIB
Anak Lelaki Belajar Pipis Sendiri? Ajarkan Juga Cara Mengamankan Mr P
-
Rabu, 19/06/2013 13:08 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Ini Dampaknya Jika Anak Sering Tidur Mendengkur
-
Rabu, 19/06/2013 11:56 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Jangan Anggap Enteng, Mengorok Bisa Picu Sakit Jantung
-
Rabu, 19/06/2013 14:01 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Terus-terusan Tidur Ngorok? Ini Dampaknya
-
Rabu, 19/06/2013 12:25 WIB
Sering Ketiduran Saat Nonton TV, Apakah Itu Tanda Penuaan?
-
35 Komentar
-
18 Komentar
-
16 Komentar
-
16 Komentar
-
15 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Rabu, 19/06/2013 06:57 WIB
Ada Kutu di Rambut Anak, Bagaimana Mengatasinya?
-
Selasa, 18/06/2013 13:59 WIB
Ini Tandanya Tubuh Mengalami Dehidrasi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda












