Obat Anti Jerawat Itu Sebenarnya Ada di Muka Sendiri
Rabu, 26/09/2012 18:59 WIB
(Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Yang paling menyebalkan dari jerawat adalah selain letaknya di wajah, bintil-bintil kecil ini seolah mengundang untuk dipencet.
Namun jika dipencet, bekasnya sulit hilang dan mengurangi kecantikan atau ketampanan. Sebenarnya, rahasia obat jerawat itu ada pada virus yang ngendon di wajah sendiri.
Ada banyak faktor penyebab jerawat yang secara medis dikenal dengan sebutan acne vulgaris ini. Salah satunya adalah bakteri Propionibacterium acnes yang banyak hinggap di kulit manusia. Pertumbuhan bakteri secara mendadak dapat membuat sistem kekebalan tubuh jadi waspada dan memicu peradangan sehingga muncullah jerawat.
Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bahwa virus jinak yang hidup di kulit merupakan penangkal alami bakteri penyebab jerawat. Virus ini sejenis bakteriofag, yaitu virus yang hanya makan bakteri, bukan sel manusia dan berbeda dengan virus HIV atau polio.
Dalam laporan yang dimuat jurnal mBio, peneliti menjelaskan bahwa bakteriofag di wajah ini secara alami mencari bakteri penyebab jerawat. Karena tinggal di tempat yang sama bahkan bisa dibilang bertetangga, virus ini diyakini lebih ampuh mengatasi jerawat daripada obat-obatan yang ada di pasaran.
Ironisnya, virus ini sebenarnya telah ditemukan beberapa puluh tahun yang lalu. Para ilmuwan di University of California, Los Angeles dan di University of Pittsburgh pun menduga bahwa obat jerawat jenis baru bisa dibuat dari virus ini. Tentunya kesimpulan ini didasarkan pada analsis genetik terlebih dahulu,
Untuk mengobati jerawat, ada berbagai cara yang dapat dilakukan. Namun setiap pendekatan tersebut memiliki keterbatasan. Misalnya, antibiotik akhirnya gagal karena bakteri dapat menjadi resisten. Selain itu, obat jerawat banyak memiliki efek samping yang merugikan.
Menggunakan virus bakteriofag untuk membunuh bakteri jerawat ini bisa menjadi pendekatan yang lebih efisien karena pada dasarnya virus tersebut adalah predator alami, bukan antibiotik sintetis.
"Yang paling menjanjikan adalah temuan bahwa bakteri jerawat dan virus bakteriofag memiliki gen yang sederhana dan hampir identik. Nampaknya hal ini diakibatkan dari habitatnya yang unik dan terbatas," kata peneliti, Robert Modlin seperti dilansir NBC News, Rabu (26/9/2012).
Intinya, bakteriofag saja sudah dapat dijadikan sebagai pembunuh bakteri penyebab jerawat. Virus ini bisa digunakan secara langsung sebagai obat atau terapi. Dokter dapat mengisolasi elemen virus yang ampuh, namun pengujian laboratorium masih diperlukan untuk menemukan komposisi virus yang tepat.
Dalam percobaan di laboratorium, virus mampu membunuh seluruh bakteri penyebab jerawat. Kini, para peneliti berencana mengisolasi protein aktif dari virus dan menguji apakah memiliki efektifitas yang sama seperti virus aslinya.
(pah/ir)
Namun jika dipencet, bekasnya sulit hilang dan mengurangi kecantikan atau ketampanan. Sebenarnya, rahasia obat jerawat itu ada pada virus yang ngendon di wajah sendiri.
Ada banyak faktor penyebab jerawat yang secara medis dikenal dengan sebutan acne vulgaris ini. Salah satunya adalah bakteri Propionibacterium acnes yang banyak hinggap di kulit manusia. Pertumbuhan bakteri secara mendadak dapat membuat sistem kekebalan tubuh jadi waspada dan memicu peradangan sehingga muncullah jerawat.
Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bahwa virus jinak yang hidup di kulit merupakan penangkal alami bakteri penyebab jerawat. Virus ini sejenis bakteriofag, yaitu virus yang hanya makan bakteri, bukan sel manusia dan berbeda dengan virus HIV atau polio.
Dalam laporan yang dimuat jurnal mBio, peneliti menjelaskan bahwa bakteriofag di wajah ini secara alami mencari bakteri penyebab jerawat. Karena tinggal di tempat yang sama bahkan bisa dibilang bertetangga, virus ini diyakini lebih ampuh mengatasi jerawat daripada obat-obatan yang ada di pasaran.
Ironisnya, virus ini sebenarnya telah ditemukan beberapa puluh tahun yang lalu. Para ilmuwan di University of California, Los Angeles dan di University of Pittsburgh pun menduga bahwa obat jerawat jenis baru bisa dibuat dari virus ini. Tentunya kesimpulan ini didasarkan pada analsis genetik terlebih dahulu,
Untuk mengobati jerawat, ada berbagai cara yang dapat dilakukan. Namun setiap pendekatan tersebut memiliki keterbatasan. Misalnya, antibiotik akhirnya gagal karena bakteri dapat menjadi resisten. Selain itu, obat jerawat banyak memiliki efek samping yang merugikan.
Menggunakan virus bakteriofag untuk membunuh bakteri jerawat ini bisa menjadi pendekatan yang lebih efisien karena pada dasarnya virus tersebut adalah predator alami, bukan antibiotik sintetis.
"Yang paling menjanjikan adalah temuan bahwa bakteri jerawat dan virus bakteriofag memiliki gen yang sederhana dan hampir identik. Nampaknya hal ini diakibatkan dari habitatnya yang unik dan terbatas," kata peneliti, Robert Modlin seperti dilansir NBC News, Rabu (26/9/2012).
Intinya, bakteriofag saja sudah dapat dijadikan sebagai pembunuh bakteri penyebab jerawat. Virus ini bisa digunakan secara langsung sebagai obat atau terapi. Dokter dapat mengisolasi elemen virus yang ampuh, namun pengujian laboratorium masih diperlukan untuk menemukan komposisi virus yang tepat.
Dalam percobaan di laboratorium, virus mampu membunuh seluruh bakteri penyebab jerawat. Kini, para peneliti berencana mengisolasi protein aktif dari virus dan menguji apakah memiliki efektifitas yang sama seperti virus aslinya.
(pah/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Sabtu,18/05/2013 16:08 WIB
Agar Pria Berpenis Mungil Pede, Kontes Mr P Terkecil Digelar
-
Sabtu,18/05/2013 14:04 WIB
2 Bocah Kembar Ini Lahir Prematur dengan Jarak 14 Hari
-
Sabtu,18/05/2013 13:02 WIB
Tanaman Kakao Berpotensi Jadi Obat Flu Burung
-
Sabtu,18/05/2013 12:01 WIB
Agar Tak Terinfeksi Bakteri Tinja di Kolam Renang, Lakukan Langkah Ini
-
Sabtu,18/05/2013 10:25 WIB
Inilah Alasan Mengapa Air Kelapa Murni Itu Menyehatkan
-
Sabtu,18/05/2013 09:42 WIB
Tak Hanya untuk Bikin Cokelat, Kakao Juga Bisa Jadi Obat Tifus
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Sabtu, 18/05/2013 16:08 WIB
Agar Pria Berpenis Mungil Pede, Kontes Mr P Terkecil Digelar
-
Sabtu, 18/05/2013 14:04 WIB
2 Bocah Kembar Ini Lahir Prematur dengan Jarak 14 Hari
-
Sabtu, 18/05/2013 12:01 WIB
Agar Tak Terinfeksi Bakteri Tinja di Kolam Renang, Lakukan Langkah Ini
-
Sabtu, 18/05/2013 10:25 WIB
Inilah Alasan Mengapa Air Kelapa Murni Itu Menyehatkan
-
Sabtu, 18/05/2013 13:02 WIB
Tanaman Kakao Berpotensi Jadi Obat Flu Burung
-
Sabtu, 18/05/2013 07:53 WIB
5 Kesalahan Terbesar Orang Saat Makan dan Olahraga
-
Sabtu, 18/05/2013 09:42 WIB
Tak Hanya untuk Bikin Cokelat, Kakao Juga Bisa Jadi Obat Tifus
-
Jumat, 17/05/2013 19:00 WIB
Bertengkar dengan Kekasih, Pria Ini Nekat Potong Penisnya Sendiri
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 17/05/2013 08:00 WIB
Anak Bersikap Agresif? Ini Dia Faktor Pemicunya
-
Jumat, 17/05/2013 07:45 WIB
Peneliti Unair Obati Pasien HIV dengan Propolis Lebah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

