Tak Tahu Rumah Barunya Bekas Pabrik Narkoba, Sekeluarga Keracunan
Rabu, 03/10/2012 12:33 WIB
Jonathan Hankins di rumah beracunnya (Foto: Herald and News)
Berita Lainnya
Oregon, AS, Pindah ke rumah dan lingkungan tetangga yang baru seharusnya menjadi hal yang menyenangkan bagi sebuah keluarga. Sayangnya, sebuah keluarga justru bernasib sebaliknya. Keluarga malang ini tidak tahu bahwa rumah barunya ini dulu digunakan sebagai pabrik pembuatan obat bius sampai satu demi satu anggota keluarga jatuh sakit.
Padahal dengan harga US$ 36.000 atau sekitar Rp 345 juta, rumah yang terletak di Klamath Falls, Oregon, Amerika Serikat itu terbilang cukup sempurna bagi keluarga kecil. Memang rumah itu membutuhkan cat baru dan beberapa perbaikan, namun secara keseluruhan masih layak huni.
"Rumah ini membutuhkan sedikit cinta, tapi punya struktur yang baik. Kami tidak tahu jika sebenarnya rumah ini beracun," kata sang ayah, Jonathan Hankins seperti dilansir Medical Daily, Rabu (3/10/2012).
Setelah menempati rumah tersebut, keluarga Hankins mulai mengalami berbagai gangguan kesehatan. Istri Jonatahan, Beth Hankins yang bekerja sebagai seorang perawat ruang gawat darurat mulai menderita gangguan pernapasan. Jonathan Hankins sendiri menderita gejala sakit kepala mirip migrain dan mimisan.
Dalam waktu 3 minggu setelah rumah baru ditempati, sang putra yang baru berusia 2 tahun, Ezra Hankins, mengalami sariawan parah sampai susah minum. Ketika akan membuat janji periksa dengan dokter, tetangga menyampaikan berita buruk. Rumah yang terletak di jalan 2427 Radcliffe tersebut dulunya digunakan untuk membuat metamfetamin.
Metamfetamin adalah obat bius ilegal. Bentuknya berupa bubuk berwarna putih tak berbau yang mudah larut dalam air atau alkohol. Penggunaannya dapat ditelan, lewat suntikan, dirokok ataupun dihirup. Obat ini sangat berbahaya, bahkan 15 persen pabrik metamfetamin hancur karena ledakan atau kebakaran.
Mendengar kabar mengerikan ini, Jonathan Hankins segera meminta laboratorium melakukan pengujian metamfetamin dengan biaya US$ 50 atau sekitar Rp 480 ribu. Hasil pemeriksaan menemukan bahwa rumah Keluarga Hankins terkontaminasi bahan kimia dengan kandungan 80 persen lebih tinggi dari anjuran badan kesehatan Oregon.
Akhirnya, keluarga ini segera pindah dan menyewa rumah lain. Sedangkan rumah beracun tersebut akan dibersihkan dari kontaminasi metamfetamin. Namun dana yang harus dikeluarkan bisa mencapai US$ 15.000 atau sekitar Rp 144 juta.
Cleanup Lab Meth adalah sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam pengujian laboratorium dan pembersihan obat bius. Menurut perusahaan ini, terdapat sekitar 2,5 juta rumah di AS yang terkontaminasi oleh metamfetamin.
(pah/ir)
Padahal dengan harga US$ 36.000 atau sekitar Rp 345 juta, rumah yang terletak di Klamath Falls, Oregon, Amerika Serikat itu terbilang cukup sempurna bagi keluarga kecil. Memang rumah itu membutuhkan cat baru dan beberapa perbaikan, namun secara keseluruhan masih layak huni.
"Rumah ini membutuhkan sedikit cinta, tapi punya struktur yang baik. Kami tidak tahu jika sebenarnya rumah ini beracun," kata sang ayah, Jonathan Hankins seperti dilansir Medical Daily, Rabu (3/10/2012).
Setelah menempati rumah tersebut, keluarga Hankins mulai mengalami berbagai gangguan kesehatan. Istri Jonatahan, Beth Hankins yang bekerja sebagai seorang perawat ruang gawat darurat mulai menderita gangguan pernapasan. Jonathan Hankins sendiri menderita gejala sakit kepala mirip migrain dan mimisan.
Dalam waktu 3 minggu setelah rumah baru ditempati, sang putra yang baru berusia 2 tahun, Ezra Hankins, mengalami sariawan parah sampai susah minum. Ketika akan membuat janji periksa dengan dokter, tetangga menyampaikan berita buruk. Rumah yang terletak di jalan 2427 Radcliffe tersebut dulunya digunakan untuk membuat metamfetamin.
Metamfetamin adalah obat bius ilegal. Bentuknya berupa bubuk berwarna putih tak berbau yang mudah larut dalam air atau alkohol. Penggunaannya dapat ditelan, lewat suntikan, dirokok ataupun dihirup. Obat ini sangat berbahaya, bahkan 15 persen pabrik metamfetamin hancur karena ledakan atau kebakaran.
Mendengar kabar mengerikan ini, Jonathan Hankins segera meminta laboratorium melakukan pengujian metamfetamin dengan biaya US$ 50 atau sekitar Rp 480 ribu. Hasil pemeriksaan menemukan bahwa rumah Keluarga Hankins terkontaminasi bahan kimia dengan kandungan 80 persen lebih tinggi dari anjuran badan kesehatan Oregon.
Akhirnya, keluarga ini segera pindah dan menyewa rumah lain. Sedangkan rumah beracun tersebut akan dibersihkan dari kontaminasi metamfetamin. Namun dana yang harus dikeluarkan bisa mencapai US$ 15.000 atau sekitar Rp 144 juta.
Cleanup Lab Meth adalah sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam pengujian laboratorium dan pembersihan obat bius. Menurut perusahaan ini, terdapat sekitar 2,5 juta rumah di AS yang terkontaminasi oleh metamfetamin.
(pah/ir)
Baca Juga
- Gara-gara 2 Bayi Meninggal, Rumah Sakit yang Dibangun Triliunan Ini Jadi Sorotan
- Suami yang Malas Bantu Beres-beres Rumah Rentan Kena Gangguan Mental
- Obat-obat yang Dulunya Legal Kini Jadi Ilegal
- Unsoed Purwokerto Kini Punya Rumah Sakit Gigi dan Mulut
- Bayi Terlantar Meninggal di Rumah Sakit Lalu Dimakan Tikus
- Kena Hepatitis, Petugas RS Sengaja Sebar Penyakitnya ke Pasien
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Minggu,19/05/2013 16:04 WIB
Ini Dia 12 Cara Mudah Tingkatkan Orgasme Saat Bercinta
-
Minggu,19/05/2013 14:03 WIB
Sebelum Anak Leukimia Diobati dengan Stem Cell, Pikirlah Sekali Lagi
-
Minggu,19/05/2013 13:02 WIB
Bayi yang Baru Dilahirkan Ini Keracunan Alkohol Gara-gara Ibunya Mabuk
-
Minggu,19/05/2013 12:05 WIB
Obati Leukimia dengan Stem Cell, Berapa Besar Tingkat Keberhasilannya?
-
Minggu,19/05/2013 11:06 WIB
Pesan IDI di Hari Bakti: Batasi Konsumsi Gula untuk Hidup yang Lebih Manis
-
Minggu,19/05/2013 10:01 WIB
Wanita dan Pria, Mana Lebih Baik Fisiknya Sebelum Serangan Jantung?
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Minggu, 19/05/2013 16:04 WIB
Ini Dia 12 Cara Mudah Tingkatkan Orgasme Saat Bercinta
-
Minggu, 19/05/2013 14:03 WIB
Laporan dari Singapura
Sebelum Anak Leukimia Diobati dengan Stem Cell, Pikirlah Sekali Lagi
-
Minggu, 19/05/2013 13:02 WIB
Bayi yang Baru Dilahirkan Ini Keracunan Alkohol Gara-gara Ibunya Mabuk
-
Minggu, 19/05/2013 09:03 WIB
Mau Angkat Telepon Pakai Tangan yang Mana? Otaklah Penentunya
-
Sabtu, 18/05/2013 16:08 WIB
Agar Pria Berpenis Mungil Pede, Kontes Mr P Terkecil Digelar
-
Minggu, 19/05/2013 08:01 WIB
Banyak Minum Minuman Berpemanis Buatan Picu Risiko Batu Ginjal
-
Sabtu, 18/05/2013 10:25 WIB
Inilah Alasan Mengapa Air Kelapa Murni Itu Menyehatkan
-
Minggu, 19/05/2013 10:01 WIB
Wanita dan Pria, Mana Lebih Baik Fisiknya Sebelum Serangan Jantung?
-
10 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Sabtu, 18/05/2013 10:25 WIB
Inilah Alasan Mengapa Air Kelapa Murni Itu Menyehatkan
-
Sabtu, 18/05/2013 09:42 WIB
Tak Hanya untuk Bikin Cokelat, Kakao Juga Bisa Jadi Obat Tifus
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

