Konsultasi Kesehatan Bersama
Zoya Amirin, M.Psi

Psikolog seksual bersertifikasi dengan pendidikan seksual berlatar belakang psikologi. Ketua Komunitas Studi Perilaku Seksual, anggota Asosiasi Seksologi Indonesia. Pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, UI.

Suami Sering Tanya-tanya Masa Lalu, Bagaimana Jalan Keluarnya?

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Rabu, 03/10/2012 16:17 WIB

ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Saya telah berganti pasangan sebanyak 4 kali dan melakukan hubungan seksual. Sekarang saya sudah menikah. Saya takut suami saya merasa jijik dengan saya jika mengetahui kondisi saya sekarang. Apa yang harus saya lakukan?

Suami saya sekarang mengetahui kalau saya tidak perawan lagi dan suka mencari tahu berapakali saya berhubungan seks sebelumnya dengan mantan-mantan saya. Namun kenikmatan seksual cuma saya dapatkan dari suami saya sekarang, baik orgasme, besar Mr. P dan lain-lain. Tolong jalan keluarnya.

Her (Perempuan Menikah, 25 Tahun), hermXXXXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 168 cm, Berat Badan 52 kg

Jawaban

Saudari Her, sebaiknya jalankan hubungan Anda tanpa adanya ketakutan-ketakutan terhadap masa lalu. Jika suami bertanya lagi mengenai masa lalu Anda, katakan saja bahwa biarlah apa yang sudah terjadi ada di masa lalu. Yang penting Anda sekarang hanya mencintai suami dan hanya mau berhubungan seksual dengan suami. Hal inilah yang membuat Anda bersedia menikahi suami dan hidup sampai tua bersama suami.

Jika suami terus bertanya tentang masa lalu dan Anda terus merasa bersalah terhadap masa lalu, hal-hal seperti ini tidak akan membuat kehidupan rumah tangga jadi lebih baik. Oke, Anda memang pernah berhubungan seks sebelumnya, lantas apa? Yang paling penting adalah dengan siapa Anda sekarang.

Jangan biarkan masa lalu mendefinisikan bahwa Anda adalah perempuan baik-baik ataupun tidak. Yang berlalu biarlah berlalu, Anda sekarang adalah seorang istri yang setia pada suami Anda. Pastikan Anda selalu menyampaikan hal ini kepada suami Anda.

Jangan pernah menyebutkan mengenai masa lalu dan dengan siapa Anda di masa lalu karena yang penting adalah kehidupan Anda sekarang dan masa depan bersama suami. Fokuslah untuk membangun memori baru dibanding mengungkit-ungkit masa lalu yang sudah tidak dapat diapa-apain.

Zoya Amirin, M.Psi

Psikolog seksual bersertifikasi dengan pendidikan seksual berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual dan juga merupakan anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.

Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.



(pah/ir)






Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation


    Kalkulator Sehat indeks »
    Database Dokter Obat Penyakit