detikhealth

Makin Gendut Makin Kena Asam Urat

Vera Farah Bararah - detikHealth
Rabu, 03/10/2012 18:28 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Banyak yang bilang asam urat adalah masalah atau penyakit yang dialami orang tua. Tapi kini tak lagi, karena jumlah orang dengan asam urat makin meningkat seiring dengan banyaknya orang yang obesitas.

Penyakit asam urat dikenal sebagai penyakit raja karena hampir diderita oleh sejumlah raja termasuk Henry VIII. Secara sejarah penyakit ini dikiatkan dengan orang-orang kaya seperti raja yang mampu mengadakan pesta dengan banyak makanan dan wine serta alkohol.

Para ahli menghubungkan peningkatan asam urat ini dengan obesitas, karena makan dan minum yang berlebihan menyebabkan terjadinya penumpukan asam urat dalam darah, yaitu produk limbah yang dibentuk saat pemecahan makanan, bir dan wine.

Untuk itu adanya peningkatan jumlah orang yang mengalami obesitas maka turut meningkatkan banyaknya kasus asam urat. Faktor risiko lain dari penyakit ini adalah kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan kadang dipicu oleh trauma fisik atau operasi.

Jika seseorang memproduksi asam urat secara berlebihan maka akan terbentuk banyak kristal kecil di sendi yang bisa menyebabkan rasa sakit dan juga peradangan terutama di jempol kaki, sehingga membuat orang jadi tidak nyaman.

"Setiap tahun dalam dekade terakhir, jumlah pasien yang dibawa ke rumah sakit karena asam urat telah meningkat sebesar 7,2 persen," ujar Dr Philip Robinson dari University of Queensland, Australia, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (3/10/2012).

Dr Robinson yang melaporkan penelitian ini dalam jurnal Rheumatology mengungkapkan bahwa penderita asam urat sering mengalami masalah kesehatan lainnya seperti tekanan darah tinggi, diabetes dan juga penyakit jantung.

Selain itu konsumsi alkohol berlebihan juga bisa meningkatkan kadar asam urat dalam darah, dan mengurangi jumlah asam urat yang dikeluarkan melalui urine. Serta konsumsi alkohol ini juga memicu obesitas.

"Orang-orang hanya melihat obesitas bisa menyebabkan diabetes tipe 2 dan hipertensi, tapi mereka tampaknya tidak menyadari bahwa kondisi ini juga bisa memicu asam urat," ujar Dr Robinson.

Dr Robinson mengungkapkan profesional kesehatan perlu mengambil kesempatan untuk memperingatkan pasien mengenai kondisi ini. Meski asam urat bisa dikontrol, tapi akan lebih baik jika bisa mencegahnya.

(ver/ir)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit