detikhealth

Jeritan Anak di Rumah Sakit Jiwa Grogol: Aku Mau Sama Mama..

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 05/10/2012 17:08 WIB
Jeritan Anak di Rumah Sakit Jiwa Grogol: Aku Mau Sama Mama..RSJ Soeharto Heerdjan (dok: detikHealth)
Jakarta, Bagi sebagian remaja, berada jauh dari orangtua rasanya sangat berat meskipun hanya untuk sementara. Apalagi jarak itu tercipta karena si remaja harus menginap di Rumah Sakit Jiwa. Wajar kalau terdengar jeritan, "Aku mau sama mama.."

Jeritan itu terdengar terus menerus dari mulut seorang remaja putri, sebut saja namanya namanya Anyelir. Duduk di sebuah kursi panjang di ruang rawat inap Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJ Soeharto Heerdjan, remaja berusia sekitar 13 tahun ini terus merengek ingin ketemu mamanya.

"Tadi pagi ibunya ada, tapi sekarang sudah pulang. Ini (Anyelir) memang baru saja masuk," jelas dr Suzy Yusna Dewi, SpKJ(K), Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJ Grogol saat ditemui dalam kunjungan media di salah satu ruang perawatan, Jumat (5/10/2012).

Menurut dr Suzy, remaja ini sejak lama mengalami gangguan jiwa yang disebut afeksi bipolar. Selama ini, orangtuanya sering membawanya untuk berobat jalan di RSJ Soeharto Heerdjan atau yang dikenal dengan nama RSJ Grogol karena berlokasi di Grogol, Jakarta Barat.

Sejak awal memang sering gelisah dan kalau sudah demikian maka ia akan jadi banyak bicara meski tidak terlalu jelas apa yang dibicarakan. Gangguan ini muncul lagi dan agak memburuk ketika sedang mendalami seni musik di sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB).

Ditegaskan oleh dr Suzy, Anyelir memiliki kemampuan kognitif yang normal seperti anak remaja kebanyakan. Kelebihan itu pula yang membedakan Anyelir dari anak-anak pengidap retardasi atau keterbelakangan mental sehingga selama ini tidak mengalami kesulitan dalam belajar.

Kondisi kejiwaan Anyelir sempat agak stabil setelah beberapa kali menjalani rawat jalan di RSJ Grogol. Namun saat salah seorang kerabatnya meninggal dunia belum lama ini, gangguan jiwa yang dialami Anyelir kembali memburuk dan akhirnya terpaksa dikirim orangtuanya untuk menjalani rawat inap.

"Agresif sih tidak, ya cuma seperti ini, ngomong terus. Di rumah dia sangat tergantung, apa-apa harus dibantu jadinya dikirim ke sini," tambah dr Suzy.

Menurut dr Suzy, gangguan afeksi bipolar antara lain ditandai dengan perilaku sebagai berikut:

1. sering sedih
2. bicaranya banyak
3. aktivitasnya tinggi
4. tidak bisa tidur.

Perubahan lain yang juga sering teramati pada penderita afeksi bipolar adalah peningkatan libido. Entah ada hubungannya atau tidak, dr Suzy mengisahkan bahwa Anyelir memang menjadi agak salah tingkah waktu ada kunjungan siswa-siswa SMP yang sebagian pesertanya adalah cowok sebayanya.

Anyelir bukan satu-satunya remaja yang mengalami gangguan jiwa. Di RSJ Grogol, saat ini ada sedikitnya 6 pasien remaja yang menjalani rawat inap karena berbagai gangguan kejiwaaan mulai dari depresi berat, schizophrenia hingga kecanduan game.

Sementara itu di seluruh Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan bahwa 11,6 persen remaja usia 15 tahun ke bawah atau sekitar 19 juta remaja mengalami gangguan mental emosional berupa cemas dan depresi. Tahun 2020, depresi diproyeksikan sebagai penyebab utama disabilitas nomor 2 setelah penyakit jantung iskhemik.


(up/ir)


Punya pengalaman menarik seputar diet ? Kirimkan disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close