Virus Baru Mirip SARS Dicurigai Menyebar di Timur Tengah
Rabu, 10/10/2012 15:31 WIB
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Pada akhir September 2012 lalu, seorang pria berusia 49 tahun di Qatar adalah diketahui terinfeksi virus mirip penyebab penyakit SARS (severe acute respiratory syndrome). Ia kemudian dirawat karena gagal ginjal di unit perawatan intensif di London. Pria ini baru saja melakukan perjalanan ke Arab Saudi.
Berdasarkan pemeriksaan, pasien di Qatar tersebut pertama kali mengalami gejala sakit pada tanggal 3 September 2012. Selang tak berapa lama, 5 orang di Denmark terserang virus yang sama. Di antara korban baru ini, 4 orang di antaranya adalah sekeluarga dan sang ayah baru saja melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Sisanya seorang baru saja melakukan perjalanan ke Qatar.
Penemuan ini membuat para ilmuwan meyakini bahwa virus jenis baru telah beredar di Timur Tengah. Namun karena para peneliti belum begitu jelas memahami mekanisme penyebaran dan dampak berbahayanya, WHO hanya meminta masyarakat untuk tetap waspada.
Virus baru yang menyerang 6 orang tersebut termasuk dalam keluarga coronavirus, yaitu keluarga virus penyebab flu biasa dan penyakit SARS mematikan yang sempat menwabah di beberapa negara dan merenggut 800 jiwa.
Pada hari Jumat (28/9/2012), WHO menyatakan bahwa coronavirus baru ini tidak mudah menular antar manusia. Virus yang ditemukan pada kasus-kasus terbaru ini bukanlah coronavirus penyebab SARS dan berbeda dengan coronavirus yang pernah diidentifikasi pada manusia. Meski begitu, kedua pasien yang terinfeksi virus tersebut sama-sama menderita gagal ginjal.
WHO mengatakan akan terus memonitor situasi di lapangan, tetapi belum merekomendasikan pelarangan kunjungan ke Arab Saudi atau Qatar. Sementara itu, Britain's Health Protection Agency menjelaskan bahwa penelitian genetik pada virus mirip SARS itu ternyata hampir sama dengan virus kelelawar.
Selain itu, para ilmuwan menduga virus itu juga terkait dengan onta, domba, atau kambing. Sampai kini, virus ini masih diteliti lebih jauh untuk dinilai dampak berbahaya dan mekanisme penyebarannya.
(pah/ir)
Berdasarkan pemeriksaan, pasien di Qatar tersebut pertama kali mengalami gejala sakit pada tanggal 3 September 2012. Selang tak berapa lama, 5 orang di Denmark terserang virus yang sama. Di antara korban baru ini, 4 orang di antaranya adalah sekeluarga dan sang ayah baru saja melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Sisanya seorang baru saja melakukan perjalanan ke Qatar.
Penemuan ini membuat para ilmuwan meyakini bahwa virus jenis baru telah beredar di Timur Tengah. Namun karena para peneliti belum begitu jelas memahami mekanisme penyebaran dan dampak berbahayanya, WHO hanya meminta masyarakat untuk tetap waspada.
Virus baru yang menyerang 6 orang tersebut termasuk dalam keluarga coronavirus, yaitu keluarga virus penyebab flu biasa dan penyakit SARS mematikan yang sempat menwabah di beberapa negara dan merenggut 800 jiwa.
Pada hari Jumat (28/9/2012), WHO menyatakan bahwa coronavirus baru ini tidak mudah menular antar manusia. Virus yang ditemukan pada kasus-kasus terbaru ini bukanlah coronavirus penyebab SARS dan berbeda dengan coronavirus yang pernah diidentifikasi pada manusia. Meski begitu, kedua pasien yang terinfeksi virus tersebut sama-sama menderita gagal ginjal.
WHO mengatakan akan terus memonitor situasi di lapangan, tetapi belum merekomendasikan pelarangan kunjungan ke Arab Saudi atau Qatar. Sementara itu, Britain's Health Protection Agency menjelaskan bahwa penelitian genetik pada virus mirip SARS itu ternyata hampir sama dengan virus kelelawar.
Selain itu, para ilmuwan menduga virus itu juga terkait dengan onta, domba, atau kambing. Sampai kini, virus ini masih diteliti lebih jauh untuk dinilai dampak berbahaya dan mekanisme penyebarannya.
(pah/ir)
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Selasa,21/05/2013 20:10 WIB
Ingin Sering Bercinta? Catlah Kamar dengan Warna Karamel, Jangan Merah
-
Selasa,21/05/2013 19:56 WIB
Hubungan Seks Antar Napi dan Kebiasaan Nyuntik Rawan Tularkan HIV
-
Selasa,21/05/2013 19:00 WIB
Lakukan Ritual Ini Agar Tidur Anda Lebih Lelap
-
Selasa,21/05/2013 18:28 WIB
Ini Alasan Mengapa PAUD Penting Bagi Perkembangan Anak
-
Selasa,21/05/2013 18:11 WIB
7 Tahun Menikah, Suami Tak Lagi Seperkasa Dulu
-
Selasa,21/05/2013 18:07 WIB
Sudah Kenal WC, Kini Warga Jemaras Cirebon Tak Perlu Singli
-
Ulasan Khas Alergi
Begini Caranya Dapat Momongan Ketika Punya Alergi Sperma
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Lateks, Salah Satu Penyebab Orang Malas Pakai Kondom
-
Ulasan Khas Alergi
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
-
Ulasan Khas Alergi
Ini Dia 5 Pemicu Alergi pada Anak
-
Ulasan Khas Alergi
Waspadai, Ini Tandanya Tubuh Mengalami Alergi Cuaca
-
Ulasan Khas Alergi
Hati-hati Pilih Obat, Salah-salah Tidak Jadi Sembuh Malah Alergi
-
Ulasan Khas Alergi
Alergi Tak Bisa Sembuh, Hindari Pemicu Atau Malah Harus Dibiasakan?
-
Ulasan Khas Alergi
Lakukan Tes Ini Jika Curiga Punya Alergi
-
Selasa, 21/05/2013 19:56 WIB
Hubungan Seks Antar Napi dan Kebiasaan Nyuntik Rawan Tularkan HIV
-
Selasa, 21/05/2013 19:00 WIB
Lakukan Ritual Ini Agar Tidur Anda Lebih Lelap
-
Selasa, 21/05/2013 18:03 WIB
7 Tahun Menikah, Suami Tak Lagi Seperkasa Dulu
-
Selasa, 21/05/2013 10:24 WIB
Pasien Kena Masalah Pencernaan, Dokter Resepkan Oral Seks
-
Selasa, 21/05/2013 12:24 WIB
8 Posisi Tidur dan Efeknya Pada Kesehatan Tubuh
-
Selasa, 21/05/2013 17:28 WIB
Ada Rahasia Apa di Balik Tulisan Tangan?
-
Selasa, 21/05/2013 14:31 WIB
Inilah Daftar Perilaku Buruk Balita yang Harus Dihentikan
-
Selasa, 21/05/2013 20:10 WIB
Ingin Sering Bercinta? Catlah Kamar dengan Warna Karamel, Jangan Merah
-
7 Komentar
-
4 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
2 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Senin, 20/05/2013 16:07 WIB
7 Malapetaka Paling Horor yang Menyerang Kemaluan Pria
-
Senin, 20/05/2013 15:24 WIB
Penderita Gangguan Jiwa di Indonesia Ada 1 Juta, Hanya 10% yang Berobat
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_7.gif)

