detikhealth

32 Muda Mudi 'Gila' Siap Bikin Perubahan di Indonesia

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Kamis, 25/10/2012 16:40 WIB
32 Muda Mudi Gila Siap Bikin Perubahan di IndonesiaPencerah Nusantara (dok. detikHealth)
Jakarta, Setelah menjalani masa pelatihan secara intensif selama tujuh minggu di Jakarta dan Bandung, 32 pemuda pemudi Pencerah Nusantara angkatan pertama siap berangkat ke daerah penugasan masing-masing. Dengan 'gila' semangat dan tekad, muda mudi ini siap menjadi agen perubahan kesehatan Indonesia.

Pencerah Nusantara merupakan program yang baru pertama kalinya digelar oleh Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Milenium Development Goals (KUKPRI-MDGs). Salah satu tujuannya memang membantu pencapaian MDGs khususnya di bidang kesehatan.

Para peserta pilihan ini terdiri dari 8 dokter umum, 6 bidan, 7 perawat dan 11 pemerhati kesehatan. Usianya belum melebihi 30 tahun dan belum lebih dari 5 tahun lulus universitas, namun punya kepedulian dan komitmen untuk membaktikan ilmunya di daerah.

Setelah melalui seleksi yang panjang, terpilihlah 32 pemuda dan pemudi terbaik untuk menjadi peserta program Pencerah Nusantara, yang akan mengabdi selama 1 tahun di daerah masing-masing.

32 Pemuda pemudi ini menyebut dirinya 'gila', tentu bukan dalam arti sebenarnya. Yang dimaksudkan adalah gila semangat dan gila tekad untuk dapat mengkontribusikan tenaga dan keterampilannya memberikan pelayanan kesehatan primer kepada masyarakat di daerah-daerah terpencil di Indonesia.

"Saya adalah orang yang 'gila' dan di sini saya menemukan wadah yang bisa menampung aspirasi kami. Ternyata benar, kami ini adalah 'orang-orang gila' yang siap menularkan 'kegilaannya' untuk perubahan," ujar dr. A.A Dwi Wulantari, salah satu Pencerah Nusantara asal Bali, dalam acara diskusi dan konsultasi di Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Milenium Development Goals (KUKPRI-MDGs), Jakarta, Kamis (25/10/2012).

Hal serupa juga disampaikan Shafhan Dustur, dokter umum asal Aceh Barat, NAD. Ia mengaku dirinya 'gila' tapi bukan sebagai pasien gangguan jiwa, melainkan orang dengan 'gila' semangat dan tekad, untuk dapat terjun dan benar-benar mengabdikan diri ke masyarakat.

"Ke-32 orang ini sudah memiliki modal ketulusan dan niat baik. Mereka mendaftar sendiri via web dan twitter dan telah lulus serangkaian ujian. Dan dengan dibekali pelatihan selama 7 minggu, baik dari pelatihan medis, survival training di hutan, komunikasi, advokasi, project management, team building, gender harmony, Insya Allah mereka siap terjun ke masyarakat, tidak hanya sebagai tenaga kesehatan tetapi juga decision maker, advokat, tukang masak, pengasuh anak, teman ngobrol ibu-ibu, apa saja yang dibutuhkan masyarakat," ujar Diah S Saminarsih, Asisten Utusan Khusus Presiden RI untuk Millennium Development Goals (KUKPRI MDGs), sekaligus Koordinator Program Pencerah Nusantara.

Prof. DR. Farid Afansa Moeloek, SpOG(K), selaku tokoh kesehatan dan mantan Menteri Kesehatan RI pun memberikan beberapa wejangan sebagai bekal muda mudi penuh semangat ini agar semakin siap untuk langsung terjun ke masyarakat.

"Jadilah agent of change (agen perubahan). Dokter, bidan, apoteker, jadilah agent of change di bidang masing-masing," tutur Prof. Farid.

Ada tiga hal yang ditekankan Prof. Farid, yaitu air bersih, nutrisi sehat untuk anak dan rumah sehat. Menurutnya tiga hal ini adalah kunci dari kesehatan dan kemakmuran masyarakat.

"Air bersih, karena masalah air bersih ini masih sangat kurang. Lalu gizi untuk anak-anak, sehingga otaknya seperti komputer yang software tinggi. Jangan yang 256 kb, dimasukin 1 giga jadi hang. Banyak anak-anak yang putus sekolah bukan karena tak ada biaya, tapi otaknya hang. Otaknya kekurangan gizi. Kalau begini terus, 25 tahun lagi kita tidak akan maju," tutur mantan Menteri Kesehatan ini.

Hal tersebut diamini oleh Prof. Dr Emil Salim, Se, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI. "Pencerah Nusantara bukan hanya pencerah kesehatan, tapi juga pencerah di 8 dimensi yang menjadi target MDGs. Saya melihat saudara bisa menjadi pencerah pembangunan di desa masing-masing," harap Prof Emil.

Pencerah Nusantara angkatan pertama ini akan diberangkatkan ke 7 daerah penugasan masing-masing, antara lain Mentawai (Sumatera Barat), Toli-toli (Sulawesi Tengah), Lindu (Sulawesi Tengah), Berau (Kalimantan Timur), Karawang (Jawa Barat), Pasuruan (Jawa Timur), pada tanggal 28 Oktober 2012, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda.


(mer/nvt)


Ikuti survei online detikHealth berhadiah paket dari SOHO dan merchandise di sini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit