detikhealth

Ini yang Bikin Program KB di Perusahaan 'Melempem'

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jumat, 09/11/2012 09:07 WIB
Ini yang Bikin Program KB di Perusahaan Melempem(Foto: thinkstock)
Denpasar, Program Keluarga Berencana (KB) di Perusahaan sempat berjaya di tahun 80-an hingga akhir tahun 90-an. Sayangnya, semenjak zaman reformasi program yang sangat signifikan menarik peserta KB ini sempat 'melempem' dan tak terdengar lagi. Apa sih penyebabnya?

"Beberapa tahun ini perkembangan program KB di perusahaan semakin menurun dan hampir tidak terdengar lagi," ujar Plt Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Drs. Subagyo, MA, dalam acara Workshop Rencana Aksi Nasional KB Perusahaan, Denpasar, Bali, ditulis Jumat (9/11/2012).

Menurut Subagyo, ada berbagai hal yang sangat mempengaruhi pelaksanaan program KB di perusahaan, antara lain:

1. Melemahnya kegiatan advokasi, KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) dan promosi program KKB (kependudukan dan keluarga berencana) terhadap karyawan dan karyawati di lingkungan perusahaan.

2. Kompetensi tenaga provider yang masih kurang, terutama dalam memberikan konseling.

3. Belum sepenuhnya materi KIE tersedia di tempat pelayanan KB di perusahaan. Hal ini mengakibatkan pengetahuan dan sikap para karyawan yang masih ragu-ragu untuk ikut ber-KB.

4. Komitmen pimpinan perusahaan terhadap program KB yang semakin melemah.

Setelah sekian lama vakum sejak tahun 1998, BKKBN berkomitmen akan kembali menggalakkan Program KB Perusahaan mulai tahun ini. Salah satu bentuk nyatanya adalah menjalin kerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan berharap semua perusahaan di Indonesia menjalankan program KB perusahaan.

"Kemitraan yang kuat dengan Apindo menjadi sangat strategis untuk mengajak partisipasi para pengusaha dalam mengajak para karyawan untuk ikut ber-KB," tutur Subagyo.

Dengan kerja sama ini, diharapkan semua perusahaan di Indonesia bisa menjalankan Program KB Perusahaan dan memfasilitasi karyawannya masing-masing.

Dari pihak BKKBN pun berjanji akan memberikan fasilitas alat kontrasepsi kepada perusahaan, bila memang ada karyawan yang membutuhkan.

"Kalau memang perusahaan memerlukan kontrasepsi dan punya klinik, kita setor (alat KB secara gratis). Kita kan ada program untuk keluarga pra-sejahtera dan sejahtera 1, yang notabene keluarga miskin, itu gratis. Kalau membayar itu tidak benar," tutup Subagyo.




(mer/nvt)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit