detikhealth

Sering Nyeri Pinggang, Wanita Ini Tak Sadar Sedang Hamil Tua

Linda Mayasari - detikHealth
Rabu, 28/11/2012 13:31 WIB
Seorang wanita Inggris terus mengalami nyeri pinggang yang hebat selama beberapa bulan belakangan ini. Dirinya menduga bahwa hal ini merupakan gejala infeksi ginjal, tetapi dokter menyatakan bahwa wanita tersebut telah hamil tua dan akan segera melahirkan dalam hitungan jam.

Kayleigh Renwick yang bekerja sebagai perawat penitipan anak di Inggris baru berusia 24 tahun dan tidak tahu jika dirinya hamil. Renwick tidak menyadari kehamilannya karena dirinya masih mengalami menstruasi setiap bulannya dan bahkan tidak mengalami kenaikan berat badan.

Renwick mulai mengalami rasa nyeri pada pinggang sejak bulan Mei. Dirinya mengira bahwa nyeri tersebut disebabkan oleh infeksi ginjal sehingga Renwick memutuskan untuk menjalani pengobatan medis di sebuah klinik kesehatan.

Namun, ketika sedang menunggu hasil tes urine, dokter menanyakan telah berapa lama Renwick merasakan nyeri pinggang ini selama kehamilannya. Renwick yang terkejut dengan pertanyaan dokter bersikeras bahwa dirinya tidak hamil, sehingga dokter di klinik tersebut meminta Renwick untuk melakukan tes scan di rumah sakit.

Pihak rumah sakit menyatakan bahwa Renwick hamil dan telah memasuki masa kelahiran karena telah mengalami pembukaan vagina selebar 8 cm.

"Saya tidak bisa mempercayai hal ini dan seketika tubuh saya langsung shock dan mulai muntah. Saya terus mengalami menstruasi selama kehamilan dan pernah beberapa kali melakukan tes kehamilan yang hasilnya selalu negatif," tutur Renwick, seperti dilansir Medical Daily, Rabu (28/11/2012).

Renwick akhirnya melahirkan seorang bayi perempuan dengan berat lahir rendah dan kulit yang sangat kering dan pecah-pecah. Para dokter yang membantu persalinan Renwick menyatakan bahwa plasenta bayi telah berhenti bekerja sejak 5 minggu sebelum persalinan dan mungkin hal ini yang menyebabkan sakit pinggang.

Tetapi keajaiban terjadi karena bayi perempuan yang diberi nama Lucy tersebut dapat lahir dengan selamat. Setelah Lucy berusia setengah tahun, dirinya didiagnosis memiliki brachycephaly dan plagiocephaly atau yang biasanya dikenal dengan sindrom kepala datar.

Brachycephaly mengacu pada kerataan di bagian belakang kepala dan plagiocephaly mengacu pada kerataan pada sisi kepala. Kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan perubahan pada fitur wajah bayi, seperti telinga yang merata dengan mata dan dahi menonjol.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh posisi tidur bayi yang salah atau faktor-faktor lain dalam rahim seperti kurangnya cairan ketuban dan posisi bayi dalam rahim. Sindrom kepala datar terjadi ketika tulang tengkorak bayi yang masih lunak terkena tekanan abnormal yang berkepanjangan.

Sekarang ini, Lucy membutuhkan helm tengkorak untuk kembali membentuk kepalanya. Dirinya harus memakai helm 23 jam sehari selama tujuh minggu pertama pengobatan untuk menghindari lecet di bagian atas kepalanya.




(nvt/nvt)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit