detikhealth

Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

dr. Dito Anurogo, medical doctor at Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).

Bagaimana Mengatasi Sesak dan Nyeri Ulu Hati?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kamis, 29/11/2012 14:20 WIB
Bagaimana Mengatasi Sesak dan Nyeri Ulu Hati?Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Salam sehat! Saya mau bertanya Dokter Dito. Beberapa hari terakhir ini, kira-kira lebih dari 3 hari, saya merasakan nyeri dan sesak pada ulu hati. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Kadang sesak itu timbul ketika saya bangun tidur, juga ketika saya menelan makanan, minuman, bahkan air liur sendiri. Rasa sesak itu sangat mengganggu aktivitas saya Dok.

Mohon sarannya ya. Terimakasih.

Zulfa (Wanita Lajang, 18 Tahun), zulfa_XXX@yahoo.com
Tinggi 153 Cm dan Berat Badan 45 Kg

Jawaban:

Terimakasih atas kepercayaannya kepada kami.

Dari pertanyaan adik Iladiena Zulfa, kami mendapatkan beberapa kata kunci yakni sesak dan nyeri ulu hati, lebih dari tiga hari. Sesak terkadang timbul saat bangun tidur, saat menelan makanan, minuman, air liur.

Berdasarkan keluhan di atas, maka keluhan nyeri ulu hati adalah keluhan pokok dan utama.

Berikut ini berbagai kemungkinan diagnosis untuk nyeri ulu hati (epigastric pain):

1. Ulkus gaster
2. Kolik bilier
3. Choledocholithiasis (batu saluran empedu)
4. Cholelithiasis (batu empedu)
5. Gastroduodenal perforation (bocornya lambung dan usus dua belas jari)
6. Intestinal/bowel obstruction (sumbatan usus halus)
7. Mesentery hemorrhage (perdarahan selaput penggantung/pengikat usus)
8. Pancreatic duct obstruction (sumbatan saluran pankreas)
9. Penetrating duodenal ulcer (luka yang menembus/menyebar hingga usus dua belas jari)
10. Peptic ulcer hemorrhage (perdarahan ulkus peptik)
11. Perforated duodenal ulcer (usus duodenum bocor dan luka)
12. Small bowel obstruction (sumbatan usus kecil)
13. Channel pyloric ulcer
14. Hernia, ventral
15. Gallbladder sludge/cholesterolosis
16. Hiatus hernia, esophagus/para-esophageal
17. Slipping rib syndrome/costochondral
18. Dissecting aortic aneurysm
19. Duodenum stenosis (penyempitan usus dua belas jari)
20. Gastric volvulus (terpuntirnya lambung)
21. Herniated fascial fat/abdominal wall
22. Incomplete pyloric obstruction
23. Liver hematoma/hemorrhage (perdarahan hati)
24. Mallory Weiss syndrome (esophageal tear; sobekan di kerongkongan)
25. Pancreatic duct/stone (batu di saluran/ di pankreas)
26. Perforated/ruptured esophagus
27. Pneumothorax (ada udara di selaput pembungkus paru atau di rongga antara paru-paru dan dinding dada)
28. Sigmoid volvulus
29. Hernia, epigastric
30. Liver, subcapsular hematoma
31. Pyloric obstruction/stenosis
32. Ulcer, duodenal/obstructive
33. Bezoar/Phytobezoar (massa di lambung dan usus yang tidak tercerna oleh sistem pencernaan)
34. Hernia, incisional
35. Pancreatic pseudocyst (sesuatu mirip kista pankreas)
36. Esophageal Rupture/Boerhaave Syndrome

Perlu diketahui pula, untuk kumpulan gejala (sindrom) nyeri di perut bagian atas itu memiliki beberapa kemungkinan diagnosis sebagai berikut:

1. biliary disease
2. pankreatitis akut
3. dispepsia
4. hiatus hernia
5. pneumonia
6. infark miokard
7. splenic abscess
8. infarction.

Terus terang, kami belum berani memastikan apa diagnosisnya. Sebab masih diperlukan anamnesis (wawancara terstruktur) yang lebih teliti dan mendalam tentang sesak/nyeri ulu hati yang adik Iladiena Zulfa rasakan.

Beberapa data berikut ini masih diperlukan dokter untuk menegakkan diagnosis:

1. Apakah sesak/nyeri ulu hati itu diakibatkan oleh obat, misalnya golongan antiinflamasi nonsteroid?
2. Apakah sesak/nyeri ulu hati menjadi lebih ringan/berat saat tidur? Atau malah mengganggu tidur?
3. Apakah sesak/nyeri ulu hati sampai mengganggu aktivitas? Aktivitas apa saja yang meringankan dan memperberat keluhan sesak/nyeri ulu hati itu?
4. Apakah waktu berlangsungnya sesak/nyeri ulu hati itu: muncul bertahap, hilang timbul, terus dirasakan, mulanya ringan lalu memberat, ringan terus?
5. Di mana tepatnya lokasi sesak/nyeri? Apakah juga dirasakan di tempat lain? Apakah hanya di ulu hati? Pernah berpindah ke perut kanan bawah? Pernah berlaih ke pinggul atau lipat paha?
6. Apakah nyeri yang dirasakan itu sangat berat seperti kolik perut? Hilang timbul? Rasanya seperti kram perut?
7. Berapa lama berlangsung sesak/nyeri ulu hati? Sejak kapan muncul? Hanya enam jam sehari? Berapa kali muncul dalam seminggu, sebulan? Atau sudah bertahun-tahun?
8. Bagaimana riwayat medis Anda, berkaitan dengan: riwayat operasi sebelumnya, aktivitas seksual, riwayat bepergian, riwayat pekerjaan, pernah jatuh/kecelakaan/trauma, riwayat psikiatris/kejiwaan, riwayat minum obat imunosupresi, pernah sesak/nyeri ulu hati seperti sekarang ini?
9. Bagaimana riwayat haid? Teratur? Ada nyeri haid? Berapa lama siklus haid berlangsung?
10. Bagaimana keluhan lain yang menyertai sesak/nyeri ulu hati? Ada mual? Muntah? Diare? Gangguan selera makan? Perdarahan? Konstipasi/sembelit? Nyeri dada? Nyeri saat berkemih/kencing? Sering kentut?

Setelah melakukan anamnesis di atas, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan diteruskan dengan pemeriksaan penunjang (bila diperlukan). Nah, barulah diagnosis dapat ditegakkan.

Saran kami, sementara ini berpola makan teratur, jangan terlambat makan, hindari makan yang beraroma pedas, masam/asam, hindari junkfood, hindari stres, manjakanlah diri (dengan rekreasi, bernyanyi, melakukan hobi, dsb), perbanyak olahraga, minum jus buah, memakan sayur yang bervariasi, dan minum air putih. Jangan lupa rutin beribadah dan bertawakal kepada Allah, sebab semua penyakit itu berasal dariNya. Bila keluhan masih dirasakan, maka segeralah ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Demikian penjelasan ini, semoga bermanfaat.

Salam sukses dan sehat selalu!

Dokter Dito Anurogo
Hamba Allah, konsultan kesehatan detik.com


(up/vit)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit