detikhealth

Dapatkan Hadiah Menarik
Program Akhir Tahun
"QUIZ on Article"

Duduk Ngangkang di Mata Dokter

Duduk Ngangkang Saat Bonceng Motor Bisa Rusak Kemaluan Wanita?

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Selasa, 08/01/2013 15:54 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta, Salah satu alasan diberlakukannya larangan duduk mengangkang bagi wanita saat membonceng sepeda motor di Kota Lhokseumawe, Aceh, karena dinilai memperlihatkan lekuk tubuh wanita, yang akhirnya dapat memicu gairah seksual pria. Lantas apa kata ahli kesehatan seksual soal hal ini?

"Setiap larangan atau disiplin untuk publik di jalan umum, hendaknya diterapkan dengan memperhatikan aspek prioritas. Jelasnya, mengutamakan keamanan warga agar terhindar dari kecelakaan," jelas Dr Andri Wanananda, MS, pengamat kesehatan seksual detikHealth, saat dihubungi pada Selasa (8/1/2013).

Menurut Dr Andri, membonceng sepeda motor dengan posisi menghadap ke depan alias mengangkang, dipandang lebih aman untuk mencegah risiko kecelakaan ketimbang duduk menyamping. Prioritas ini, lanjutnya, jauh lebih bernilai dibanding dengan kekhawatiran akan terpicunya rangsangan seksual bila dibonceng mengangkang.

"Jangankan duduk berboncengan mengangkang, duduk berdampingan dalam bus umum atau kereta api antara 2 insan yang berlawanan jenis, bisa saja membangkitkan rangsangan seksual. Hal ini bergantung pada pikiran yang bersangkutan, yang agaknya tidak perlu dicampuri," jelas dokter yang juga merupakan anggota Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI).

Dr Andri juga menjelaskan dari aspek kesehatan seksual dan reproduksi, posisi duduk mengangkang saat dibonceng sepeda motor tidak akan mengganggu kemaluan atau organ intim wanita.

Posisi mengangkang tidak akan mengganggu vulva (area genital eksternal perempuan). Kecuali bila sudut mengangkangnya mendekati 180 derajat, yang membuat otot, persarafan, dan pembuluh darah di sekitar selangkangan amat meregang. Sedangkan sudut mengangkang ketika dibonceng sepeda motor tidak lebih dari 45 derajat.

"Kehidupan manusia dalam milenium ketiga memiliki 'privacy' yang tidak semua bisa diatur dengan budaya lokal atau dicampuri terlampau dalam. Pemerintah Kota hendaknya menggunakan pendekatan prioritas dalam memilih alternatif solusi untuk publik. Dalam kaitan ini prioritas terhindarnya warga dari risiko terjadinya kecelakaan berkendaraan yang bisa merenggut nyawa jauh lebih penting," tutup Dr Andri.

(mer/vit)

Cerianya si Kecil saat liburan. Yuk, Abadikan Momen liburan anda bersama si Buah Hati dan menangkan hadiahnya di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit