Doctor's Life
Dr Zaenal Abidin, MH.Kes, Masalah Gizi dan Cerita Tentang Kumis
Senin, 14/01/2013 17:04 WIB
Dr Zaenal Abidin, MH.Kes (dok: detikHealth)
Berita Lainnya
Dr Nani Hersunarti, SpJP, Sehat Lahir Batin Berkat Dansa
Dr Florence Manurung, Dokter 'Pencerah' Dunia Anak-anak
dr Susie Rendra, Dokter Kulit yang Sempat 'Terhadang' Kerusuhan 98
Dr Lie Dharmawan & Perjuangan Bangun RS Apung Swasta Pertama Indonesia
Suka-duka dr Bhimantoro, SpOG Merawat Belasan Anak Anjing
Jakarta, Kesan galak memang susah dipisahkan dari sosok pria berkumis, termasuk Dr Zaenal Abidin, MH.Kes. Hanya karena punya kumis, ia kerap disangka galak. Padahal sekalinya bercanda, dokter berperawakan mungil ini tawanya langsung membahana.
Begitu juga ketika mendengar ada wartawan mengira dirinya galak dan kaku. Meski kemudian dalam artikelnya dijelaskan betapa hangat dan ramahnya sosok Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini, tak ayal kesan galak itu membuat Dr Zaenal terbahak.
"Mungkin karena awalnya saya diam-diam saja. Lihat saya berkumis, jadi mungkin dikiranya galak. Begitu diajak ngobrol, saya bikin ketawa dia hahaha," kata Dr Zaenal saat ditemui detikHealth di Kantor IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2013).
Bagi yang sudah mengenal, Dr Zaenal memang jauh dari kesan galak, bahkan sangat bersahabat. Bagi para pencari berita, Dr Zaenal mudah sekali dihubungi lewat telepon untuk membahas isu-isu hangat soal kesehatan. Bahkan tak jarang ia sendiri yang akan menelepon balik jika diperlukan.
"Siapa juga yang mau digalaki," tambah Dr Zaenal dengan senyum yang selalu tersungging di bibirnya.
Meskipun dalam keseharian selalu ramah, ekspresi Dr Zaenal bisa mendadak serius bila sudah bicara masalah kesehatan khususnya gizi. Dokter lulusan Universitas Hassanudin yang juga pendiri Yayasan Gema (Gerakan Masyarakat) Sadar Gizi ini memang punya perhatian khusus soal gizi.
Bersama istrinya, Dr Tirta Prawita Sari, SpGK, ia giat menggerakkan penyuluhan ke sekolah-sekolah soal pentingnya gizi bagi masyarakat. Dengan meningkatkan wawasan masyarakat soal gizi, ia yakin berbagai masalah kesehatan bisa diatasi dengan lebih efisien.
"Masalah gizi itu tidak pernah 'kering'. Tidak ada penyakit yang tidak berhubungan langsung dengan gizi," ungkap Dr Zaenal yang gemar main tenis meja dan rutin jalan kaki 2-3 kali dalam seminggu, namun merasa tidak cukup kuat fisiknya untuk main tenis lapangan.
Bukan hanya untuk mencegah penyakit di tingkat masyarakat, pentingnya gizi juga dirasakan pada tingkatan medis bagi yang sudah terkena penyakit. Menurut Dr Zaenal, terapi yang melibatkan gizi akan lebih cepat menyembuhkan pasien sehingga cost atau biayanya jadi lebih efisien.
Di lingkup yang lebih luas, kesadaran akan gizi yang baik juga mendukung program jaminan sosial. Seperti yang ia sampaikan soal terapi yang melibatkan gizi, pembiayaan yang harus ditanggung pemerintah melalui program jaminan kesehatan juga akan lebih efisien jika masalah gizi selalu diperhatian.
BIODATA
Nama lengkap:
Dr Zaenal Abidin, MH.Kes
Tempat dan tanggal lahir:
Soppeng, Sulawesi Selatan, 15 April 1965
Nama istri:
Dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK
Pendidikan:
S1 Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudin, Makassar (Lulus tahun 1997)
S2 Magister Hukum Kesehatan Universitas Hassanudin (Lulus tahun 2009 dengan IPK 3,90)
Organisasi:
Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menjabat Ketua Umum periode 2012-2015
Praktik:
Sedang tidak praktik sebagai dokter.
Sebagai dosen luar biasa di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta, mengajar Bioethics.
Judul buku yang pernah ditulis:
Bayar Dulu, Baru Dirawat: Menelusuri Fungsi Sosial Rumah Sakit Swasta
(Disusun berdasarkan tesis Dr Zaenal yang berjudul: Tinjauan Hukum Penerapan Fungsi Sosial Rumah Sakit Swasta di DKI Jakarta)
Pengalaman kerja:
Sekretaris Pelaksana Tim Penilai Kesehatan pasangan Capres dan Cawapres RI pada Pemilu 2004
Sekretaris Pelaksanan Tim Penilai Kesehatan Calon Hakim Agung RI Tahun 2006
Anggota Pengarah Tim Penilai Kesehatan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2007
Sekretaris Pelaksana Tim Penilai Kesehatan pasangan Capres dan Cawapres RI pada Pemilu 2009.
(up/vit)
Begitu juga ketika mendengar ada wartawan mengira dirinya galak dan kaku. Meski kemudian dalam artikelnya dijelaskan betapa hangat dan ramahnya sosok Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini, tak ayal kesan galak itu membuat Dr Zaenal terbahak.
"Mungkin karena awalnya saya diam-diam saja. Lihat saya berkumis, jadi mungkin dikiranya galak. Begitu diajak ngobrol, saya bikin ketawa dia hahaha," kata Dr Zaenal saat ditemui detikHealth di Kantor IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2013).
Bagi yang sudah mengenal, Dr Zaenal memang jauh dari kesan galak, bahkan sangat bersahabat. Bagi para pencari berita, Dr Zaenal mudah sekali dihubungi lewat telepon untuk membahas isu-isu hangat soal kesehatan. Bahkan tak jarang ia sendiri yang akan menelepon balik jika diperlukan.
"Siapa juga yang mau digalaki," tambah Dr Zaenal dengan senyum yang selalu tersungging di bibirnya.
Meskipun dalam keseharian selalu ramah, ekspresi Dr Zaenal bisa mendadak serius bila sudah bicara masalah kesehatan khususnya gizi. Dokter lulusan Universitas Hassanudin yang juga pendiri Yayasan Gema (Gerakan Masyarakat) Sadar Gizi ini memang punya perhatian khusus soal gizi.
Bersama istrinya, Dr Tirta Prawita Sari, SpGK, ia giat menggerakkan penyuluhan ke sekolah-sekolah soal pentingnya gizi bagi masyarakat. Dengan meningkatkan wawasan masyarakat soal gizi, ia yakin berbagai masalah kesehatan bisa diatasi dengan lebih efisien.
"Masalah gizi itu tidak pernah 'kering'. Tidak ada penyakit yang tidak berhubungan langsung dengan gizi," ungkap Dr Zaenal yang gemar main tenis meja dan rutin jalan kaki 2-3 kali dalam seminggu, namun merasa tidak cukup kuat fisiknya untuk main tenis lapangan.
Bukan hanya untuk mencegah penyakit di tingkat masyarakat, pentingnya gizi juga dirasakan pada tingkatan medis bagi yang sudah terkena penyakit. Menurut Dr Zaenal, terapi yang melibatkan gizi akan lebih cepat menyembuhkan pasien sehingga cost atau biayanya jadi lebih efisien.
Di lingkup yang lebih luas, kesadaran akan gizi yang baik juga mendukung program jaminan sosial. Seperti yang ia sampaikan soal terapi yang melibatkan gizi, pembiayaan yang harus ditanggung pemerintah melalui program jaminan kesehatan juga akan lebih efisien jika masalah gizi selalu diperhatian.
BIODATA
Nama lengkap:
Dr Zaenal Abidin, MH.Kes
Tempat dan tanggal lahir:
Soppeng, Sulawesi Selatan, 15 April 1965
Nama istri:
Dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK
Pendidikan:
S1 Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudin, Makassar (Lulus tahun 1997)
S2 Magister Hukum Kesehatan Universitas Hassanudin (Lulus tahun 2009 dengan IPK 3,90)
Organisasi:
Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menjabat Ketua Umum periode 2012-2015
Praktik:
Sedang tidak praktik sebagai dokter.
Sebagai dosen luar biasa di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta, mengajar Bioethics.
Judul buku yang pernah ditulis:
Bayar Dulu, Baru Dirawat: Menelusuri Fungsi Sosial Rumah Sakit Swasta
(Disusun berdasarkan tesis Dr Zaenal yang berjudul: Tinjauan Hukum Penerapan Fungsi Sosial Rumah Sakit Swasta di DKI Jakarta)
Pengalaman kerja:
Sekretaris Pelaksana Tim Penilai Kesehatan pasangan Capres dan Cawapres RI pada Pemilu 2004
Sekretaris Pelaksanan Tim Penilai Kesehatan Calon Hakim Agung RI Tahun 2006
Anggota Pengarah Tim Penilai Kesehatan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2007
Sekretaris Pelaksana Tim Penilai Kesehatan pasangan Capres dan Cawapres RI pada Pemilu 2009.
(up/vit)
Baca Juga
- dr Tirta Jatuh Cinta pada Gizi karena Lihat Pasien Seperti Tengkorak
- Dr Hakim S Pohan, Dokter yang Sangat Getol Perjuangkan Aturan Rokok
- Dr Wiyarni Pambudi Perjuangkan ASI karena Pernah Jadi Korban Susu Formula
- Sosok Prof Dr Idrus Alwi, SpPD, Ketua PAPDI yang Baru
- dr Agastjya dan Trik Hadapi Masyarakat yang Masih Percaya Mistik
- Dekat dengan Pasien TB di Afrika, Dr Erlina Burhan Mantap Jadi Dokter Paru
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Jumat,24/05/2013 19:31 WIB
Studi: Air Mata Perempuan 'Membunuh' Gairah Seksual Pria
-
Jumat,24/05/2013 19:16 WIB
Belajar Dari Kuba, 2020 Jakarta Targetkan Bebas DBD
-
Jumat,24/05/2013 19:02 WIB
Sehatkah Vagina Anda? Ini Indikatornya
-
Jumat,24/05/2013 18:32 WIB
Berdamai dengan Maut, Profesor Ajarkan Cara Menulis Surat Bunuh Diri
-
Jumat,24/05/2013 18:17 WIB
Tolong Dok, Kelamin Saya Tak Bisa Mengeras
-
Jumat,24/05/2013 18:11 WIB
Berantas Sarang Nyamuk Harus Sudah Diajarkan Sejak Anak-anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Jumat, 24/05/2013 18:09 WIB
Tolong Dok, Kelamin Saya Tak Bisa Mengeras
-
Jumat, 24/05/2013 19:02 WIB
Sehatkah Vagina Anda? Ini Indikatornya
-
Jumat, 24/05/2013 17:59 WIB
Ini 6 Efek Negatif Rokok Pada Rambut dan Kulit, Masih Mau Merokok?
-
Jumat, 24/05/2013 18:24 WIB
Berdamai dengan Maut, Profesor Ajarkan Cara Menulis Surat Bunuh Diri
-
Jumat, 24/05/2013 15:36 WIB
Remaja dan Kesehatan Reproduksi
Sejak Mimpi Basah, Remaja Pria Sudah 'Bahaya' Bagi Lawan Jenis
-
Jumat, 24/05/2013 16:07 WIB
5 Karakteristik Nyeleneh yang Dimiliki Orang Jenius
-
Jumat, 24/05/2013 17:30 WIB
Ini Dia Rahasia Kebon Jeruk Jadi Daerah Bebas Demam Berdarah
-
Jumat, 24/05/2013 14:08 WIB
Remaja dan Kesehatan Reproduksi
ABG Rela Diajak Nikah Dini, Bisa Jadi Ini Alasannya
-
10 Komentar
-
10 Komentar
-
9 Komentar
-
7 Komentar
-
7 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 24/05/2013 06:56 WIB
30 Menit Berolah Raga Secara Rutin Lebih Baik Daripada 2 Jam Sehari
-
Kamis, 23/05/2013 13:33 WIB
3 Penyebab Pria Sudah Botak di Usia 20-an Tahun
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

