Metode Baru Pendukung Diet: Main Twitter!
Rabu, 16/01/2013 07:31 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Berita Lainnya
Jakarta, Ternyata menurunkan berat badan tak melulu soal metode dan komitmen dari orang yang ingin melakukannya. Hal ini juga memerlukan dukungan penuh dari lingkungan, termasuk dari rekan-rekan di dunia maya.
Sebuah studi baru menemukan bahwa aktif di situs jejaring sosial seperti Twitter dapat membantu seseorang menurunkan berat badannya, terutama memberikan dukungan sosial bagi si pelaku diet. Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengamati 96 partisipan yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas selama enam bulan. Keseluruhan partisipan dilaporkan menggunakan alat komunikasi mobile yang terhubung dengan internet dan dibagi ke dalam dua kelompok.
Masing-masing memperoleh dua siniar (podcast) selama 15 menit perminggu dalam kurun waktu tiga bulan dan dua siniar mini selama lima menit perminggu dalam kurun waktu yang sama. Siniar tersebut berisi informasi tentang asupan gizi, latihan fisik dan target berat badan partisipan.
Namun partisipan pada salah satu kelompok diminta untuk mem-follow akun Twitter satu sama lain agar dapat saling memberikan dukungan sosial saat melakukan program diet. Dari situ tercatat ada 2.630 tweet yang di-posting oleh partisipan selama studi berlangsung. 75 Persen diantaranya berisi informasi, misalnya tentang partisipan yang mengabarkan rincian pencapaian program dietnya, sisanya adalah tweet yang berisi dukungan emosional terhadap sesama pelaku diet.
"Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang rutin memanfaatkan Twitter sebagai bagian dari program dietnya terbukti lebih banyak mengalami penurunan berat badan," ungkap ketua tim peneliti Brie Turner-McGrievy dari departemen perilaku, pendidikan dan promosi kesehatan, Arnold School of Public Health, University of South Carolina seperti dilansir dari MSN, Rabu (16/1/2013).
"Pada metode diet tradisional, dukungan sosial juga diperoleh meski hanya dapat diberikan lewat pertemuan kelompok mingguan. Meski kami tahu ini efektif, tapi memakan banyak biaya dan dapat menciptakan beban yang besar bagi partisipan. Untuk itu memberikan dukungan lewat jejaring sosial online bisa jadi murah meriah sekaligus mampu menjangkau pendukung dalam jumlah besar, terutama yang sama-sama punya komitmen untuk mencapai berat badan sehat," lanjutnya.
Di akhir studi secara keseluruhan kedua kelompok partisipan dilaporkan rata-rata mengalami penurunan berat badan sebanyak 2,7 persen dalam kurun waktu enam bulan. Tapi pengguna Twitter terbukti lebih sukses menurunkan berat badannya, bahkan peneliti menyimpulkan dari setiap 10 tweet yang dilontarkan oleh partisipan menyebabkan penurunan berat badan sebanyak 0,5 persen.
(vit/vit)
Sebuah studi baru menemukan bahwa aktif di situs jejaring sosial seperti Twitter dapat membantu seseorang menurunkan berat badannya, terutama memberikan dukungan sosial bagi si pelaku diet. Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengamati 96 partisipan yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas selama enam bulan. Keseluruhan partisipan dilaporkan menggunakan alat komunikasi mobile yang terhubung dengan internet dan dibagi ke dalam dua kelompok.
Masing-masing memperoleh dua siniar (podcast) selama 15 menit perminggu dalam kurun waktu tiga bulan dan dua siniar mini selama lima menit perminggu dalam kurun waktu yang sama. Siniar tersebut berisi informasi tentang asupan gizi, latihan fisik dan target berat badan partisipan.
Namun partisipan pada salah satu kelompok diminta untuk mem-follow akun Twitter satu sama lain agar dapat saling memberikan dukungan sosial saat melakukan program diet. Dari situ tercatat ada 2.630 tweet yang di-posting oleh partisipan selama studi berlangsung. 75 Persen diantaranya berisi informasi, misalnya tentang partisipan yang mengabarkan rincian pencapaian program dietnya, sisanya adalah tweet yang berisi dukungan emosional terhadap sesama pelaku diet.
"Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang rutin memanfaatkan Twitter sebagai bagian dari program dietnya terbukti lebih banyak mengalami penurunan berat badan," ungkap ketua tim peneliti Brie Turner-McGrievy dari departemen perilaku, pendidikan dan promosi kesehatan, Arnold School of Public Health, University of South Carolina seperti dilansir dari MSN, Rabu (16/1/2013).
"Pada metode diet tradisional, dukungan sosial juga diperoleh meski hanya dapat diberikan lewat pertemuan kelompok mingguan. Meski kami tahu ini efektif, tapi memakan banyak biaya dan dapat menciptakan beban yang besar bagi partisipan. Untuk itu memberikan dukungan lewat jejaring sosial online bisa jadi murah meriah sekaligus mampu menjangkau pendukung dalam jumlah besar, terutama yang sama-sama punya komitmen untuk mencapai berat badan sehat," lanjutnya.
Di akhir studi secara keseluruhan kedua kelompok partisipan dilaporkan rata-rata mengalami penurunan berat badan sebanyak 2,7 persen dalam kurun waktu enam bulan. Tapi pengguna Twitter terbukti lebih sukses menurunkan berat badannya, bahkan peneliti menyimpulkan dari setiap 10 tweet yang dilontarkan oleh partisipan menyebabkan penurunan berat badan sebanyak 0,5 persen.
(vit/vit)
Anda punya pengalaman diet yang menginspirasi? Silakan berbagi pengalaman Anda, dan jangan lupa sertakan foto sebelum dan sesudah diet di Sini
Baca Juga
- Protein Ini Bisa Jadi Kunci Terapi Baru Atasi Obesitas
- Awas, Risiko Ini Bisa Muncul Jika Berat Badan Terlalu Cepat Turun
- Strategi Diet: Pertimbangkan Usaha Membakar Kalori Sebelum Ambil Makanan
- 'Aturan' Diet Ini Jangan Anda Dengarkan
- Kesalahan yang Sering Dilakukan di Restoran dan Membuat Gemuk
- Cara Baru Atasi Obesitas, Usus Dilatih Mengenali Rasa
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kamis,20/06/2013 19:39 WIB
Jika Ibu Sedang Depresi, Titipkan Saja Dulu Anaknya ke Day Care
-
Kamis,20/06/2013 19:05 WIB
Bercinta Saat Sedang Keputihan? Ini Bahaya Kesehatannya
-
Kamis,20/06/2013 18:35 WIB
Virus Hepatitis Cemari 0,98 Persen Kantung Darah di Indonesia
-
Kamis,20/06/2013 18:10 WIB
Jumlah Sperma yang Tak Lagi Sebanyak Dulu
-
Kamis,20/06/2013 18:00 WIB
Risiko Sakit Jantung Seseorang Bisa Diteropong Sejak Usia 3 Tahun
-
Kamis,20/06/2013 17:47 WIB
Jumlah Penderita Hepatitis di Indonesia 3 Kali Lipat dari Warga Jakarta
-
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Kenali Risiko yang Mungkin Terjadi Jika Ibu Hamil Tidur Ngorok
-
Ini Dia Ciri-ciri Orang yang Kalau Tidur Ngorok
-
Mengapa Suara Mengorok Bisa Berbeda-beda?
-
Terus-terusan Tidur Ngorok? Ini Dampaknya
-
Kamis, 20/06/2013 19:00 WIB
Bercinta Saat Sedang Keputihan? Ini Bahaya Kesehatannya
-
Kamis, 20/06/2013 18:04 WIB
Jumlah Sperma yang Tak Lagi Sebanyak Dulu
-
Kamis, 20/06/2013 16:32 WIB
Ini Risikonya Jika Asal-asalan Pilih dan Pakai Bra
-
Kamis, 20/06/2013 18:00 WIB
Risiko Sakit Jantung Seseorang Bisa Diteropong Sejak Usia 3 Tahun
-
Kamis, 20/06/2013 18:35 WIB
Virus Hepatitis Cemari 0,98 Persen Kantung Darah di Indonesia
-
Kamis, 20/06/2013 16:00 WIB
Dari Kalkulator Ini Ketahuan 85 Persen Pria Impoten Gara-gara Gaya Hidup
-
Kamis, 20/06/2013 16:59 WIB
'Obesitas itu Penyakit'
-
Kamis, 20/06/2013 17:47 WIB
Jumlah Penderita Hepatitis di Indonesia 3 Kali Lipat dari Warga Jakarta
-
35 Komentar
-
18 Komentar
-
16 Komentar
-
16 Komentar
-
15 Komentar
-
12 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Kamis, 20/06/2013 08:32 WIB
Calon Dokter Ingin Belajar Obati Penyakit Miskin? Ini Tempatnya
-
Kamis, 20/06/2013 07:56 WIB
Kapalan Hingga Saraf Terjepit, Risiko yang Menghantui Pemakai High Heels
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_5.gif)



