detikhealth
Konsultasi Kesehatan Bersama
Leona Victoria Djajadi (Nutrisionis)

Leona Victoria Djajadi, Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) yang bersekolah di program nutrisi University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets.

Minum Air Putih Saja Tetap Gemuk, Bagaimana Berat Badan Bisa Turun?

Vera Farah Bararah - detikHealth
Rabu, 16/01/2013 11:44 WIB

(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Mbak, tolong bantu saya mengurangi berat badan. Sepertinya saya minum air putih saja jadi lemak, terbukti saya sakit radang usus tidak bisa makan sama sekali selama 3 hari dan muntah serta buang air terus tapi berat badan hanya turun 1 kg.

Saya sudah tidak ngemil dan hanya makan nasi beberapa sendok sehari tetapi berat badan terus naik, datang kondangan saja padahal hanya makan puding akan menambah berat badan 1 kg. Tolong saya harus bagaimana? Terimakasih.

Ria (Perempuan Lajang, 38 Tahun), riatauXXXX@yahoo.com,
Tinggi Badan 157 Cm, Berat Badan 69 Kg

Jawaban

Halo Ria,

Tidak mungkin air putih yang Anda konsumsi bisa menjadi lemak karena bentuk kimia tidak sama. Yang mungkin terjadi adalah air yang Anda minum tersimpan (retained) untuk menyeimbangkan simpanan glikogen (kabohidrat), lemak dan garam di dalam tubuh Anda.

Saat Anda sakit dan tidak bisa makan, energi yang pertama digunakan adalah glikogen (karbohidrat kompleks) yang tersimpan di dalam hati untuk maksimal 12 jam. Selanjutnya, tubuh akan menggunakan simpanan lemak sebagai sumber energi utama.

Jadi menurut saya selama Anda sakit 3 hari, berat yang turun 1 kg adalah lemak dan ini sudah cepat sekali karena normalnya penurunan berat badan yang sehat adalah 0,7-1,5 kg/minggu.

Saat diet menurunkan berat badan, yang harus diperhatikan adalah jumlah total energi yang masuk. Energi yang kita dapatkan dari lemak (hampir 2x lipat jumlah energi dari karbohidrat dan protein), karbohidrat dan protein.

Saat Anda menjalankan diet rendah karbohidrat (dengan hanya makan beberapa sendok makan nasi per hari), secara otomatis Anda akan mengikuti diet tinggi protein atau tinggi lemak, biasanya tinggi lemak atau minyak.

Jadi, coba Anda kaji ulang saat makan, apa yang sudah Anda makan? Apakah Anda memilih potongan daging tanpa lemak, menyisihkan lemak atau kulit yang menempel, memilih produk rendah lemak, memasak dengan cara merebus atau menumis?

Yang kedua adalah porsi makan. Coba Anda biasakan untuk membagi piring Anda: 1/2 terisi sayur, 1/4 nasi atau kentang, 1/4 lauk. Minumlah segelas air putih 5-10 menit sebelum makan.

Ketiga, waktu makan. Sebaiknya Anda makan 6x dalam sehari: makan pagi, morning tea (cemilan pagi), makan siang, afternoon tea (cemilan sore), makan malam dan snack malam. Saat makan utama (sarapan, makan siang, makan malam) ikuti porsi makan di atas. Untuk cemilan, pilih 1 potong buah, 1 gelas susu rendah lemak atau 1 genggam kecil kacang-kacangan.

Keempat, fokuskan pikiran Anda pada hal lain selain diet dan berat badan, karena jika pikiran hanya fokus pada kedua hal tersebut, makan dan makanan akan menjadi beban dalam hidup Anda.

Terlebih lagi, memfokuskan energi dan pikiran negatif pada diet dan makanan justru akan memperlambat prosesnya (negative thoughts attract negativity in life, positive thoughts attract positivity).

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Follow twitter @Leona_victoria


(ver/vit)

Punya Pertanyaan Seputar Kesehatan? Silahkan Klik di Sini







Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation


    Kalkulator Sehat indeks »
    Database Dokter Obat Penyakit
    Must Read close