Ini Risiko yang Harus Ditanggung dari Iklan Susu Formula
Rabu, 16/01/2013 13:43 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Berita Lainnya
Jakarta, Peraturan Pemerintah (PP) No 33/2012 tentang Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif juga mengatur soal promosi dan iklan susu formula. Mengapa perlu diatur? Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menjelaskan beberapa risiko yang harus ditanggung bila promosi dan iklan susu tidak diatur.
Risiko yang dimaksud terungkap dalam sebuah penelitian terbaru di 3 negara yakni Nigeria (2010), Filipina (2011) dan Australia (2012). Penelitian tersebut menunjukkan 3 hal yang berhubungan dengan promosi susu formula:
1. Iklan susu formula memiliki pengaruh kuat terhadap keputusan pemberian makanan pada bayi dan anak.
2.Ibu cenderung memberikan susu formula apabila mereka dapat mengingat pesan-pesan kunci yang disampaikan dalam iklan, dan ibu menyusui yang juga memberikan susu formula pada anaknya 6,4 kali lebih besar kemungkinannya untuk berhenti menyusui sebelum bayi berusia 12 bulan.
3. Konsumen tidak bisa membedakan antara iklan susu formula bayi dengan susu formula lanjutan.
"Kita lihat, di Indonesia kan tidak ada iklan susu formula untuk bayi. Itu saja kadang ibu-ibu tidak tahu kalau itu bukan untuk bayi," kata Mia Sutanto, ketua AIMI dalam jumpa pers 'Pernyataan Sikap AIMI Terhadap Penelitian Daffodil di Kafe de'Resto, Rabu (15/1/2013).
Mia menilai iklan dan promosi susu formula di Indonesia masih banyak diwarnai pelanggaran meski sudah ada PP No 33/2012 tentang ASI Eksklusif. Tidak selalu lewat media, tetapi dalam bentuk promosi yang lain seperti diskon-diskon di supermarket, pemasangan billboard, serta program-program soal parenting yang disponsori susu formula.
Bahkan di beberapa pusat layanan kesehatan seperti klinik atau rumah sakit, sering dijumpai pemberian goody bag atau hadiah-hadiah yang mencantumkan logo susu formula. Bantal berlogo susu formula dan pembelian peralatan medis yang disponsori susu formula, menurut Mia termasuk pelanggaran yang dilakukan oleh produsen susu formula.
"Kalau kita perhatikan, iklan susu formula juga sering menampilkan sosok berpakaian jas putih yang mengesankan seolah-olah itu dokter. Itu juga tidak boleh sebenarnya," lanjut Mia.
Termasuk dalam kaitannya dengan penelitian Daffodil yang ditentang AIMI, perusahaan susu formula tidak boleh sembarangan memberikan bantuan dana untuk penelitian semacam itu. Ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi, antara lain harus dilakukan secara terbuka.
"Apapun hasil penelitian Daffodil, kemungkinan besar akan digunakan oleh produsen susu formula untuk mempromosikan produknya sebagai lebih unggul dibanding dengan yang lain. Hal itu tentu akan berdampak secara negatif terhadap kampanye ASI Eksklusif yang senantiasa dikumandangkan Pemerintah dan lembaga-lembaga pegiat ASI di Indonesia," tulis Mia dalam rilisnya untuk wartawan.
(up/vit)
Risiko yang dimaksud terungkap dalam sebuah penelitian terbaru di 3 negara yakni Nigeria (2010), Filipina (2011) dan Australia (2012). Penelitian tersebut menunjukkan 3 hal yang berhubungan dengan promosi susu formula:
1. Iklan susu formula memiliki pengaruh kuat terhadap keputusan pemberian makanan pada bayi dan anak.
2.Ibu cenderung memberikan susu formula apabila mereka dapat mengingat pesan-pesan kunci yang disampaikan dalam iklan, dan ibu menyusui yang juga memberikan susu formula pada anaknya 6,4 kali lebih besar kemungkinannya untuk berhenti menyusui sebelum bayi berusia 12 bulan.
3. Konsumen tidak bisa membedakan antara iklan susu formula bayi dengan susu formula lanjutan.
"Kita lihat, di Indonesia kan tidak ada iklan susu formula untuk bayi. Itu saja kadang ibu-ibu tidak tahu kalau itu bukan untuk bayi," kata Mia Sutanto, ketua AIMI dalam jumpa pers 'Pernyataan Sikap AIMI Terhadap Penelitian Daffodil di Kafe de'Resto, Rabu (15/1/2013).
Mia menilai iklan dan promosi susu formula di Indonesia masih banyak diwarnai pelanggaran meski sudah ada PP No 33/2012 tentang ASI Eksklusif. Tidak selalu lewat media, tetapi dalam bentuk promosi yang lain seperti diskon-diskon di supermarket, pemasangan billboard, serta program-program soal parenting yang disponsori susu formula.
Bahkan di beberapa pusat layanan kesehatan seperti klinik atau rumah sakit, sering dijumpai pemberian goody bag atau hadiah-hadiah yang mencantumkan logo susu formula. Bantal berlogo susu formula dan pembelian peralatan medis yang disponsori susu formula, menurut Mia termasuk pelanggaran yang dilakukan oleh produsen susu formula.
"Kalau kita perhatikan, iklan susu formula juga sering menampilkan sosok berpakaian jas putih yang mengesankan seolah-olah itu dokter. Itu juga tidak boleh sebenarnya," lanjut Mia.
Termasuk dalam kaitannya dengan penelitian Daffodil yang ditentang AIMI, perusahaan susu formula tidak boleh sembarangan memberikan bantuan dana untuk penelitian semacam itu. Ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi, antara lain harus dilakukan secara terbuka.
"Apapun hasil penelitian Daffodil, kemungkinan besar akan digunakan oleh produsen susu formula untuk mempromosikan produknya sebagai lebih unggul dibanding dengan yang lain. Hal itu tentu akan berdampak secara negatif terhadap kampanye ASI Eksklusif yang senantiasa dikumandangkan Pemerintah dan lembaga-lembaga pegiat ASI di Indonesia," tulis Mia dalam rilisnya untuk wartawan.
(up/vit)
Baca Juga
- Penelitian Susu Formula pada Bayi Mau Lanjut? Ini Syaratnya
- Capaian ASI Eksklusif Membaik, Tapi Pemakaian Susu Formula Ikut Naik
- Pegiat ASI Masih Pertanyakan Urgensi Bayi Jadi Objek Uji Daffodil Study
- Tim Peneliti Daffodil Study: Kami Juga Mendukung ASI
- 1.500 Pendukung ASI Tanda Tangani Petisi Stop Daffodil Study
- Surat Terbuka dari Ibu Menyusui untuk Tim 'Daffodil Study'
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Rabu,19/06/2013 20:08 WIB
Jepang Kembangkan Organ Vital Manusia dari Rahim Hewan
-
Rabu,19/06/2013 19:33 WIB
Mastectomy Bra, Bra Seksi untuk Wanita 'Tak Berpayudara'
-
Rabu,19/06/2013 19:06 WIB
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Rabu,19/06/2013 18:36 WIB
Yuk Jadi Konsumen Cerdas dengan Rajin Baca Keterangan di Label Makanan
-
Rabu,19/06/2013 18:13 WIB
Takut Kena Kanker karena Kemaluan Terasa Sakit Setelah Ejakulasi
-
Rabu,19/06/2013 18:00 WIB
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Jika Tak Diatasi, Ngorok Bisa Rusak Kehidupan Seks
-
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Kenali Risiko yang Mungkin Terjadi Jika Ibu Hamil Tidur Ngorok
-
Ini Dia Ciri-ciri Orang yang Kalau Tidur Ngorok
-
Mengapa Suara Mengorok Bisa Berbeda-beda?
-
Terus-terusan Tidur Ngorok? Ini Dampaknya
-
Rabu, 19/06/2013 19:24 WIB
Mastectomy Bra, Bra Seksi untuk Wanita 'Tak Berpayudara'
-
Rabu, 19/06/2013 16:03 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Ini Dia Ciri-ciri Orang yang Kalau Tidur Ngorok
-
Rabu, 19/06/2013 17:25 WIB
Bra Ini Diciptakan karena Tak Semua Orang Mau Telanjang di Ruang Operasi
-
Rabu, 19/06/2013 19:59 WIB
Jepang Kembangkan Organ Vital Manusia dari Rahim Hewan
-
Rabu, 19/06/2013 17:59 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Bebas Ngorok Saat Tidur dengan Langkah Ini
-
Rabu, 19/06/2013 07:37 WIB
4 Peregangan Wajib di Pagi Hari Sebelum Beranjak dari Tempat Tidur
-
Rabu, 19/06/2013 11:40 WIB
Tangan Selalu Basah, Gejala Penyakit Apa?
-
Rabu, 19/06/2013 11:08 WIB
Ulasan Khas Tidur Ngorok
Pasangan Anda Tidur Mengorok? Lakukan Langkah Ini Agar Tak Terganggu
-
35 Komentar
-
18 Komentar
-
16 Komentar
-
16 Komentar
-
15 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Rabu, 19/06/2013 11:08 WIB
Pasangan Anda Tidur Mengorok? Lakukan Langkah Ini Agar Tak Terganggu
-
Rabu, 19/06/2013 10:33 WIB
Meski Tak Bisa Melihat, Ini 7 Tunanetra Paling Mengagumkan di Dunia
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda






_5.gif)



