Ayo Dukung, Jumlah Ibu Menyusui Sudah Naik 10 Persen!
Rabu, 16/01/2013 14:44 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Berita Lainnya
Jakarta, Pemerintah maupun berbagai lembaga pegiat ASI (Air Susu Ibu) selalu mengkampanyekan ASI eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan. Tidak sia-sia, dalam 5 tahun jumlah ibu menyusui telah mencapai 42 persen, atau naik 10 persen dibanding 5 tahun sebelumnya.
"Menurut SDKI (Survei Demografi Kesehatan Indonesia) yang terbaru, jumlah ibu menyusui sudah 42 persen. Naik sekitar 10 persen dari angka sebelumnya," kata dr Utami Roesli, SpA, konsultan menyusui dari Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) dalam jumpa pers tentang penelitian Daffodil di Kafe de'Resto Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2013).
Adanya peningkatan jumlah ibu menyusui yang memberikan ASI eksklusif pada bayinya menurut dr Utami adalah hasil kerja keras bersama. Selain pemerintah yang telah mendukung lewat Peraturan Pemerintah (PP) No 33/2009 tentang ASI Eksklusif, kegigihan para pegiat laktasi dan kesadaran para ibu sendiri juga turut mendukung pencapaian ini.
Peran ayah juga tidak boleh dilupakan dalam pemberian ASI. Menurut dr Utami, keberhasilan ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ayah soal laktasi, sehingga keberhasilan ibu menyusui juga boleh dibilang sebagai keberhasilan para ayah. Demikian juga jika gagal, maka kegagalan tersebut juga merupakan kegagalan sang ayah.
"Kalau saya sih simpel saja ya, ASI tidak hanya baik untuk bayi dan ibunya. Tapi terutama sekali untuk dompet ayahnya. Karena hemat, tidak perlu beli susu, uangnya bisa untuk beli keperluan lain," canda Aditia Sudarto, seorang ayah yang aktif sebagai penggerak komunitas Ayah ASI di jejaring sosial.
SDKI terbaru yang dilakukan tahun 2012 menunjukkan jumlah ibu menyusui yang memberikan ASI Eksklusif pada bayinya selama 6 bulan telah mencapai 42 persen. Angka ini lebih tinggi 10 persen dibanding survei serupa pada tahun 2007 yang hanya menunjukkan angka 32 persen.
Bersama dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan lembaga pegiat laktasi lainnya temasuk Ayah ASI, dr Utami menolak adanya penelitian Daffodil tentang efek penambahan bahan tertentu dalam susu formula untuk bayi. Para aktivis menyusui keberatan antara lain karena yang dijadikan objek penelitian adalah bayi berusia kurang dari 4 bulan yang seharusnya mendapat ASI eksklusif.
"Pemberian ASI eksklusif sudah naik sampai 42 persen dan akan terus kita perjuangkan sampai 100 persen. Kalau ada penelitian yang membandingkan susu formula dengan ASI eksklusif maka itu akan mengganggu," kata dr Utami.
(up/vit)
"Menurut SDKI (Survei Demografi Kesehatan Indonesia) yang terbaru, jumlah ibu menyusui sudah 42 persen. Naik sekitar 10 persen dari angka sebelumnya," kata dr Utami Roesli, SpA, konsultan menyusui dari Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) dalam jumpa pers tentang penelitian Daffodil di Kafe de'Resto Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2013).
Adanya peningkatan jumlah ibu menyusui yang memberikan ASI eksklusif pada bayinya menurut dr Utami adalah hasil kerja keras bersama. Selain pemerintah yang telah mendukung lewat Peraturan Pemerintah (PP) No 33/2009 tentang ASI Eksklusif, kegigihan para pegiat laktasi dan kesadaran para ibu sendiri juga turut mendukung pencapaian ini.
Peran ayah juga tidak boleh dilupakan dalam pemberian ASI. Menurut dr Utami, keberhasilan ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ayah soal laktasi, sehingga keberhasilan ibu menyusui juga boleh dibilang sebagai keberhasilan para ayah. Demikian juga jika gagal, maka kegagalan tersebut juga merupakan kegagalan sang ayah.
"Kalau saya sih simpel saja ya, ASI tidak hanya baik untuk bayi dan ibunya. Tapi terutama sekali untuk dompet ayahnya. Karena hemat, tidak perlu beli susu, uangnya bisa untuk beli keperluan lain," canda Aditia Sudarto, seorang ayah yang aktif sebagai penggerak komunitas Ayah ASI di jejaring sosial.
SDKI terbaru yang dilakukan tahun 2012 menunjukkan jumlah ibu menyusui yang memberikan ASI Eksklusif pada bayinya selama 6 bulan telah mencapai 42 persen. Angka ini lebih tinggi 10 persen dibanding survei serupa pada tahun 2007 yang hanya menunjukkan angka 32 persen.
Bersama dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan lembaga pegiat laktasi lainnya temasuk Ayah ASI, dr Utami menolak adanya penelitian Daffodil tentang efek penambahan bahan tertentu dalam susu formula untuk bayi. Para aktivis menyusui keberatan antara lain karena yang dijadikan objek penelitian adalah bayi berusia kurang dari 4 bulan yang seharusnya mendapat ASI eksklusif.
"Pemberian ASI eksklusif sudah naik sampai 42 persen dan akan terus kita perjuangkan sampai 100 persen. Kalau ada penelitian yang membandingkan susu formula dengan ASI eksklusif maka itu akan mengganggu," kata dr Utami.
(up/vit)
Baca Juga
- Wow, Menyusui Bantu Ibu Hindari Kanker Ovarium
- Ada 700 Bakteri Penting dalam ASI yang Membuatnya Tak Tergantikan
- Ibu-ibu 'Baik Hati' yang Rela Menyusui Hewan dari Payudaranya Sendiri
- Dilakukan Benar, IMD Tidak akan Membuat Bayi Meninggal di Payudara Ibu
- Ini Mitos & Fakta Seputar ASI yang Perlu Anda Tahu
- Hemat Rp 25 Juta Jika Bayi Diberikan ASI Eksklusif 2 Tahun
Foto Terkait
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Rabu,22/05/2013 20:05 WIB
Ini Alasan Pria Impoten Enggan Konsultasi ke Dokter
-
Rabu,22/05/2013 19:50 WIB
Hindari Kebiasaan Ini Bila Tak Ingin Disfungsi Ereksi
-
Rabu,22/05/2013 19:35 WIB
Risiko Impotensi Bisa Dikurangi Sejak Kecil Lho
-
Rabu,22/05/2013 19:20 WIB
Hati-hati, Cemas Juga Bisa Buat Pria Sulit Ereksi
-
Rabu,22/05/2013 19:07 WIB
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Rabu,22/05/2013 18:47 WIB
'Tak Boleh Nikah Kalau Belum Vaksin Tetanus'
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Rabu, 22/05/2013 18:09 WIB
Hobi Anal Seks, Adakah Alat Pembersih Lubang Anus?
-
Rabu, 22/05/2013 07:11 WIB
Dokter Bedah di RSUD Waled Cirebon Suka 'Nyodok' Sebelum Operasi
-
Rabu, 22/05/2013 17:52 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Rabu, 22/05/2013 19:45 WIB
Hindari Kebiasaan Ini Bila Tak Ingin Disfungsi Ereksi
-
Rabu, 22/05/2013 14:16 WIB
'Ini Susuku, Matikan Rokokmu!'
-
Rabu, 22/05/2013 14:27 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Rabu, 22/05/2013 10:22 WIB
Walau Diresepkan Dokter, Obat-obat Ini Punya Efek Samping Berbahaya
-
Rabu, 22/05/2013 11:24 WIB
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Minus dan Silinder Tak Bisa Sembuh, Mitos Atau Fakta?
-
10 Komentar
-
7 Komentar
-
7 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
4 Komentar
-
3 Komentar
-
3 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Selasa, 21/05/2013 20:10 WIB
Ingin Sering Bercinta? Catlah Kamar dengan Warna Karamel, Jangan Merah
-
Selasa, 21/05/2013 17:41 WIB
Telat Penuhi Gizi Anak di Usia Emas? Ini Langkah Berikutnya
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

