Berpelukan Bisa Turunkan Tekanan darah dan Tingkatkan Daya Ingat
Senin, 21/01/2013 18:31 WIB
(Foto: Thinkstock)
Berita Lainnya
Jakarta, Buat orang yang sudah akrab, berpelukan merupakan wujud ekspresi kasih sayang dan keakraban. Tak hanya kekasih saja yang sering berpelukan, sahabat, keluarga dan kerabat pun melakukannya. Ternyata aktivitas ini memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan.
Sebuah penelitian menemukan bahwa berpelukan bisa menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, dan kecemasan, bahkan meningkatkan daya ingat. Efek positif dari berpelukan dari orang yang kita kenal dengan baik disebabkan oleh oksitosin atau hormon cinta.
Oksitosin diproduksi di kelenjar hipofisis dan diketahui dapat meningkatkan kedekatan antara orang tua, anak-anak dan pasangan. Penelitian sebelumnya menegaskan bahwa kadar oksitosin ditemukan cukup tinggi pada pasangan yang sedang menjalin hubungan.
"Efek positifnya hanya terjadi jika orang saling mempercayai, ada rasa saling terhubung dan sinyal yang dikirim sesuai. Jika orangnya tidak mengenal satu sama lain atau pelukannya tidak diinginkan kedua belah pihak, efeknya hilang," kata peneliti, Jurgen Sandkuhler seperti dilansir Medical Daily, Senin (21/1/2013).
Sandkuhler yang merupakan pakar neurofisiologi di Pusat Penelitian Otak Universitas Kedokteran Wina menjelaskan bahwa kepercayaan merupakan hal yang paling penting dalam pelukan, tidak peduli berapa lama atau seberapa sering pelukannya. Apabila sudah ada kepercayaan, kenaikan kadar oksitosin dapat terjadi lewat perilaku yang sepele sekalipun.
Namun apabila orang yang memberi pelukan tidak dikenal atau pelukan dilakukan karena terpaksa alias tidak diinginkan, maka hormon oksitosin tidak akan dilepaskan. Malahan pelukan yang tidak diinginkan dapat membuat stres karena manusia cenderung membuat jarak pada orang tak dikenal.
Pelukan yang tak diinginkan justru akan meningkatkan kadar hormon kortisol. Fungsinya berkebalikan dengan hormon oksitosin. Secara alami, oksitosin dihasilkan selama proses melahirkan dan menyusui untuk meningkatkan ikatan antara ibu dengan bayinya.
"Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang ibunya diberi oksitosin tambahan ternyata ikut mengalami kenaikan pada kadar hormonnya sendiri. Hal ini semata-mata terjadi sebagai akibat dari perilaku ibu," kata Sandkuhler.
Jadi tunggu apa lagi? Jika merasa sedih dan galau, segera peluk ibu, kakak, teman atau kekasih sendiri. Tapi buat yang jomblo jangan coba-coba memeluk gebetan dengan alasan ini, salah-salah malah bisa runyam akibatnya.
(pah/vit)
Sebuah penelitian menemukan bahwa berpelukan bisa menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, dan kecemasan, bahkan meningkatkan daya ingat. Efek positif dari berpelukan dari orang yang kita kenal dengan baik disebabkan oleh oksitosin atau hormon cinta.
Oksitosin diproduksi di kelenjar hipofisis dan diketahui dapat meningkatkan kedekatan antara orang tua, anak-anak dan pasangan. Penelitian sebelumnya menegaskan bahwa kadar oksitosin ditemukan cukup tinggi pada pasangan yang sedang menjalin hubungan.
"Efek positifnya hanya terjadi jika orang saling mempercayai, ada rasa saling terhubung dan sinyal yang dikirim sesuai. Jika orangnya tidak mengenal satu sama lain atau pelukannya tidak diinginkan kedua belah pihak, efeknya hilang," kata peneliti, Jurgen Sandkuhler seperti dilansir Medical Daily, Senin (21/1/2013).
Sandkuhler yang merupakan pakar neurofisiologi di Pusat Penelitian Otak Universitas Kedokteran Wina menjelaskan bahwa kepercayaan merupakan hal yang paling penting dalam pelukan, tidak peduli berapa lama atau seberapa sering pelukannya. Apabila sudah ada kepercayaan, kenaikan kadar oksitosin dapat terjadi lewat perilaku yang sepele sekalipun.
Namun apabila orang yang memberi pelukan tidak dikenal atau pelukan dilakukan karena terpaksa alias tidak diinginkan, maka hormon oksitosin tidak akan dilepaskan. Malahan pelukan yang tidak diinginkan dapat membuat stres karena manusia cenderung membuat jarak pada orang tak dikenal.
Pelukan yang tak diinginkan justru akan meningkatkan kadar hormon kortisol. Fungsinya berkebalikan dengan hormon oksitosin. Secara alami, oksitosin dihasilkan selama proses melahirkan dan menyusui untuk meningkatkan ikatan antara ibu dengan bayinya.
"Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang ibunya diberi oksitosin tambahan ternyata ikut mengalami kenaikan pada kadar hormonnya sendiri. Hal ini semata-mata terjadi sebagai akibat dari perilaku ibu," kata Sandkuhler.
Jadi tunggu apa lagi? Jika merasa sedih dan galau, segera peluk ibu, kakak, teman atau kekasih sendiri. Tapi buat yang jomblo jangan coba-coba memeluk gebetan dengan alasan ini, salah-salah malah bisa runyam akibatnya.
(pah/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Jumat,24/05/2013 20:01 WIB
4 Trik untuk Pria Agar Pasangan Lebih Mudah Capai Orgasme
-
Jumat,24/05/2013 19:31 WIB
Studi: Air Mata Perempuan 'Membunuh' Gairah Seksual Pria
-
Jumat,24/05/2013 19:16 WIB
Belajar Dari Kuba, 2020 Jakarta Targetkan Bebas DBD
-
Jumat,24/05/2013 19:02 WIB
Sehatkah Vagina Anda? Ini Indikatornya
-
Jumat,24/05/2013 18:32 WIB
Berdamai dengan Maut, Profesor Ajarkan Cara Menulis Surat Bunuh Diri
-
Jumat,24/05/2013 18:17 WIB
Tolong Dok, Kelamin Saya Tak Bisa Mengeras
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Gangguan Mata yang Bisa Dialami Ibu Hamil
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Mata Anda Lelah? Langkah Ini Bakal Bikin Rileks
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tak Iritasi karena Lensa Kontak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Ini Akibatnya Jika 'Si Mata Empat' Malas Pakai Kacamata
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Kenalilah, Kelainan Mata yang Bisa Terjadi pada Anak
-
Ulasan Khas Mata Sehat
Katakan Cinta pada Mata dengan Cara Ini
-
Jumat, 24/05/2013 20:01 WIB
4 Trik untuk Pria Agar Pasangan Lebih Mudah Capai Orgasme
-
Jumat, 24/05/2013 19:02 WIB
Sehatkah Vagina Anda? Ini Indikatornya
-
Jumat, 24/05/2013 18:09 WIB
Tolong Dok, Kelamin Saya Tak Bisa Mengeras
-
Jumat, 24/05/2013 14:08 WIB
Remaja dan Kesehatan Reproduksi
ABG Rela Diajak Nikah Dini, Bisa Jadi Ini Alasannya
-
Jumat, 24/05/2013 11:30 WIB
Mengenal Ai Hasegawa, Wanita yang Ingin Melahirkan Hiu
-
Jumat, 24/05/2013 12:09 WIB
Remaja dan Kesehatan Reproduksi
Marak Nikah Dini dan Seks Pranikah, Kehamilan Usia Remaja Meningkat
-
Jumat, 24/05/2013 13:15 WIB
Bagaimana Menghilangkan Flek Hitam di Wajah?
-
Jumat, 24/05/2013 16:07 WIB
5 Karakteristik Nyeleneh yang Dimiliki Orang Jenius
-
10 Komentar
-
9 Komentar
-
9 Komentar
-
7 Komentar
-
6 Komentar
-
6 Komentar
-
5 Komentar
-
5 Komentar
-
Kalkulator Seks
Berapa Kali Anda Pernah Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Lama Berhubungan Seks
Berapa Durasi Rata-rata Ketika Berhubungan Seks?
-
Kalkulator Masa Subur
Kapan Perkiraan Masa Paling Subur Anda?
Must Read
close
-
Jumat, 24/05/2013 06:56 WIB
30 Menit Berolah Raga Secara Rutin Lebih Baik Daripada 2 Jam Sehari
-
Kamis, 23/05/2013 13:33 WIB
3 Penyebab Pria Sudah Botak di Usia 20-an Tahun
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

Cek Masa Pertumbuhan Anak Anda







_7.gif)

